Pascagempa Magnitudo 5,2 di Ambon, Pedagang Masih Takut Membuka Toko

Kompas.com - 11/10/2019, 17:27 WIB
Pascagempa magnitudo 5,2 yang mengguncang Ambon, banyak  toko yang berjejer di kawasan bisnis jalan AY Patty Ambon masih tutup, Jumat (11/10/2019) KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTYPascagempa magnitudo 5,2 yang mengguncang Ambon, banyak toko yang berjejer di kawasan bisnis jalan AY Patty Ambon masih tutup, Jumat (11/10/2019)

AMBON, KOMPAS.com - Sehari pascagempa susulan magnitudo 5,2 yang mengguncang Kota Ambon dan sekitarnya, aktivitas di kawasan bisnis di jalan AY Patty Ambon belum belum terlihat normal seperti biasa.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di kawasan itu hingga Jumat (11/10/2019) sore, banyak deretan toko dan juga kantor-kantor suasta yang masih tutup.

Beberapa swalayan yang biasa ramai dikunjungi warga Ambon juga masih tutup.

Selain di kawasan AY Patty, pertokoan di jalan AM Sangadji, jalan Sam Ratulangi hingga di jalan Sultan Babulah juga masih tutup, meski ada juga toko yang telah buka kembali.

Baca juga: Trauma Gempa Ambon, Warga Memilih Dirawat di Halaman Rumah Sakit

 

Di pusat perbelanjaan Ambon Plaza misalnya, banyak pedagang yang memilih tidak membuka usahanya. Kalaupun ada toko yang buka, pedagang menutupnya sebelum memasuki waktu magrib.

“Banyak yang masih takut membuka toko, mungkin takut dan trauma gempa kemarin,” kata Aci salah satu penjaga toko di pusat perbelanjaan Ambon Plaza kepada Kompas.com, Jumat.

Selain pertokoan yang masih banyak tutup, banyak warung makan dan juga kafe yang banyak ditemukan di sepanjang jalan Sam Ratulangi juga masih tutup.

Sementara sebagian pemilik kafe  yang telah membuka usahanya hari ini lebih memilih menutup usahanya lebih awal.

“Nanti kondisi normal dulu baru sampai malam, gempanya baru terjadi kemarin kita takut jangan sampai ada gempa susulan lagi,” kata Wati salah satu pramusaji di salah satu kafe di jalan Sam Ratulangi.

Baca juga: Gempa Lagi di Ambon, 1 Meninggal Dunia dan 8 Luka-luka

Sementara itu dari informasi yang dihimpun, dua pusat perbelanjaan di Ambon lainnya yakni Maluku City Mall yang ada di kawasan Aster belum beroperasi dengan normal karena sempat mengalami keruskaan saat gempa terjadi kemarin.

Kondisi yang sama juga terjadi di pusat perbelanjaan Ambon City Center di kawasan Passo yang juga belum beroperasi dengan normal.   

Gempa susulan magnitudo 5,2, Warga berhamburan

Pascagempa magnitudo 5,2 yang mengguncang Ambon, banyak  toko yang berjejer di kawasan bisnis jalan AY Patty Ambon masih tutup, Jumat (11/10/2019)KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTY Pascagempa magnitudo 5,2 yang mengguncang Ambon, banyak toko yang berjejer di kawasan bisnis jalan AY Patty Ambon masih tutup, Jumat (11/10/2019)
Diberitakan sebelumnya gempa  susulan berkekuatan 5,2 magnitudo mengguncang Kota Ambon dan sekitarnya pada Kamis (10/10/2019).

Gempa tersebut menyebabkan 1 siswa SMP meninggal dunia dan sejumlah warga lainnya terluka.

Gempa tersebut juga merusak sejumlah bangunan kantor pemerintahan, rumah warga dan juga pasilitas publik lainnya. 

Baca juga: Fakta Pasca-gempa Beruntun di Ambon, Kantor Pemerintahan dan Rumah Warga Hancur

Gempa yang dirasakan sangat kuat getarannya itu membuat warga di Kota Ambon berhamburan dari rumah-rumah mereka untuk mencari tempat perlindungan yang dianggap aman.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, di sejumlah lokasi warga terlihat histeris dan sangat panik hingga ada yang menangis di jalan-jalan.

Beberapa warga mengarah ke lapangan terbuka. “Semua keluar, ayo keluar, ayo lari cari tempat aman,” kata sejumlah warga dengan penuh kepanikan.

8 kali gempa susulan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Ambon mencatat, gempa pertama yang mengguncang Kota Ambon berkekuatan 5,2 magnitudo pada pukul 13.39 WIT.

