Polisi Geledah Rumah Penusuk Wiranto di Brebes

Kompas.com - 10/10/2019, 16:25 WIB
Warga berkerumun di sekitar kediaman orang tua Fitri Diana yang sedang diperiksa polisi  di RT 7, RW 2 Desa Sitanggal, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Kamis (10/10/2019) KOMPAS.com/Tresno SetiadiWarga berkerumun di sekitar kediaman orang tua Fitri Diana yang sedang diperiksa polisi di RT 7, RW 2 Desa Sitanggal, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Kamis (10/10/2019)

BREBES, KOMPAS.com - Polisi menggeledah rumah FD, salah satu penusuk Menko Polhukam Wiranto, di Desa Sitangal, Brebes, Jateng, Kamis (10/10/2019). 

Rumah FD kemudian dipasang garis polisi. Kedatangan polisi membuat geger warga sekitar. 

Rupanya rumah salah satu warga di RT 7 RW 2 di desa tersebut adalah kediaman orang tua dari FD. 

FD sendiri diketahui sebagai salah satu penyerang Wiranto di Pandeglang, Banten, Kamis. 

Warga yang antusias menyaksikan kinerja polisi membuat repot tim kepolisian. Petugas kemudian membubarkan kerumunan warga. 

Area tersebut disterilkan untuk memudahkan pekerjaan kepolisian.

Hingga berita ini dibuat, orang tua FD yakni S dan C masih diperiksa polisi di dalam rumah.

Baca juga: Melacak Jejak Pelaku Penusukan Wiranto, Sewa Rumah di Dekat Alun-alun hingga Pura-pura Salaman

Kesaksian warga Pandeglang

Sebelumnya diberitakan, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto ditusuk oleh dua orang tidak dikenal, Kamis (10/10/2019) siang.

Peristiwa penusukan terjadi di Alun-alun Menes, Kabupaten Pandeglang, usai Wiranto menghadiri sebuah acara di Universitas Mathla'ul Anwar.

Seorang warga, Madrain (27) menyebut detik-detik penusukan terjadi sekitar pukul 12.00.

Saat itu, Wiranto baru turun dari mobil untuk naik helikopter kembali ke Jakarta. 

"Rombongan berhenti, beberapa orang ikut menjaga Wiranto ketika turun dari mobil, tiba-tiba ada satu orang tidak dikenal menusuk Pak Wiranto, lalu ada satu orang perempuan lagi bercadar yang berusaha untuk menusuk," kata Madrain, kepada wartawan di Alun-alun Menes, Kamis (10/10/2019).

Baca juga: Pelaku Penikam Wiranto Sembunyikan Kartu Identitas dari Ketua RT

Satu polisi ikut tertusuk

Usai ditusuk, Wiranto langsung ambruk.

Menurut apa yang dilihat Madrain, Wiranto ditusuk di bagian perut menggunakan pisau.

Wiranto dikabarkan langsung dibawa ke RSUD Berkah menggunakan helikopter.

Selain Wiranto, kata Madrain, satu orang polisi juga menjadi korban penusukan.

Sementara Kapolres Pandeglang AKBP Indra Indra Lustrianto Amstono belum bisa memberikan penjelasan saat dikonfirmasi.

"Saya belum bisa kasih penjelasan, nanti ya," kata dia ketika dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon.

Baca juga: Wiranto Ditusuk Usai Resmikan Gedung di Universitas Mathlaul Anwar Pandeglang

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Setelah Surati Ganjar, Pemkab Blora Bantu Bocah Disabilitas untuk Bersekolah dan Sembuh

Setelah Surati Ganjar, Pemkab Blora Bantu Bocah Disabilitas untuk Bersekolah dan Sembuh

Regional
Kadisdik Kabupaten Banjar Kalsel Meninggal Setelah Terinfeksi Covid-19

Kadisdik Kabupaten Banjar Kalsel Meninggal Setelah Terinfeksi Covid-19

Regional
Kuasa Hukum Akan Ajukan Penangguhan Penahanan Jerinx SID

Kuasa Hukum Akan Ajukan Penangguhan Penahanan Jerinx SID

Regional
Gedung Telkom Pekanbaru Kebakaran Sebabkan Telkomsel Lumpuh, Polisi Selidiki Kabel yang Terbakar

Gedung Telkom Pekanbaru Kebakaran Sebabkan Telkomsel Lumpuh, Polisi Selidiki Kabel yang Terbakar

Regional
Viral Pria Diduga ODGJ Diseret dari Pesawat, Bagaimana Bisa Terobos Masuk Bandara Lampung?

Viral Pria Diduga ODGJ Diseret dari Pesawat, Bagaimana Bisa Terobos Masuk Bandara Lampung?

Regional
13 Pengambil Paksa Jenazah di Makassar Divonis Hukuman Percobaan

13 Pengambil Paksa Jenazah di Makassar Divonis Hukuman Percobaan

Regional
Usai Rapat 17 Agustus, Remaja Asal Bogor Hilang Tenggelam

Usai Rapat 17 Agustus, Remaja Asal Bogor Hilang Tenggelam

Regional
BPPT Semai 40 Ton Garam untuk Ciptakan Hujan Buatan di Sumsel

BPPT Semai 40 Ton Garam untuk Ciptakan Hujan Buatan di Sumsel

Regional
Pemkot Malang Tracing Warga yang Rebut Jenazah Probable Covid-19

Pemkot Malang Tracing Warga yang Rebut Jenazah Probable Covid-19

Regional
Cinta Ditolak, Seorang Satpam Pilih Minum Racun Rumput

Cinta Ditolak, Seorang Satpam Pilih Minum Racun Rumput

Regional
Heran Anaknya Tak Pulang, Rupanya Terlibat Prostitusi Online, Tarif Rp 300.000-Rp 1 Juta

Heran Anaknya Tak Pulang, Rupanya Terlibat Prostitusi Online, Tarif Rp 300.000-Rp 1 Juta

Regional
Delapan PNS Polda Sumbar Positif Covid-19, RS Bhayangkara Ditutup untuk Umum

Delapan PNS Polda Sumbar Positif Covid-19, RS Bhayangkara Ditutup untuk Umum

Regional
Berstatus Zona Oranye Covid-19, Pemkot Surabaya Janji Tak Longgarkan Disiplin Protokol Kesehatan

Berstatus Zona Oranye Covid-19, Pemkot Surabaya Janji Tak Longgarkan Disiplin Protokol Kesehatan

Regional
Dimakamkan Tanpa Protokol Kesehatan, Pasien di Samarinda Ternyata Positif Covid-19

Dimakamkan Tanpa Protokol Kesehatan, Pasien di Samarinda Ternyata Positif Covid-19

Regional
Tol Padaleunyi Km 130 Tergenang hingga 50 cm, Jasa Marga Lakukan Rekayasa Lalu Lintas

Tol Padaleunyi Km 130 Tergenang hingga 50 cm, Jasa Marga Lakukan Rekayasa Lalu Lintas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X