Kompas.com - 10/10/2019, 14:57 WIB
Bupati Sukabumi Marwan Hamami (dua kiri) menyerahkan bantuan kepada pengungsi Wamena Papua di Gedung Pendopo Sukabuni, Jawa Barat, Kamis (10/10/2019). KOMPAS.COM/BUDIYANTOBupati Sukabumi Marwan Hamami (dua kiri) menyerahkan bantuan kepada pengungsi Wamena Papua di Gedung Pendopo Sukabuni, Jawa Barat, Kamis (10/10/2019).

SUKABUMI, KOMPAS.com - Bupati Sukabumi Marwan Hamami mengatakan, akan memfasilitasi warganya yang tidak akan kembali ke Wamena, Papua, dengan memberikan pelatihan keterampilan.

Pada Kamis (10/10/2019) ini, sebanyak 5 pengungsi dari Wamena asal warga Kabupaten Sukabumi tiba di Gedung Pendopo Kabupaten Sukabumi, yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi.

"Tergantung mereka, nanti akan kami arahkan bila ingin mempunyai keterampilan, kami dorong untuk diberikan pelatihan," kata Marwan, kepada wartawan, selesai menerima pengungsi di Sukabumi, Kamis (10/10/2019).

Baca juga: Cerita Warga Sumedang Korban Kerusuhan Wamena, Berharap Papua Kembali Damai

Pihaknya akan terus mendorong semangat dan memberikan motivasi agar kelima warga pengungsi ini bisa melihat peluang ke depan.

Juga, lanjut dia, tidak perlu kembali ke Wamena. Kalau di Sukabumi ada potensi pekerjaan yang sesuai ketika mereka di Wamena, bisa tetap di Sukabumi.

"Jangan jadi pekerja, karena mereka di sana juga sebagai wiraswasta seperti pedagang," tutur dia.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Yang jelas di Sukabumi ini banyak potensi peluang usaha, namun kembali kepada mereka," sambung dia.

Sementara Ijam (49) mengungkapkan rasa syukur bisa kembali ke Sukabumi dengan selamat.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu kepulangan dirinya bersama empat kerabatnya.

Baca juga: Posko Pengungsian Wamena Ditutup, 601 Warga Asal Sumbar Sampai di Kampung Halaman

Saat ini, dia masih belum mempunyai rencana akan melakukan pekerjaan atau usaha di Sukabumi.

Untuk sementara, dia akan beristirahat dan memulihkan pikirannya karena masih trauma peristiwa kerusuhan di Wamena.

"Saya masih trauma. Insya Allah kalau sudah kondusif mau balik lagi ke Wamena. Karena di sini juga belum ada usaha yang akan dikerjakan," kata Ijam, yang sudah 8 tahun merantau di Papua.

Pada kesempatan itu kelima pengungsi dari Wamena mendapatkan bantuan jaminan hidup selama 14 hari dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sukabumi dan bantuan uang dari Baznas Kabupaten Sukabumi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X