Istri Hujat Wiranto di Medsos, Anggota POMAU Lanud Muljono Peltu YNS Dicopot dan Ditahan

Kompas.com - 12/10/2019, 00:44 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

SURABAYA, KOMPAS.com- Peltu YNS, seorang anggota POMAU Lanud Muljono Surabaya, mendapat peringatan keras, dicopot dari jabatannya, dan ditahan, Jumat (12/10/2019). Peltu YNS dianggap melanggar UU Nomor 25 Tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer.

Penyebabnya, FS, yang merupakan istri Peltu YNS, memposting pesan bernada hujatan di media sosial kepada Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM, Wiranto.

Situs resmi TNI AU di tni.au.mil.id, menampilkan postingan FS yang berisi doa tak pantas untuk Wiranto. Komentar FS tersebut mengomentari insiden penusukan terhadap Wiranto di Pandeglang. 

Baca juga: Unggah Konten Negatif soal Wiranto, Dua Istri TNI Dilaporkan ke Polisi

"Dalam urusan politik, posisi prajurit TNI AU dan keluarganya (KBT/Keluarga Besar Tentara) sudah jelas, netral. Oleh karena itu, KBT dilarang berkomentar, termasuk di media sosial yang berdampak pendiskreditan pemerintah maupun simbol-simbol negara," demikian situs TNI AU memberikan argumen. 

KBT yang kedapatan melanggar, demikian rilis tersebut, akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku.

FS dianggap menyebarkan opini negatif terhadap pemerintah dan simbon negara, dengan cara mengunggah komentar yang mengandung fitnah, tidak sopan, dan penuh kebencian.

Pesan tersebut ditujukan kepada Menkopolhukam Wiranto yang terluka karena serangan senjata tajam di media sosial (Facebook). "Akhirnya yang bersangkutan dan suaminya dikenakan sanksi," demikian dalam siaran pers TNI AU. 

Baca juga: Dandim Kendari Dicopot dan Ditahan gara-gara Istri Komentari Wiranto di Medsos

Dalam argumentasinya disebutkan, Peltu YNS mendapat teguran keras, dicopot dari jabatan dan ditahan dalam rangka penyidikan oleh Pomau karena melanggar UU Nomor 25 Tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer.

Sementara, istri Peltu YNS yaitu FS, dilaporkan ke Polres Sidoarjo karena dianggap melanggar UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) dengan pasal penyebaran kebencian dan berita bohong.

Dikutip dari Surya, Komandan Lanud Muljono Surabaya, Kolonel Pnb Budi Ramelan membenarkan adanya peristiwa istri Peltu YNS yang menyebarkan fitnah di media sosial.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Tahanan Polsek Sukarami Palembang Kabur, Jebol Plafon, Dibantu Istri dan Keponakan

5 Tahanan Polsek Sukarami Palembang Kabur, Jebol Plafon, Dibantu Istri dan Keponakan

Regional
Warga Sekitar Secapa AD Tolak Rapid Test, Gugus Tugas: yang Datang hanya 28 Orang

Warga Sekitar Secapa AD Tolak Rapid Test, Gugus Tugas: yang Datang hanya 28 Orang

Regional
105 Siswa Secapa AD Positif Corona, Wali Kota Bandung Minta Puskesmas Tracing Warga Sekitar

105 Siswa Secapa AD Positif Corona, Wali Kota Bandung Minta Puskesmas Tracing Warga Sekitar

Regional
Anggaran Dipakai untuk Covid-19, Pembangunan Jalan Pakai Dana Pribadi Ketua DPRD

Anggaran Dipakai untuk Covid-19, Pembangunan Jalan Pakai Dana Pribadi Ketua DPRD

Regional
Kejujurannya Viral di Media Sosial, Driver Ojol Ini Mengaku Rp 35.000 Itu Bukan Haknya

Kejujurannya Viral di Media Sosial, Driver Ojol Ini Mengaku Rp 35.000 Itu Bukan Haknya

Regional
Sosok Ojol Viral yang Kembalikan Uang Penumpang: Aktif di Pengajian, Pakai Motor Pemberian Teman

Sosok Ojol Viral yang Kembalikan Uang Penumpang: Aktif di Pengajian, Pakai Motor Pemberian Teman

Regional
Hasil Rapid Test Peserta UTBK Unair Diubah Reatif, Kampus Sebut Tak Sengaja Tertukar

Hasil Rapid Test Peserta UTBK Unair Diubah Reatif, Kampus Sebut Tak Sengaja Tertukar

Regional
Sebelum Lompat dari Lantai 3 RSUD Demak, PDP Covid-19 Rindu Keluarga dan Ingin Pulang

Sebelum Lompat dari Lantai 3 RSUD Demak, PDP Covid-19 Rindu Keluarga dan Ingin Pulang

Regional
Menjelang Aktivitas di Sekolah, 1.700 Guru di Pariaman Tes Swab

Menjelang Aktivitas di Sekolah, 1.700 Guru di Pariaman Tes Swab

Regional
Masjid Hadiah Pangeran Abu Dhabi untuk Jokowi Dibangun Desember 2020

Masjid Hadiah Pangeran Abu Dhabi untuk Jokowi Dibangun Desember 2020

Regional
Tidak Lolos PPDB karena Rumah Jauh, Puluhan Orangtua Murid Protes

Tidak Lolos PPDB karena Rumah Jauh, Puluhan Orangtua Murid Protes

Regional
Hasil Rapid Test Peserta UTBK Diubah Menjadi Reaktif, Ini Penjelasan Unair

Hasil Rapid Test Peserta UTBK Diubah Menjadi Reaktif, Ini Penjelasan Unair

Regional
Gelapkan Uang Nasabah Bank Jatim Rp 7,7 Miliar, Ani Fatini Divonis 4 Tahun 6 Bulan Penjara

Gelapkan Uang Nasabah Bank Jatim Rp 7,7 Miliar, Ani Fatini Divonis 4 Tahun 6 Bulan Penjara

Regional
Kisah Maria 'Sang Dokter Rimba', Ambil Alih Tugas Dukun Hantu Pedalaman Jambi (3)

Kisah Maria "Sang Dokter Rimba", Ambil Alih Tugas Dukun Hantu Pedalaman Jambi (3)

Regional
Aksi Perampokan Pecah Kaca Mobil Terjadi di Bandung

Aksi Perampokan Pecah Kaca Mobil Terjadi di Bandung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X