Berkaca Kasus Penusukan Wiranto, Fungsi Inteligen Harus Ditingkatkan Jelang Pelantikan Presiden

Kompas.com - 11/10/2019, 23:03 WIB
Toyota Land Cruiser Prado yang dipakai Wiranto saat penusukan Toyota Land Cruiser Prado yang dipakai Wiranto saat penusukan

PADANG, KOMPAS.com - Pemerintah dinilai harus meningkatkan fungsi intelijen berkaca dari kasus penusukan Menko Polhukam Wiranto di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). Hal itu dilakukan jelang pelantikan Presiden dan Wapres pada 20 Oktober 2019 mendatang. 

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Mulyadi menilai peristiwa penusukan terhadap Menko Polhukam RI Wiranto akibat pemerintah kecolongan dalam pengawalan terhadap pejabat negara.

Wiranto yang sebelumnya pernah disebut Kapolri Jenderal Tito Karnavian sebagai salah satu target pembunuhan harusnya mendapatkan pengawalan ekstra.

"Pemerintah harus meningkatkan fungsi inteligen dalam mengantisipasi pergerakan teroris atau pihak-pihai manapun yang ingin mengacaukan keamanan nasional," kata Mulyadi kepada Kompas.com, Jumat (11/10/2019).

Baca juga: Unggah Konten Negatif soal Wiranto, Dua Istri TNI Dilaporkan ke Polisi

Menurut politisi asal Sumatera Barat itu, peristiwa penusukan terhadap Wiranto dapat memberikan persepsi rasa tidak aman kepada masyarakat.

Hal itu dikarenakan keberanian pelaku di tengah keramaian menyerang pejabat negara setingkat Menko Polhukam.

"Seharusnya penyerangan terhadap Wiranto bisa lebih diwaspadai oleh pengawal karena Wiranto juga pernah disampaikan oleh Kapolri menjadi salah satu target pembunuhan," ujarnya.

Terkait jaringan JAD dan pelantikan Presiden

Dikatakan Mulyadi, aparat hukum harus dapat menggali informasi dari penyerang Wiranto yang ditenggarai adalah bagian dari jaringan JAD Bekasi.

"Sebenarnya pemerintah telah melakukan pemetaan terhadap jaringan teroris. BNPT telah melakukan pendekatan dengan berbagai metode seperti deradikalisasi sehingga sudah banyak juga yang sadar," katanya.

Baca juga: Dandim Kendari Dicopot dan Ditahan gara-gara Istri Komentari Wiranto di Medsos

Namun meningkatnya  suhu politik akhir-akhir ini, akibat demo besar-besaran yang dilakukan mahasiswa bisa dimanfaatkan oleh jaringan teroris untuk memancing di air keruh.

"Tujuannya bisa jadi agar situasi politik keamanan menjadi tidak stabil," jelas Mulyadi.

Mulyadi berharap dengan semakin dekatnya pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada 20 Oktober nanti, ketajaman fungsi inteligen perlu dimaksimalkan guna mengantisipasi pergerakan teroris.

Mulyadi menyebutkan informasi yang begitu mudah dan cepatnya diperoleh masyarakat melalui media sosial merupakan tantangan terberat pemerintah kedepan.

"Karena informasi yang salah menimbulkan rasa kebencian mendalam serta dapat memprovokasi pihak tertentu yang punya pengetahuan terbatas dan berpendidikan rendah untuk melakukan tindakan ekstrim dan irasional," ujarnya.

Baca juga: Kasus Penusukan Wiranto, Demokrat Minta Fungsi Intelijen Dipertajam

Kejadian di Pandeglang Banten

Sebelumnya diberitakan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto ditusuk orang tak dikenal, Kamis (10/10/2019).

Wiranto ditusuk saat sedang berada di Banten. Informasi ini dibenarkan Mabes Polri.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan bahwa dua pelaku sudah saat ini sudah ditangkap.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dampak Gempa M 5,9 Pangandaran, Puluhan Rumah di Tasik, Garut, hingga Ciamis Rusak

Dampak Gempa M 5,9 Pangandaran, Puluhan Rumah di Tasik, Garut, hingga Ciamis Rusak

Regional
Reaksi Keras Kapolda Riau Menyikapi Oknum Anggotanya Jadi Kurir Sabu 16 Kg

Reaksi Keras Kapolda Riau Menyikapi Oknum Anggotanya Jadi Kurir Sabu 16 Kg

Regional
5 Demonstran Penolak Omnibus Law Jadi Tersangka Perusakan Kantor DPRD Jember

5 Demonstran Penolak Omnibus Law Jadi Tersangka Perusakan Kantor DPRD Jember

Regional
Dulu Perwira Polisi, Kini Dipecat dan Disebut Pengkhianat Bangsa

Dulu Perwira Polisi, Kini Dipecat dan Disebut Pengkhianat Bangsa

Regional
10 Pegawai PLN Ponorogo Positif Covid-19 Setelah Menerima Tamu dari Surabaya

10 Pegawai PLN Ponorogo Positif Covid-19 Setelah Menerima Tamu dari Surabaya

Regional
Cegah Penularan Covid-19 di Pesantren dengan Protokol Kesehatan Ketat

Cegah Penularan Covid-19 di Pesantren dengan Protokol Kesehatan Ketat

Regional
Pemkot Batam Usulkan Pulau Pengalap Jadi KEK Pariwisata

Pemkot Batam Usulkan Pulau Pengalap Jadi KEK Pariwisata

Regional
Terlibat Judi, Oknum Kades Datangi Polisi dan Menyerahkan Diri

Terlibat Judi, Oknum Kades Datangi Polisi dan Menyerahkan Diri

Regional
Anggota DPRD Dibacok gara-gara Knalpot Bising Adiknya, Ini Kronologinya

Anggota DPRD Dibacok gara-gara Knalpot Bising Adiknya, Ini Kronologinya

Regional
Geger, Bayi Baru Lahir di Palembang Ditemukan di Tempat Sampah

Geger, Bayi Baru Lahir di Palembang Ditemukan di Tempat Sampah

Regional
Jalan Tol Trans Lampung Ditemukan Banyak Lubang dan Bergelombang

Jalan Tol Trans Lampung Ditemukan Banyak Lubang dan Bergelombang

Regional
Eks TKI Alami Gangguan Jiwa, Hidup dengan 4 Anaknya yang Kurang Gizi, Popok Sampai Berulat

Eks TKI Alami Gangguan Jiwa, Hidup dengan 4 Anaknya yang Kurang Gizi, Popok Sampai Berulat

Regional
Perahu Wisata Terbalik di Bendungan Cikoncang, Banten, 3 Orang Tewas

Perahu Wisata Terbalik di Bendungan Cikoncang, Banten, 3 Orang Tewas

Regional
Oknum Polisi yang Todongkan Pistol ke Pengunjung Saat Ribut di Warung Tuak Diperiksa Propam

Oknum Polisi yang Todongkan Pistol ke Pengunjung Saat Ribut di Warung Tuak Diperiksa Propam

Regional
Perwira Polisi Bawa 16 Kg Sabu, Kapolda: Kita Harap Hakim Beri Hukuman Layak ke Pengkhianat Bangsa Ini

Perwira Polisi Bawa 16 Kg Sabu, Kapolda: Kita Harap Hakim Beri Hukuman Layak ke Pengkhianat Bangsa Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X