Dendam, Pria Ini 3 Tahun Rencanakan Bunuh Suami dari Mantan Istri

Kompas.com - 10/10/2019, 06:30 WIB
Ilustrasi iStockphotoIlustrasi

AMUNTAI, KOMPAS.com - Seorang pria berinisial RY (39) di Amuntai, Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan (Kalsel), menghabisi suami mantan istrinya, RD (49), Rabu (9/10/2019).

Kasat Reskrim Polres HSU Iptu Komaruddin mengatakan, pelaku dendam terhadap korban karena korban merebut mantan istrinya.

"Jadi pelaku ini sakit hati karena (mantan) istrinya direbut oleh korban, sehingga pelaku dendam dan menghabisi korban," ujar Komaruddin, saat dikonfirmasi, Rabu malam.

Baca juga: Diduga Dibunuh, Kuasa Hukum Walhi Tangani Kasus Perizinan Pembukaan Kawasan Hutan untuk PLTA dan Pembalakan Liar

Menurut Komaruddin, pembunuhan ini sudah direncanakan RY sejak 3 tahun lalu.

Awalnya, RY sakit dan dirawat inap di rumah sakit beberapa hari karena mengalami kecelakaan sepeda motor.

Namun, bukannya merawat RY di rumah sakit, sang istri justru pergi meninggalkan RY dan kabur bersama RD.

Keluar dari rumah sakit, RY semakin dendam setelah beredar kabar istrinya sudah dinikahi oleh RD.

RY menunggu sangat lama untuk menghabisi RD. Kesempatan itu akhirnya datang saat RY mengetahui RD sedang berada di Terminal Banua Lima, Amuntai. Saat itu korban sedang bermain catur.

"Pelaku melihat korban bermain catur di terminal, pelaku pulang mengambil pisau dan kembali ke terminal dengan maksud membunuh korban," ujar Komaruddin.

RY menghabisi RD dengan cara melukai leher korban dengan pisau. RD sempat berontak. Namun, RY kemudian menusukkan pisau ke pinggang RD.

Baca juga: 6 Fakta Kuasa Hukum Walhi Sumut Tewas, Diduga Dibunuh hingga Polisi Minta Izin Otopsi

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmikan Program Air Bersih di 2 Dusun, Bupati Luwu Utara Harap Kesehatan Masyarakat Terjamin

Resmikan Program Air Bersih di 2 Dusun, Bupati Luwu Utara Harap Kesehatan Masyarakat Terjamin

Regional
2 Kru Sempat Lari Sebelum Helikopter TNI AD Meledak di Kendal

2 Kru Sempat Lari Sebelum Helikopter TNI AD Meledak di Kendal

Regional
Bupati Banyumas Wacanakan ASN Wajib Gunakan Sepeda ke Kantor

Bupati Banyumas Wacanakan ASN Wajib Gunakan Sepeda ke Kantor

Regional
Fakta Lengkap Helikopter TNI AD Jatuh di Kendal, Gelar Misi Latihan hingga 4 Orang Meninggal

Fakta Lengkap Helikopter TNI AD Jatuh di Kendal, Gelar Misi Latihan hingga 4 Orang Meninggal

Regional
Detik-detik Helikopter TNI AD Jatuh dan Meledak di Kendal

Detik-detik Helikopter TNI AD Jatuh dan Meledak di Kendal

Regional
Saksi Mata: Helikopter TNI AD Terbang Rendah, Semakin Rendah, Lalu Jatuh

Saksi Mata: Helikopter TNI AD Terbang Rendah, Semakin Rendah, Lalu Jatuh

Regional
Helikopter TNI AD yang Jatuh di Kendal Bawa 9 Penumpang

Helikopter TNI AD yang Jatuh di Kendal Bawa 9 Penumpang

Regional
Diguyur Hujan Deras, 4 Kecamatan di Luwu Terendam Banjir

Diguyur Hujan Deras, 4 Kecamatan di Luwu Terendam Banjir

Regional
Helikopter Jatuh dan Meledak di Kendal, 5 Luka Berat, 4 Meninggal

Helikopter Jatuh dan Meledak di Kendal, 5 Luka Berat, 4 Meninggal

Regional
Helikopter TNI AD Jatuh di Kendal, 4 Orang Meninggal

Helikopter TNI AD Jatuh di Kendal, 4 Orang Meninggal

Regional
Curah Hujan Tinggi, Ratusan Rumah di Tiga Kecamatan Terendam Banjir

Curah Hujan Tinggi, Ratusan Rumah di Tiga Kecamatan Terendam Banjir

Regional
Hendak Pulang ke Negaranya, WNA asal Italia Dinyatakan Positif Corona

Hendak Pulang ke Negaranya, WNA asal Italia Dinyatakan Positif Corona

Regional
Helikopter TNI AD Jatuh, Meledak, dan Terbakar di Kendal

Helikopter TNI AD Jatuh, Meledak, dan Terbakar di Kendal

Regional
2 Warga Purbalingga Ditangkap karena Sebar Hoaks Penampakan Pocong, Berawal dari Status WhatsApp

2 Warga Purbalingga Ditangkap karena Sebar Hoaks Penampakan Pocong, Berawal dari Status WhatsApp

Regional
Pasien Reaktif Mengamuk karena Terlalu Lama Dikarantina, Gugus Tugas: Antrean Sampel Banyak

Pasien Reaktif Mengamuk karena Terlalu Lama Dikarantina, Gugus Tugas: Antrean Sampel Banyak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X