Ada Dugaan Pungli terhadap Pengungsi Gempa Maluku, Ini Penjelasannya

Kompas.com - 09/10/2019, 22:14 WIB
Pengungsi gempa di Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Kabuopaten Maluku Tengah masih bertahan di lokasi ketinggian di desa tersebut, Sabtu (5/10/2019) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYPengungsi gempa di Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Kabuopaten Maluku Tengah masih bertahan di lokasi ketinggian di desa tersebut, Sabtu (5/10/2019)

AMBON, KOMPAS.com - Pengungsi korban gempa yang saat ini mengungsi di perbukitan Dusun Kelapa Dua, Desa Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, menyebut, telah terjadi dugaan praktik pungutan liar terhadap para pengungsi saat pembagian bantuan di lokasi pengungsian itu.

Para pengungsi mengaku, untuk mendapat bantuan, setiap pengungsi dipungut biaya Rp 2.000 setiap orang.

Saat ini, ada ratusan kepala keluarga atau lebih dari 1.200 jiwa yang mengungsi di lokasi pengungsian tersebut.

“Betul itu, saat bantuan masuk kemarin itu kami diminta kumpul uang masing-masing Rp 2.000 untuk mendapat bantuan itu,” kata seorang pengungsi yang enggan namanya dipublikasi, kepada Kompas.com, Rabu (9/10/2019).

Baca juga: Nasib Pengungsi Gempa di Seram Barat, Mau Dapat Bantuan Harus Angkat Parang...

Dia mengaku, pungutan dilakukan oleh oknum petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Seram Bagian Barat dan kepala dusun setempat.

“Alasannya untuk membeli katong plastik, karena tidak ada kantong plastik untuk mengisi bantuan, tapi itu kan pungutan liar,” ujar dia.

Namun, pengungsi lainnya tidak keberatan dengan hal itu, sebab keputusan memungut uang dari semua pengungsi di lokasi itu telah disetujui para pengungsi untuk pengadaan kantong plastik.

“Iya, itu untuk beli kantong plastik dan sudah kami setujui semua,” ujar WS, salah seorang pengungsi yang dihubungi secara terpisah.

Dugaan adanya praktik pungli di lokasi pengungsian itu ikut menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah informasi tersebut diunggah di Facebook dan dibagikan di grup-grup WhatsApp.

Terkait kasus tersebut, Kepala BPBD Seram Bagian Barat, Nasir Suruali, kepada Kompas.com membantah petugasnya di lapangan telah memungut biaya dari para pengungsi di lokasi pengungsian di dusun tersebut.

“Tidak benar itu, saya langsung hubungi kepala dusun di sana dan tidak ada petugas BPBD lakukan hal itu,” ujar dia.

Sementara, Kepala Dusun Kelapa Dua, Abduh Rakib Narahaubun yang dikonfirmasi terkait masalah tersebut mengaku pengumpulan uang sebesar Rp 2.000 dari setiap pengungsi dilakukan atas persetujuan para pengungsi sendiri untuk pengadaan kantong plastik.

Dia membantah jika petugas BPBD Seram Bagian Barat telah melakukan pemungutan liar terhadap para pengungsi seperti yang ramai diperbincangkan.

“Oh itu salah, itu hoaks, jadi begini, itu beta (saya) kebetulan ada yang pasang posko di situ, ada bantuan dari warga Hindu Buddha di Ambon, mereka datang ke saya bawa sembako tapi itu dalam keadaan utuh, masih dalam karung semua,” ungkap Abduh.

Baca juga: BPBD: Hoaks Tsunami Picu Bertambahnya Jumlah Pengungsi Gempa Maluku

Karena bantuan tersebut masih dalam karung dan butuh dipaketkan kepada seluruh pengungsi, maka dia mengambil keputusan untuk meminta pengungsi mengumpulkan uang guna pengadaan kantong plastik.

