Ketakutan Saat Gempa, Dosen Melompat dari Lantai 2, Kakinya Patah

Kompas.com - 10/10/2019, 19:36 WIB
Sejumlah bangunan kantor pemerintahan di kawasan Passo, Kecamatan Baguala Ambon rusak parah akibat gempa berkekuatan 5,2 magnitudo yang mengguncnag Kota AMbon dan sekitarnya, Kamis (10/10/2019) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYSejumlah bangunan kantor pemerintahan di kawasan Passo, Kecamatan Baguala Ambon rusak parah akibat gempa berkekuatan 5,2 magnitudo yang mengguncnag Kota AMbon dan sekitarnya, Kamis (10/10/2019)

AMBON,KOMPAS.com-Seorang dosen di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Trinitas Ambon bernama Thomas Ngobut mengalami cedera kaki kiri setelah berusaha melompat dari atas lantai dua gedung kampus tersebut.

Korban nekat melompat dari lantai dua gedung kampus tersebut untuk menyelamatkan diri saat gempa magnitudo 5,2 mengguncang Kota Ambon dan sekitarnya, Kamis (10/10/2019).

“Iya betul tadi ada dosen STIA yang kakinya patah karena melompat dari atas gedung kampus,”kata Stevanus salah seorang warga Halong, Kecamatan Baguala Ambon saat dikonfirmasi, Kamis malam.

Baca juga: Gempa Ambon, Sejumlah Kantor Pemerintahan dan Rumah Warga Hancur

Stevanus mengatakan, beberapa saat setelah kejadian itu korban langsung dibawa oleh sejumlah warga ke Halong Atas untuk dilakukan pertolongan.

“Korban diurut karena kaki kirinya patah, tidak tahu sekarang sudah di rumah sakit atau tidak,”ujarnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Ambon Demy Paays membenarkan ada korban yang melompat dari lantai dua gedung kampus, namun dia tidak menjelaskan secara detail identitas korban dan juga lokasi kampus kejadian itu terjadi.

“Saya dapat laporan barusan dari warga kalau ada yang melompat dari lantai dua gedung kampus, tapi kondisinya bagaimana saya belum tahu,” ujarnya.

Baca juga: Gempa Ambon Tak Berpotensi Tsunami, Warga Diimbau Jangan Percaya Hoaks

Diberitakan sebelumnya, 8 gempa susulan mengguncang Kota Ambon dan sekitarnya pada Kamis siang (10/10/2019).

Gempa tersebut membuat warga di Kota Ambon panik berhamburan keluar dari rumah-rumah mereka untuk mencari tempat aman.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon mencatat, dari data sementara, seorang warga meninggal dunia dan sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka. Akibat gempa tersebut pusat-pusat perekonomian di Kota Ambon tutup.

Gempa yang terjadi juga memaksa ribuan warga Kota Ambon kembali mengungsi ke sejumlah tempat ketinggian. 

 

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X