Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuh Bocah 5 Tahun di Sukabumi Segera Diadili

Kompas.com - 09/10/2019, 13:40 WIB
Polisi menggiring tersangka inses ibu dan dua anaknya, yang juga tersangka pembunuhan dan pemerkosaan bocah lima tahun di Polres Sukabumi Kota, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (30/9/2019). KOMPAS.com/BUDIYANTOPolisi menggiring tersangka inses ibu dan dua anaknya, yang juga tersangka pembunuhan dan pemerkosaan bocah lima tahun di Polres Sukabumi Kota, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (30/9/2019).

SUKABUMI, KOMPAS.com - Polres Sukabumi Kota telah melimpahkan berkas perkara pemerkosaan dan pembunuhan bocah 5 tahun ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukabumi, Jawa Barat.

Berkas perkara yang telah dilimpahkan yaitu dengan kedua tersangka kakak adik, masing-masing RG (16) dan R (14). Sedangkan berkas perkara dengan tersangka SR alias Yuyu (39) akan menyusul dilimpahkan.

"Iya sudah kami limpahkan berkas perkaranya ke kejaksaan kemarin," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Sukabumi Kota AKP Maolana di Mapolres Sukabumi Kota, Rabu (9/10/2019).

Baca juga: Bandung Masuk Kategori Kota Termacet, Ini Respons Ridwan Kamil

Dia menuturkan, pelimpahan berkas perkara kedua tersangka ini sudah sesuai dengan Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). Keduanya sudah menjalani penyidikan kurang dari 14 hari.

"Berkas perkaranya sudah dinyatakan lengkap, dua tersangka dan barang bukti juga sudah dilimpahkan," tutur dia.

Sedangkan, menurut Maolana, untuk tersangka SR alias Yuyu (39) akan segera dilimpahkan ke Kejari Sukabumi dalam waktu dekat ini.

Saat ini, penyidikan masih dalam proses penyelesaian.

"Berkas perkara SR segera menyusul dilimpahkan ke kejaksaan," ujar Maolana.

Ketiga tersangka dijerat Undang-Undang tentang Perlindungan Anak.

"Ancaman pidana penjara 15 tahun," kata Maolana.

Sebelumnya diberitakan, jenazah NP ditemukan dalam kondisi tidak wajar di Sungai Cimandiri, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (22/9/2019) siang.

Bocah perempuan yang baru berusia 5 tahun itu tewas dibunuh oleh ibu dan kakak angkatnya, SR, RG dan R.

Sebelum akhirnya dibuang ke sungai, bocah malang ini sempat diperkosa RG dan adiknya, R.

Polisi kemudian menangkap tiga pelaku.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua KPU Positif Covid-19, Debat Pilkada Balikpapan Dibatalkan Mendadak

Ketua KPU Positif Covid-19, Debat Pilkada Balikpapan Dibatalkan Mendadak

Regional
[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap, Bawa Sabu 16 Kg | Demi Membela Diri dan Lindungi Aset Negara, Satpam Ini Dipenjara

[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap, Bawa Sabu 16 Kg | Demi Membela Diri dan Lindungi Aset Negara, Satpam Ini Dipenjara

Regional
 Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Regional
2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

Regional
8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

Regional
Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Regional
Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Regional
Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Regional
'Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah' 

"Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah" 

Regional
Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Regional
Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Regional
Dampak Gempa M 5,9 Pangandaran, Puluhan Rumah di Tasik, Garut, hingga Ciamis Rusak

Dampak Gempa M 5,9 Pangandaran, Puluhan Rumah di Tasik, Garut, hingga Ciamis Rusak

Regional
Reaksi Keras Kapolda Riau Menyikapi Oknum Anggotanya Jadi Kurir Sabu 16 Kg

Reaksi Keras Kapolda Riau Menyikapi Oknum Anggotanya Jadi Kurir Sabu 16 Kg

Regional
5 Demonstran Penolak Omnibus Law Jadi Tersangka Perusakan Kantor DPRD Jember

5 Demonstran Penolak Omnibus Law Jadi Tersangka Perusakan Kantor DPRD Jember

Regional
Dulu Perwira Polisi, Kini Dipecat dan Disebut Pengkhianat Bangsa

Dulu Perwira Polisi, Kini Dipecat dan Disebut Pengkhianat Bangsa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X