Hingga Jumat Malam, Gempa Susulan di Ambon Sudah 1.387 Kali, Ini Penjelasan BMKG

Kompas.com - 11/10/2019, 20:38 WIB
Ilustrasi gempa ShutterstockIlustrasi gempa

AMBON, KOMPAS.com - Gempa susulan masih terus terjadi di Pulau Ambon dan sekitarnya pascagempa berkekuatan 6,8 magnitudo yang mengguncang wilayah tersebut sejak Kamis (26/9/2019) pekan lalu.

Berdasarkan data yang diterima Kompas.com dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Ambon, hingga Jumat malam (11/10/2019) gempa susulan di Pulau Ambon dan sekitarnya telah mencapai 1.387 kali gempa.

Dari ribuan kali gempa susulan yang terjadi itu, BMKG mencatat sebanyak 163 kali gempa ikut dirasakan warga di Pulau Ambon, Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat dan sebagian wilayah Kabupaten Maluku Tengah, selebihnya tidak dirasakan.

Baca juga: Wali Kota Ambon: 2.000 Rumah Warga Rusak Setelah Gempa Susulan

Adapun gempa susulan dengan skala terbesar yakni 5,6 magnitudo yang terjadi pada hari pertama gempa dan gempa terkecil sebesar 1,7 magnitudo yang ikut dirasakan getarannya.

“Sampai Jumat malam Pukul20.00 WIT gempa susulan yang terjadi telah mencapai 1.387 kali, dan yang dirasakan sebanyak 163 kali,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Ambon, Andi Azhar Rusdin kepada Kompas.com, Jumat malam.

Dia menjelaskan gempa susulan yang masih terus terjadi di Maluku hingga saat ini merupakan peristiwa yang normal.   

Menurutnya dalam setiap peristiwa gempa kuat, akan terjadi deformasi atau pergeseran blok batuan di kerak bumi dengan sangat luas.

Dari pergeseran batuan itu terjadilah ketidaksetimbangan atau ketidakstabilan di zona tersebut.

“Sehingga muncul gaya-gaya tektonik untuk mencari kesetimbangan menuju kondisi stabil di sekitar pusat gempa utama yang dimanefistasikan sebagi gempa susulan,” katanya.

Baca juga: Antisipasi Gempa, Wali Kota Ambon Liburkan Semua Sekolah

Dia menjelaskan, lazimnya gempa kuat dengan magnitudo di atas 6,0 akan disertai aktivitas gempa susulan.

Semakin besar magnitudo gempa, maka potensi gempa susulannya semakin banyak, apalagi jika ditunjang dengan kondisi batuan di wilayah tersebut yang rapuh.

“Gempa susulan masih akan berpotensi terjadi dalam beberapa hari kedepan sehingga kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan jangan panik apabila terjadi gempa susulan,” ucapnya.

Dia mengimbau kepada warga jika terjadi gempa susulan agar dapat melakukan evakuasi mandiri, dan jika saat gempa terjadi warga sedang berada di dalam gedung sebaiknya dapat mencari perlindungan di bawa meja atau kursi yang kuat dan setelah itu barulah keluar setelah getaran gempa berakhir.

“Yang terakhir tak henti-hentinya kami mengimbau kepada  masyarakat agar tidak mudah terpancing dengan isu-isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan, pastikan informasi resmi  soal gempa bersumber dari BMKG,” pintanya. 

Baca juga: Pascagempa Magnitudo 5,2 di Ambon, Pedagang Masih Takut Membuka Toko



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X