Populasi Elang Jawa di Gunung Ciremai Terus Bertambah, Kini Capai 29 Ekor

Kompas.com - 09/10/2019, 20:59 WIB
Kepala BTNGC, Kuswandono (50), menerangkan kondisi kebakaran yang terjadi pada Agustus 2019 lalu. Sejumlah vegetasi di hutan Gunung Ciremai turut terbakar. KOMPAS.com/MUHAMAD SYAHRI ROMDHONKepala BTNGC, Kuswandono (50), menerangkan kondisi kebakaran yang terjadi pada Agustus 2019 lalu. Sejumlah vegetasi di hutan Gunung Ciremai turut terbakar.

 

KUNINGAN, KOMPAS.com – Populasi satwa langka elang jawa di Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, terus bertambah.

Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) mencatat, hingga Oktober 2019, ada 29 ekor elang jawa.

Kepala BTNGC Kuswandono menyampaikan, perkembangan populasi hewan dengan kategori terancam punah itu menunjukan kabar baik.

Kuswandono menunjukkan tabel hasil penelitian yang dibuat tim spesialis elang jawa BTNGC.

Baca juga: Ini Fakta Baru Kebakaran Hutan Gunung Panderman, Kembali Terbakar hingga Rusak Habitat Elang Jawa

Di tahun 2015, ada 19 ekor elang jawa yang terdata. Jumlah itu meningkat mencapai 29 ekor pada Oktober 2019. Dalam kurun waktu lima tahun, ada penambahan sebanyak 10 ekor elang jawa.

“Perkembangan populasi elang jawa itu berada di sepuluh titik pemantauan. Enam titik pemantauan berada di Kabupaten Kuningan, dan empat titik pemantauan lainnya berada di Kabupaten Majalengka,” kata Kuswandono kepada Kompas.com di kantor BTNGC Selasa (8/10/2019).

Pria yang baru berusia genap 50 itu optimistis, populasi elang jawa di Gunung Ciremai akan terus bertambah.

Penambahan itu dapat berasal dari perkembangbiakan dan juga berasal dari luar titik pemantauan yang belum terdata.

Perkembangan populasi elang jawa yang cukup signifikan itu, kata Kus, menjadi indikasi bahwa Gunung Ciremai memiliki daya dukung habitat elang jawa yang bagus.

Sejumlah hewan yang menjadi mangsanya juga tersedia, antara lain: tupai, burung puyuh, tikur, ular, kadal, dan lainnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lokasi Pemusnahan Bom di Hamparan Perak Dikerumuni Warga

Lokasi Pemusnahan Bom di Hamparan Perak Dikerumuni Warga

Regional
Bangkai Babi dari Sumut Lintasi Sungai Aceh, Warga Resah dan Takut Makan Ikan

Bangkai Babi dari Sumut Lintasi Sungai Aceh, Warga Resah dan Takut Makan Ikan

Regional
Kadus: Lokasi Penemuan Yoni di Situs Candi Bowo Pernah Jadi Permukiman, Ditinggal Warga Sejak 1952

Kadus: Lokasi Penemuan Yoni di Situs Candi Bowo Pernah Jadi Permukiman, Ditinggal Warga Sejak 1952

Regional
Proyek Penyulingan Air Laut Rp 14 M Tak Berfungsi, Warga Pulau Ende Minum Air Asin

Proyek Penyulingan Air Laut Rp 14 M Tak Berfungsi, Warga Pulau Ende Minum Air Asin

Regional
Wisuda di Usia 85 Tahun, Kakek La Oede Jadi Sarjana Sastra Indonesia...

Wisuda di Usia 85 Tahun, Kakek La Oede Jadi Sarjana Sastra Indonesia...

Regional
Truk Roda 10 Disinyalir Jadi Penyebab Kelangkaan Solar di Sumbar

Truk Roda 10 Disinyalir Jadi Penyebab Kelangkaan Solar di Sumbar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Polisi Tangkap Pelaku Pelempar Sperma di Tasikmalaya | Kakek Diwisuda pada Usia 85 Tahun

[POPULER NUSANTARA] Polisi Tangkap Pelaku Pelempar Sperma di Tasikmalaya | Kakek Diwisuda pada Usia 85 Tahun

Regional
Teror Harimau Hantui Warga Sumsel, Apa Penyebabnya?

Teror Harimau Hantui Warga Sumsel, Apa Penyebabnya?

Regional
Aktivis Antikorupsi di Aceh Tengah Hilang 10 Hari, Motor Ditemukan di Warnet

Aktivis Antikorupsi di Aceh Tengah Hilang 10 Hari, Motor Ditemukan di Warnet

Regional
5 Fakta Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Media Sosial hingga Pelaku Melawan Saat Ditangkap

5 Fakta Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Media Sosial hingga Pelaku Melawan Saat Ditangkap

Regional
Fakta Lengkap Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Fakta Lengkap Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Regional
Ditjen Perkeretaapian: Longsor di Proyek Double Track Diduga Karena Faktor Alam, Pekerjaan Sementara Dihentikan

Ditjen Perkeretaapian: Longsor di Proyek Double Track Diduga Karena Faktor Alam, Pekerjaan Sementara Dihentikan

Regional
Sepekan Terakhir Selalu Diserang OTK, Perkuliahan di Kampus UMI Tetap Berjalan

Sepekan Terakhir Selalu Diserang OTK, Perkuliahan di Kampus UMI Tetap Berjalan

Regional
Tetangga Ungkap Kegiatan Ibu Remaja Keterbelakangan Mental yang Ditemukan Tewas Terkubur di Pekarangan,

Tetangga Ungkap Kegiatan Ibu Remaja Keterbelakangan Mental yang Ditemukan Tewas Terkubur di Pekarangan,

Regional
Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir Ajak Mendikbud Mencerdaskan Bangsa

Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir Ajak Mendikbud Mencerdaskan Bangsa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X