Sidang Kasus Pelecehan Siswi SMK, Kepala Sekolah Dituntut 14 Tahun Penjara

Kompas.com - 11/10/2019, 10:20 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

LUWU TIMUR, KOMPAS.com – AK, terdakwa kasus pelecehan seksual terhadap siswinya dituntut 14 tahun penjara dan denda Rp 60 juta subsider 1 tahun penjara.

Tuntutan dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) Ramaditya Virgiyansyah dalam persidangan lanjutan kasus kekerasan seksual di Pengadilan Negeri Malili, Kamis (10/10/2019).

Diketahui AK merupakan kepala sekolah di salah satu SMK Negeri di Luwu Timur, Sulawesi Selatan,

Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan dipimpin Ari Prabawa Hakim Ketua, Reno Hanggara dan Andi Muh Ishak.  

Ramaditya mengatakan, tuntutan itu didasarkan pada enam hal, yaitu perbuatan terdakwa telah merusak masa depan siswinya.

"Perbuatan yang terdakwa lakukan bukanlah perbuatan yang pantas dilakukan oleh seseorang pendidik yang profesional dan terhormat. Terdakwa sangat tidak berprikemanusian terhadap anak-anak yang seharusnya dilindungi," kata Ramaditya, saat  dikonfirmasi pasca persidangan, Kamis (10/10/2019) sore.

Baca juga: Kronologi Kakak Cabuli Adik Kandung hingga Hamil 5 Bulan

Lanjut Ramaditya, perbuatan terdakwa telah mencoreng nama baik dunia pendidikan di Indonesia.

Selain itu, terdakwa tidak mengakui perbuatannya, dan tidak ada perdamaian dalam perkara ini.

Terdakwa dijerat dengan Undang-undang Perlindungan Anak, Pasal 82 ayat 1 jo Pasal 76 E, UU No 17 2016, Tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang No 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-undang.

"Hasil pemeriksaan pada saksi -saksi korban ternyata antara korban yang satu dengan korban yang lainnya ada kesamaan modus," ucap dia.

Agenda sidang berikutnya akan memasuki pembacaan pembelaan oleh terdakwa.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah siswa di salah satu SMK di Luwu Timur, Kamis (14/2/2019) berunjuk rasa di depan sekolahnya atas kasus dugaan pelecehan seksual yang menimpa rekan mereka. 

Dalam orasinya, para siswa menuduh kepala sekolah sebagai pihak yang harus bertanggung jawab. 

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Lengkap Pembunuhan Sadis di Sukoharjo, Jasad Dibakar di Mobil dan ATM Dikuras

Fakta Lengkap Pembunuhan Sadis di Sukoharjo, Jasad Dibakar di Mobil dan ATM Dikuras

Regional
Kronologi Pemuda di Kalsel Tewas Diduga akibat Disengat Tawon

Kronologi Pemuda di Kalsel Tewas Diduga akibat Disengat Tawon

Regional
Beredar Video Diduga 2 Pendaki yang Foto Bugil di Gunung Gede Pangrango Minta Maaf

Beredar Video Diduga 2 Pendaki yang Foto Bugil di Gunung Gede Pangrango Minta Maaf

Regional
Kisah 4 Bocah Gizi Buruk dan Kuper, Hidup Terasing dengan Ibu ODGJ dan Ayah Pemarah

Kisah 4 Bocah Gizi Buruk dan Kuper, Hidup Terasing dengan Ibu ODGJ dan Ayah Pemarah

Regional
Seorang Polisi Ditangkap Warga Usai Diduga Menggunakan Narkoba

Seorang Polisi Ditangkap Warga Usai Diduga Menggunakan Narkoba

Regional
Kronologi Petani Adang Truk Pupuk Bersubsidi di Tuban, Berawal Hoaks Pupuk Langka

Kronologi Petani Adang Truk Pupuk Bersubsidi di Tuban, Berawal Hoaks Pupuk Langka

Regional
Tutup Dolly lalu Dijadikan Pasar Burung, Risma: Saya Mohon Maaf...

Tutup Dolly lalu Dijadikan Pasar Burung, Risma: Saya Mohon Maaf...

Regional
6 Pemerkosa Remaja 15 Tahun hingga Hamil Ditangkap, 1 Pelaku Masih Buron

6 Pemerkosa Remaja 15 Tahun hingga Hamil Ditangkap, 1 Pelaku Masih Buron

Regional
Tarik-menarik dengan Buaya, Titus Selamatkan Nyawa Sang Adik yang Diterkam

Tarik-menarik dengan Buaya, Titus Selamatkan Nyawa Sang Adik yang Diterkam

Regional
Ramai-ramai Kepala Daerah Bermedia Sosial, dari Emil hingga Ganjar Pranowo, Ini Analisis Drone Emprit

Ramai-ramai Kepala Daerah Bermedia Sosial, dari Emil hingga Ganjar Pranowo, Ini Analisis Drone Emprit

Regional
Video Viral Seorang Nenek Dipukul Saat Berteduh, Polisi Lakukan Penyelidikan

Video Viral Seorang Nenek Dipukul Saat Berteduh, Polisi Lakukan Penyelidikan

Regional
Rekor Tertinggi di Garut, Pasien Corona Bertambah 110 Orang

Rekor Tertinggi di Garut, Pasien Corona Bertambah 110 Orang

Regional
5 Fakta Tewasnya Yulia, Dibunuh di Kandang Ayam, Ditemukan Dalam Mobil Terbakar

5 Fakta Tewasnya Yulia, Dibunuh di Kandang Ayam, Ditemukan Dalam Mobil Terbakar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pendaki Berfoto Bugil, Dilaporkan ke Polisi | Pedagang Mainan Bayar Pajak Pakai Uang Koin

[POPULER NUSANTARA] Pendaki Berfoto Bugil, Dilaporkan ke Polisi | Pedagang Mainan Bayar Pajak Pakai Uang Koin

Regional
Peringatan Hari Santri Nasional 2020 di Jateng Digelar Virtual

Peringatan Hari Santri Nasional 2020 di Jateng Digelar Virtual

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X