“Beta sebagai kepala dusun pungut dari semua pengungsi yang ada untuk memaket bantuan itu dan itu mereka telah setuju semua, nanti sisianya kami paket lagi untuk bantuan lain,” ungkap Abduh.

Dia pun menyayangkan ada warganya yang menyebarkan informasi seolah-olah terjadi pungutan liar terhadap para pengungsi.

”Itu yang bilang begitu akan kita laporkan dia secara hukum, dia orang di sini, dia kurang ajar,” ujar dia.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemuda 19 Tahun Tewas dengan Tubuh Penuh Luka, Diduga Dianiaya Sejumlah Temannya

Pemuda 19 Tahun Tewas dengan Tubuh Penuh Luka, Diduga Dianiaya Sejumlah Temannya

Regional
Kisah Dalang Jenggleng, Gunakan Cara Abnormal hingga Kuis Berhadiah

Kisah Dalang Jenggleng, Gunakan Cara Abnormal hingga Kuis Berhadiah

Regional
Ini Sosok di Balik Heboh Pasutri di Cianjur Bayar Persalinan Pakai Uang Koin

Ini Sosok di Balik Heboh Pasutri di Cianjur Bayar Persalinan Pakai Uang Koin

Regional
Reklamasi Laut di Bangka, Ada Sarang untuk Cumi Bertelur

Reklamasi Laut di Bangka, Ada Sarang untuk Cumi Bertelur

Regional
Polisi Bisa Identifikasi Kerangka Manusia di Rumah Kosong Bandung, Asal...

Polisi Bisa Identifikasi Kerangka Manusia di Rumah Kosong Bandung, Asal...

Regional
Kerangka Manusia Ditemukan Duduk di Sofa, Tetangga: Harusnya Ada Lalat dan Bau

Kerangka Manusia Ditemukan Duduk di Sofa, Tetangga: Harusnya Ada Lalat dan Bau

Regional
Melacak Jejak Pembalakan Liar Hutan Lindung Sendiki yang Mulai Gundul

Melacak Jejak Pembalakan Liar Hutan Lindung Sendiki yang Mulai Gundul

Regional
PHRI Manggarai Barat Dukung Rencana Jokowi soal G20 di Labuan Bajo

PHRI Manggarai Barat Dukung Rencana Jokowi soal G20 di Labuan Bajo

Regional
Cerita Ganjar Soal Deklarasi Keraton Agung Sejagat: Kena Hukum Alam Kalau Tak Dukung, Wah, Ini Nakut-Nakutin

Cerita Ganjar Soal Deklarasi Keraton Agung Sejagat: Kena Hukum Alam Kalau Tak Dukung, Wah, Ini Nakut-Nakutin

Regional
Jokowi Akan Serahkan 2.500 Sertifikat Tanah untuk Warga Manggarai Barat

Jokowi Akan Serahkan 2.500 Sertifikat Tanah untuk Warga Manggarai Barat

Regional
2 Pekan Tak Hujan, Lahan Padi di Jember Retak karena Kekeringan

2 Pekan Tak Hujan, Lahan Padi di Jember Retak karena Kekeringan

Regional
29 Pemuda Satu Kampung Diamankan Polisi, 19 Orang Positif Narkoba dan 10 Orang Beli Sabu

29 Pemuda Satu Kampung Diamankan Polisi, 19 Orang Positif Narkoba dan 10 Orang Beli Sabu

Regional
Wali Kota Hendi Berikan Penghargaan kepada 2 Dalang Wayang Potehi

Wali Kota Hendi Berikan Penghargaan kepada 2 Dalang Wayang Potehi

Regional
Situs PN Kepanjen Diretas, Isinya Protes Kasus Pelajar yang Bunuh Begal

Situs PN Kepanjen Diretas, Isinya Protes Kasus Pelajar yang Bunuh Begal

Regional
BKSDA Terima Owa Langka dari Warga, Pemilik Mengaku Tidak Tega

BKSDA Terima Owa Langka dari Warga, Pemilik Mengaku Tidak Tega

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X