Polda Aceh Ungkap Kasus Korupsi Bantuan Pembasmi Hama Kopi, 4 Orang Jadi Tersangka

Kompas.com - 09/10/2019, 17:01 WIB
Kombes Pol T. Saladin Dirkrimsus  (kiri) dan Kombes Pol Ery Apriyono Kabid Humas Polda Aceh dalam komprensi pers di Polda Aceh, Rabu (09/10/2019) memperlihatkan bang bukti unag  Rp 2 Milyar yang diamankan dari tersangka kasus korupsi pada Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bener Meriah, KOMPAS.COM/TEUKU UMARKombes Pol T. Saladin Dirkrimsus (kiri) dan Kombes Pol Ery Apriyono Kabid Humas Polda Aceh dalam komprensi pers di Polda Aceh, Rabu (09/10/2019) memperlihatkan bang bukti unag Rp 2 Milyar yang diamankan dari tersangka kasus korupsi pada Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bener Meriah,

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh mengungkap kasus dugaan korupsi program bantuan alat pembasmi hama kopi pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bener Meriah.

Dari empat tersangka, polisi mengamankan barang bukti uang tunai sebesar Rp 2 miliar dan dua setifikat tanah senilai Rp 2 miliar lebih. 

“Hari ini gelar penanganan kasus korupsi pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bener Meriah yang ditangani sejak tahun 2016 lalu,” kata Kombes Pol Ery Apriyono, Kabid Humas Polda Aceh dalam komprensi pers, Rabu (9/10/2019).

Baca juga: Bupati Lampung Utara Pernah Dilaporkan ke KPK Dugaan Korupsi Rp 600 Miliar

Menurut Ery, program bantuan alat pembasmi hama kopi pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bener Meriah itu bersumber dari APBN Tahun 2018 sebesar Rp 48 miliar.

Tersangka melakukan tindak pidana korupsi dengan cara menggelembungkan harga alat dan cairan pembasmi hama kopi itu hingga dua kali lipat.

“Tersangka menggelembungkan harga alat dan serbuk penangkap hama kopi dua kali lipat dari harga distributor,” katanya.

Masih Kata Ery, akibat korupsi itu, negara mengalami kerugian sebesar Rp 16 miliar lebih.

“Kerugian negara dalam kasus tindak pidana korupsi pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bener Meriah sekitar Rp 16 miliar,” sebutnya.

Sementara itu, empat tersangka korupsi itu antara lain AR selaku kuasa pengguna anggaran; T, pejabat pembuat komitmen (PPK) pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bener Meriah tahun 2015; MU, rekanan dan; TJ, rekanan penerima subkontrak pekerjaan.

Baca juga: Istri Wakil Bupati Bone Jadi Tersangka Dugaan Korupsi PAUD Rp 4,9 Miliar

 

Para tersangka dijerat Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 ayat 1 KUHP Pidana, dengan ancaman hukuman paling singkat 4 tahun dan paling lama seumur hidup.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta 2 Anggota TNI Adu Jotos dengan Polisi, Dipicu Salah Paham di Jalan

Fakta 2 Anggota TNI Adu Jotos dengan Polisi, Dipicu Salah Paham di Jalan

Regional
Selamat Berpulang Mas Djaduk...

Selamat Berpulang Mas Djaduk...

Regional
Pemerintah Daerah Ini Sediakan WiFi Gratis 24 Jam Bagi Pendaftar CPNS

Pemerintah Daerah Ini Sediakan WiFi Gratis 24 Jam Bagi Pendaftar CPNS

Regional
APBD Jateng 2020 Disahkan Sebesar Rp 28,3 Triliun

APBD Jateng 2020 Disahkan Sebesar Rp 28,3 Triliun

Regional
Trans Jateng Diprotes Awak Mikrobus di Purbalingga, Begini Respons Pemprov

Trans Jateng Diprotes Awak Mikrobus di Purbalingga, Begini Respons Pemprov

Regional
Hujan dan Angin Kencang di Banyuasin, 83 Rumah Rusak

Hujan dan Angin Kencang di Banyuasin, 83 Rumah Rusak

Regional
Pelaku Penggelapan Dana Nasabah BNI Ambon Kirim Toyota Alphard ke Temannya di Surabaya

Pelaku Penggelapan Dana Nasabah BNI Ambon Kirim Toyota Alphard ke Temannya di Surabaya

Regional
Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Lukai 6 Orang, Ini Nama-namanya

Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Lukai 6 Orang, Ini Nama-namanya

Regional
Sungai Anyar di Solo Tercemar Limbah Detergen

Sungai Anyar di Solo Tercemar Limbah Detergen

Regional
Nasib Warga di Daerah Rawan Bencana di Sukabumi Tunggu Hasil Kajian Badan Geologi

Nasib Warga di Daerah Rawan Bencana di Sukabumi Tunggu Hasil Kajian Badan Geologi

Regional
Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Seluruh Driver Ojol yang Masuk ke Mapolresta Samarinda Diperiksa

Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Seluruh Driver Ojol yang Masuk ke Mapolresta Samarinda Diperiksa

Regional
Sosok Djaduk Ferianto di Mata Dewa Budjana, Juki Kill The DJ, hingga Syaharani

Sosok Djaduk Ferianto di Mata Dewa Budjana, Juki Kill The DJ, hingga Syaharani

Regional
Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Linmas di Surabaya Dilengkapi Rompi Anti-Peluru

Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Linmas di Surabaya Dilengkapi Rompi Anti-Peluru

Regional
Pendaftar CPNS di Jatim Capai 2.362, Tertinggi Ketiga Nasional

Pendaftar CPNS di Jatim Capai 2.362, Tertinggi Ketiga Nasional

Regional
8 Kabupaten Kota di Jabar Rawan Pelanggaran Pilkada, Mana Saja?

8 Kabupaten Kota di Jabar Rawan Pelanggaran Pilkada, Mana Saja?

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X