Pusat gempa berada di titik koordinat 3,57 Lintang Selatan dan 128,26 Bujur Timur, atau berlokasi di darat pada jarak 16 kilometer arah timur laut Kota Ambon, dengan kedalaman 10 kilometer.

Beberapa saat kemudian, tepatnya pada pukul 14.05 WIT, gempa susulan bermagnitudo 4,6 kembali mengguncang Kota Ambon dan sekitarnya.

Setelah itu, pada pukul 14.27 WIT gempa susulan bermagnitudo 3,8 kembali dirasakan warga.

BMKG mencatat, pascagempa bermagnitudo 5,2 hingga saat ini sudah terjadi delapan kali gempa susulan mengguncang Ambon dan sekitarnya.

Baca juga: 4 Fakta Terkini Gempa Beruntun di Ambon, Warga Panik hingga Siswa SMP Tewas

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

114 Penyelenggara Pemilu Diduga Dukung Paslon Independen di Pilkada Lamongan

114 Penyelenggara Pemilu Diduga Dukung Paslon Independen di Pilkada Lamongan

Regional
Cerita Kapten Ikhlas yang Lawan Virus Corona dengan Pikiran Positif

Cerita Kapten Ikhlas yang Lawan Virus Corona dengan Pikiran Positif

Regional
Tangkap Bandar Narkoba di Mataram, Polisi Sita 3 Kilogram Sabu

Tangkap Bandar Narkoba di Mataram, Polisi Sita 3 Kilogram Sabu

Regional
UTBK-SBMPTN 2020 di Surabaya, Calon Mahasiswa Wajib Bawa Hasil Rapid Tes Nonreaktif

UTBK-SBMPTN 2020 di Surabaya, Calon Mahasiswa Wajib Bawa Hasil Rapid Tes Nonreaktif

Regional
Gubernur Kalbar Ancam Copot Kepala Dinas yang Diam-diam Dukung Paslon di Pilkada 2020

Gubernur Kalbar Ancam Copot Kepala Dinas yang Diam-diam Dukung Paslon di Pilkada 2020

Regional
Kronologi Gagalnya Penyekapan dan Penganiayaan di Tanjung Balai, Saat Mobil Pelaku Tabrak Ambulans, Patroli Polisi Lewat

Kronologi Gagalnya Penyekapan dan Penganiayaan di Tanjung Balai, Saat Mobil Pelaku Tabrak Ambulans, Patroli Polisi Lewat

Regional
Kasus Dugaan Salah Tembak 2 Petani di Poso Diambil Alih Mabes Polri

Kasus Dugaan Salah Tembak 2 Petani di Poso Diambil Alih Mabes Polri

Regional
Kepala Dinas Kesehatan Pegunungan Arfak Meninggal, Pemakaman Sesuai Protokol Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan Pegunungan Arfak Meninggal, Pemakaman Sesuai Protokol Covid-19

Regional
Seorang Dokter Senior di Probolinggo Meninggal karena Covid-19

Seorang Dokter Senior di Probolinggo Meninggal karena Covid-19

Regional
Mulai 3 Juli, Tiga Ruas Jalan Protokol di Surabaya Kembali Ditutup

Mulai 3 Juli, Tiga Ruas Jalan Protokol di Surabaya Kembali Ditutup

Regional
Cerita Abdi Dalam Keraton Solo yang Menganggur akibat Wabah, Hidup Bergantung Bantuan

Cerita Abdi Dalam Keraton Solo yang Menganggur akibat Wabah, Hidup Bergantung Bantuan

Regional
Warga Sleman Terinfeksi Virus Corona Setelah Temani Ibunya di Rumah Sakit

Warga Sleman Terinfeksi Virus Corona Setelah Temani Ibunya di Rumah Sakit

Regional
Remaja Nekat Membegal, yang Dibegal Kakak Sendiri, Korban Ditusuk lalu Dibawa ke RS

Remaja Nekat Membegal, yang Dibegal Kakak Sendiri, Korban Ditusuk lalu Dibawa ke RS

Regional
Kota Sukabumi Bikin Sekolah Tatap Muka di Masa Pandemi, Jadi 'Pilot Project' se-Jabar

Kota Sukabumi Bikin Sekolah Tatap Muka di Masa Pandemi, Jadi "Pilot Project" se-Jabar

Regional
Surabaya Bisa Jadi Wuhan, Begini Kata Risma

Surabaya Bisa Jadi Wuhan, Begini Kata Risma

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X