Bupati Madiun Carikan Pekerjaan Pengungsi yang Tak Kembali ke Wamena

Kompas.com - 10/10/2019, 09:04 WIB
Bupati Madiun, Ahmad Dawami berbincang dengan enam pengungsi Wamena asal Kabupaten Madiun yang pulang menumpang pesawat domestik turun di Bandara Juanda Surabaya. Enam pengungsi dijemput di Bandara Juanda oleh tim Dinas Sosial Kabupaten Madiun, Rabu ( 9/10/2019) malam. KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWIBupati Madiun, Ahmad Dawami berbincang dengan enam pengungsi Wamena asal Kabupaten Madiun yang pulang menumpang pesawat domestik turun di Bandara Juanda Surabaya. Enam pengungsi dijemput di Bandara Juanda oleh tim Dinas Sosial Kabupaten Madiun, Rabu ( 9/10/2019) malam.

MADIUN, KOMPAS.com - Bupati Madiun, Ahmad Dawami menyatakan, akan mencarikan pekerjaan bagi pengungsi asal Madiun yang tidak kembali ke Wamena.

Total warga Kabupaten Madiun yang sudah kembali ke kampung halamannya mencapai 19 orang. 

"Nanti kami pantau terus setelah para pengungsi dari Wamena kembali ke kampung halamannya masing-masing. Kalau pengungsi yang ingin tetap tinggal di sini maka kami upayakan memberikan pekerjaan," kata Ahmad Dawami yang biasa akrab disapa Kaji Mbing, disela-sela menerima enam pengungsi Wamena di Pendopo Muda Graha, Rabu (9/10/2019) malam. 

Enam orang pengungsi terdiri dua orang perempuan, tiga anak laki-laki dan satu anak perempuan keluar dari Wamena melalui Jayapura.

Baca juga: Ridwan Kamil Jamu Makan Malam Warga Jabar Korban Kerusuhan Wamena

 

Enam warga Jiwan, Kecamatan Jiwan, itu pulang ke Jawa Timur menumpang pesawat domestik dan mendarat di Bandara Juanda.

Setelah tiba di Bandara Juanda, enam pengungsi dijemput tim Dinas Sosial Kabupaten Madiun menggunakan dua minibus. Mereka tiba di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun sekitar pukul 22.00 WIB.

Tak hanya mencarikan pekerjaan, kata Kaji Mbing, Pemkab Madiun juga akan membantu pemulihan psikis masing-masing pengungsi bila mengalami traumatik.

Dengan demikian, warga asli Kabupaten Madiun yang mengungsi dari Wamena tidak terus larut dalam kedukaan. 

Ia mencontohkan, satu pengungsi Wamena asal Kecamatan Pilangkenceng yang kembali ke kampung halamannya kondisi psikisnya sudah normal.

Untuk membantu pemulihan kejiwaan para pengungsi, ia menugaskan petugas dinas sosial, camat dan kepala desa mendatangi rumah para pengungsi. 

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Haru, Nadif Ikuti Wisuda Virtual Seorang Diri di Makam Sang Ayah, Ini Ceritanya

Haru, Nadif Ikuti Wisuda Virtual Seorang Diri di Makam Sang Ayah, Ini Ceritanya

Regional
Deforestasi, Burung Migran dan Ancaman 'Bird Strike' di Bandara Kualanamu

Deforestasi, Burung Migran dan Ancaman "Bird Strike" di Bandara Kualanamu

Regional
Kisah Pilu 2 Nelayan Tersambar Petir Saat Melaut di Atas Kapal, Satu Orang Tewas

Kisah Pilu 2 Nelayan Tersambar Petir Saat Melaut di Atas Kapal, Satu Orang Tewas

Regional
'Kalau Pemerintah Bisa Bagi Vaksin Sebelum Proses Belajar, Kami Setuju KBM Tatap Muka'

"Kalau Pemerintah Bisa Bagi Vaksin Sebelum Proses Belajar, Kami Setuju KBM Tatap Muka"

Regional
Bupati Situbondo Tertular Covid-19, Puluhan Pejabat Lakukan Tes Swab

Bupati Situbondo Tertular Covid-19, Puluhan Pejabat Lakukan Tes Swab

Regional
Mantan Pegawai Bank Bikin Investasi Bodong, Larikan Uang Rp 15 Miliar Milik 15 Korban

Mantan Pegawai Bank Bikin Investasi Bodong, Larikan Uang Rp 15 Miliar Milik 15 Korban

Regional
Hakim Tolak Eksepsi Wasmad, Sidang Kasus Konser Dangdut Tegal Dilanjutkan

Hakim Tolak Eksepsi Wasmad, Sidang Kasus Konser Dangdut Tegal Dilanjutkan

Regional
PSBB di Kabupaten Bogor Diperpanjang, Belajar dari Kasus Acara Rizieq Shihab

PSBB di Kabupaten Bogor Diperpanjang, Belajar dari Kasus Acara Rizieq Shihab

Regional
Di Yogyakarta, Saluran Irigasi Penuh Sampah Diubah Jadi Habitat Ikan, Hasilkan Rp 48 Juta Per Panen

Di Yogyakarta, Saluran Irigasi Penuh Sampah Diubah Jadi Habitat Ikan, Hasilkan Rp 48 Juta Per Panen

Regional
Korban Terakhir yang Tenggelam di Bendungan Cikanteh Sukabumi Ditemukan

Korban Terakhir yang Tenggelam di Bendungan Cikanteh Sukabumi Ditemukan

Regional
Cerita Ayu, Rekening Ratusan Juta Dikuras Usai Dapat Bonus Pulsa Rp 100.000

Cerita Ayu, Rekening Ratusan Juta Dikuras Usai Dapat Bonus Pulsa Rp 100.000

Regional
Angka Kematian Covid-19 di Solo Capai 97 Orang, Didominasi Penyakit Bawaan

Angka Kematian Covid-19 di Solo Capai 97 Orang, Didominasi Penyakit Bawaan

Regional
Mengajar di TK Selama 57 Tahun, Nenek Chamimah Jadi Sarjana di Usia 78 Tahun, Ini Kisahnya

Mengajar di TK Selama 57 Tahun, Nenek Chamimah Jadi Sarjana di Usia 78 Tahun, Ini Kisahnya

Regional
Penipu Modus Jadi Tim Satgas Covid-19 di Padang, Mengincar Perhiasan Korban

Penipu Modus Jadi Tim Satgas Covid-19 di Padang, Mengincar Perhiasan Korban

Regional
Cerita Rasiti Temukan Naskah Kuno Berusia 200 Tahun Warisan Keluarga, Belum Diketahui Isinya

Cerita Rasiti Temukan Naskah Kuno Berusia 200 Tahun Warisan Keluarga, Belum Diketahui Isinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X