Mengenal Kantin CL, Tempat Nongkrong Asyik Mahasiswa Brawijaya

Kompas.com - 10/10/2019, 12:18 WIB
Kantin CL merupakan tempat favorit mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) nongkrong dan makan. KOMPAS.com/ANDI HARTIKKantin CL merupakan tempat favorit mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) nongkrong dan makan.

MALANG, KOMPAS.com – Suasana di Kantin CL, Kamis (12/9/2019), terlihat ramai. Kursi dan meja yang tersedia di kantin itu dipenuhi oleh mahasiswa.

Kantin CL merupakan tempat yang tidak asing lagi bagi mahasiswa Universitas Brawijaya (UB).

Kantin itu menjadi rujukan mahasiwa untuk makan atau hanya sekadar nongkrong sambil menikmati menu yang ada di kantin tersebut.

Ada yang sekadar makan terus pergi. Ada yang nongkrong sambil membicarakan studi mereka.

Terdapat 27 stan di kantin itu. Masing-masing stan menjual menu yang berbeda.

Hal ini supaya mahasiswa bebas memilih makanan yang disukainya.

Baca juga: Peran NU Rekatkan Persatuan dan Pembangunan Nasional dalam Kajian Akademisi Universitas Brawijaya

“Bermacam-macam menu. Kami rahkan ke menu-menu nusantara,” kata Plt General Manajer UB Kantin, Ali Budianto.

Penjual di kantin tersebut merupakan warga sekitar. Hanya ada beberapa warung makanan bermerek yang diperbolehkan menempati stan itu.

Seperti warung makan Cak Pier yang ada di antara deretan stan di kantin tersebut.

Supaya persaingan antar stan sehat, pengelola menerapkan kasir tunggal. Setiap mahasiswa yang membeli makanan atau minuman di kantin itu harus membayar ke kasir kantin.

“Dulu pesan bayarnya di tempat. Sekarang sudah tersentral bayarnya. Kasirnya tersentral,” kata dia.

Kantin itu buka setiap hari dari pukul 6.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.

Asal usul nama kantin

Kantin CL merupakan tempat favorit mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) nongkrong dan makan.KOMPAS.com/ANDI HARTIK Kantin CL merupakan tempat favorit mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) nongkrong dan makan.

Ali mengatakan, Kantin CL ada yang sekarang merupakan pengembangan dari kantin yang sudah ada sebelumnya.

Kantin yang semula hanya satu lantai, direnovasi menjadi dua latai seperti yang ada saat ini.

Menurut Ali, kantin itu terkenal dengan sebutan CL karena pernah menjadi tempatnya taksi Citra. CL merupakan kepanjangan dari Citra Land.

Ali mengatakan, saat kantin itu belum direnovasi dan taksi masih boleh masuk ke dalam kampus, sopir taksi Citra banyak yang mangkal di kantin itu.

Muncullah sebutan CL yang merupakan singkatan dari Citra Land.

“Karena dulu waktu taksi masih boleh masuk, ini tempat nongkrong taksi Citra. Taksi Citra masih bisa nongkrong di sini,” kata dia.

Pada tahun 2017, kantin itu direnovasi untuk dijadikan dua lantai. Lalu, pada 7 September 2017, kantin itu resmi ditempati dengan wajah baru.

7 September juga ditetapkan sebagai tanggal ulang tahun kantin itu.

Baca juga: Jangan Ngaku Anak Universitas Brawijaya kalau Tak Kenal Warung Lengko yang Legendaris

CL yang semula merupakan singkatan dari Citra Land dirubah menjadi Creative Land.

Pengelola lantas memberikan brand baru pada kantin itu dengan Cafetaria Creative Land (CL).

“Ini tempat nongkrongnya teman-teman diskusi dan mencari inspirasi. Rata-rata mereka sebelum dan sesudah kuliah, di sini,” kata dia.

Biasanya, pengelola kantin menggelar event kreatif di lokasi itu.

Tempat yang luas dengan halaman terbuka di bawah pohon rindang membuat kantin itu nyaman untuk menjadi tempat pertunjukan.

Kantin CL berada di bawah Badan Usaha Non Akademik (BUNA) Universitas Brawijaya (UB).

Selain Kantin CL, BUNA juga membawahi unit usaha Griya Brawijaya, UB Guest House, UB Café, UB Sport Center dan UB Media.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Baru Kepsek Perkosa Siswi SD, Gunakan 3 Foto Bugil untuk Mengancam

Fakta Baru Kepsek Perkosa Siswi SD, Gunakan 3 Foto Bugil untuk Mengancam

Regional
Polisi Jadi Imam Shalat di Penjara Viral, Diminta Tahanan hingga Terpaksa Direkam

Polisi Jadi Imam Shalat di Penjara Viral, Diminta Tahanan hingga Terpaksa Direkam

Regional
Polisi Temukan Batu di Tas BN, Pria Asal Sragen yang Tewas Mengapung di Teluk Penyu

Polisi Temukan Batu di Tas BN, Pria Asal Sragen yang Tewas Mengapung di Teluk Penyu

Regional
Cuaca Buruk, Hama Wereng Serang Puluhan Hektare Tanaman Padi di Jember

Cuaca Buruk, Hama Wereng Serang Puluhan Hektare Tanaman Padi di Jember

Regional
1,9 Juta Keluarga di Jawa Barat Tak Punya Rumah Layak

1,9 Juta Keluarga di Jawa Barat Tak Punya Rumah Layak

Regional
Insiden Pos TNI Diserang KKB, 3 Orang Tertembak, Diduga Pimpinan Egianus Kogoya

Insiden Pos TNI Diserang KKB, 3 Orang Tertembak, Diduga Pimpinan Egianus Kogoya

Regional
Tak Ada Jembatan, Warga Nekat Gotong Peti Jenazah Seberangi Sungai yang Banjir

Tak Ada Jembatan, Warga Nekat Gotong Peti Jenazah Seberangi Sungai yang Banjir

Regional
Penjelasan Sekolah soal 'Study Tour' yang Jadi Pemicu Pembunuhan Anak oleh Ayah

Penjelasan Sekolah soal "Study Tour" yang Jadi Pemicu Pembunuhan Anak oleh Ayah

Regional
Orangtua Balita Tanpa Kepala: Kami Dengar Jawaban yang Selama Ini Dicari-cari

Orangtua Balita Tanpa Kepala: Kami Dengar Jawaban yang Selama Ini Dicari-cari

Regional
Jebolan The Voice Indonesia Tendang Kepala Ibu, Adik Minta Tolong Tetangga hingga Pelaku Dibina

Jebolan The Voice Indonesia Tendang Kepala Ibu, Adik Minta Tolong Tetangga hingga Pelaku Dibina

Regional
Sejak Januari 2020, 300 Jemaah Minta Rekomendasi Umrah pada Kemenag Jember

Sejak Januari 2020, 300 Jemaah Minta Rekomendasi Umrah pada Kemenag Jember

Regional
Hidup Sebatang Kara, Murtinah Penderita Katarak Kini Bisa Melihat Dunia

Hidup Sebatang Kara, Murtinah Penderita Katarak Kini Bisa Melihat Dunia

BrandzView
Jemaah Umrah asal Pamekasan Terkejut Batal Diberangkatkan

Jemaah Umrah asal Pamekasan Terkejut Batal Diberangkatkan

Regional
7 Jam Pria Ini Mematung di Pinggir Jalan Meski Diguyur Hujan, Ternyata...

7 Jam Pria Ini Mematung di Pinggir Jalan Meski Diguyur Hujan, Ternyata...

Regional
Transit di Singapura, Jemaah Umrah dari Surabaya Kembali ke Indonesia

Transit di Singapura, Jemaah Umrah dari Surabaya Kembali ke Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X