Polres Nias Selidiki Video Viral Anak SD Dianiaya hingga Penuh Luka

Kompas.com - 08/10/2019, 20:30 WIB
Paur Humas Polres Nias Bripka Restu El Gulo, menegasan bahwa kasus video viral di media sosial, seorang anak SD penuh luka, yang terjadi di Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, saat ini telah memasuki tahap penyidikan, dan diduga anak tersebut mengalami penganiayan benda menggunakan bambu. KOMPAS.com/HENDRIK YANTO HALAWAPaur Humas Polres Nias Bripka Restu El Gulo, menegasan bahwa kasus video viral di media sosial, seorang anak SD penuh luka, yang terjadi di Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, saat ini telah memasuki tahap penyidikan, dan diduga anak tersebut mengalami penganiayan benda menggunakan bambu.

GUNUNGSITOLI, KOMPAS.com - Video kekerasan yang menimpa bocah terpublikasi di dunia maya. Seorang bocah memperlihatkan kondisi seorang siswa sekolah dasar penuh luka di sejumlah bagian tubuhnya.

Dalam video berdurasi 3 menit 6 detik yang tersebar di Facebook itu terlihat seorang bocah penuh luka habis seperti disiksa dan melaporkannya kepada salah seorang gurunya.

Entah apa sebabnya, bocah tersebut penuh bekas luka.

Baca juga: Viral Video Wanita Pengendara Motor Ngebut di Jalan Tol Surabaya

Kepala Urusan Humas Polres Nias Bripka Restu El Gulo, menjelaskan bahwa video viral tersebut saat ini telah ditangani pihaknya.

Polisi juga mengamankan sejumlah alat bukti berupa bambu yang diduga digunakan untuk menganiaya koran telah diamankan polisi.

Video ini viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Rahman Zaluhkhu pada awal Oktober 2019.

Polisi memeriksa sang guru yang mengunggah video serta menyelidiki orangtua korban di rumahnya.

Dalam video itu disebutkan, seorang anak kecil yang mengenakan seragam sekolah penuh luka, diduga telah dianiaya orang tuanya, namun masih dalam pemeriksaan.

Baca juga: Viral Video Pengemudi Mazda Sengaja Tabrak Honda Brio di Pekanbaru, Ini Kata Polisi

Dianiaya pakai bambu

Dalam video terungkap korban dianiaya orangtuanya menggunakan bambu dan mengaku di depan salah seorang gurunya.

"Kasus tersebut sudah ditangani Polsek Alasa," jawab Paur Humas Polres Nias Bripka Restu El Gulo, di Mapolres Nias, Senin (8/9/2019).

Untuk diketahui bahwa korban berinisial K-Z, berusia 12 tahun, siswa salah satu sekolah dasar di Kabupten Nias Utara, Sumatera Utara.

Akibat dari perlakuan yang diterima korban, pelaku akan dijerat dengan undang-undang perlindungan anak dan undang-undang kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman penjara lebih dari lima tahun penjara.

Bripka Restu El Gulo juga mengimbau agar guru-guru di sekolah lebih memperhatikan murid-muridnya.

"Seluruh guru harus selalu memperhatikan muridnya, agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan," tutupnya. 

Baca juga: Viral Video Hujan Es Turun di Riau, Ini Penjelasan BMKG



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Prajurit Hilang Saat Patroli di Tembagapura, TNI Minta Bantuan Basarnas

Prajurit Hilang Saat Patroli di Tembagapura, TNI Minta Bantuan Basarnas

Regional
Positif Covid-19 Setelah Pulang Takziah dari Jakarta, Guru TK Sempat ke Sekolah

Positif Covid-19 Setelah Pulang Takziah dari Jakarta, Guru TK Sempat ke Sekolah

Regional
Angka Covid-19 Jateng Tertinggi Nasional, Ganjar: Itu Karena Satgas Pusat Telat Input Data

Angka Covid-19 Jateng Tertinggi Nasional, Ganjar: Itu Karena Satgas Pusat Telat Input Data

Regional
Pemprov Jatim Siapkan 3 Jalan Penghubung dari Tol Trans Jawa ke Jalur Lintas Selatan

Pemprov Jatim Siapkan 3 Jalan Penghubung dari Tol Trans Jawa ke Jalur Lintas Selatan

Regional
Dua Pegawai KAI Positif Covid-19, Salah Satunya Masinis

Dua Pegawai KAI Positif Covid-19, Salah Satunya Masinis

Regional
3 Guru dan 2 Murid di Yogyakarta Positif Covid-19, Diduga Tertular di Sekolah

3 Guru dan 2 Murid di Yogyakarta Positif Covid-19, Diduga Tertular di Sekolah

Regional
Pemkot Probolinggo: Pesan Berantai Wakil Wali Kota Meninggal Hoaks

Pemkot Probolinggo: Pesan Berantai Wakil Wali Kota Meninggal Hoaks

Regional
Gara-gara Menangis Ditinggal Masak Ibunya, Bocah 2 Tahun Dianiaya Ayah hingga Tangannya Patah

Gara-gara Menangis Ditinggal Masak Ibunya, Bocah 2 Tahun Dianiaya Ayah hingga Tangannya Patah

Regional
Libur Panjang Akhir Oktober Dituding Jadi Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Jateng

Libur Panjang Akhir Oktober Dituding Jadi Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Jateng

Regional
Gigi Bangkai Paus yang Terdampar di Bali Hilang, KKP: Seluruh Tubuh Paus Tak Boleh Dimanfaatkan

Gigi Bangkai Paus yang Terdampar di Bali Hilang, KKP: Seluruh Tubuh Paus Tak Boleh Dimanfaatkan

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Satu Anggotanya Diperiksa Polisi, Ini Penyebabnya

Ketua FPI Pekanbaru dan Satu Anggotanya Diperiksa Polisi, Ini Penyebabnya

Regional
UMK 2021 Kepri Ditetapkan, Tertinggi di Batam, Terendah di Tanjungpinang

UMK 2021 Kepri Ditetapkan, Tertinggi di Batam, Terendah di Tanjungpinang

Regional
Usai Acara Tur ke Bromo, 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19

Usai Acara Tur ke Bromo, 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19

Regional
KPK Ajukan 600 Izin Penyadapan, buat Pantau Pilkada hingga Anggaran Covid-19

KPK Ajukan 600 Izin Penyadapan, buat Pantau Pilkada hingga Anggaran Covid-19

Regional
Dipanggil Polda Jabar soal Rizieq Shihab, Bupati Bogor Ade Yasin: Saya Sakit...

Dipanggil Polda Jabar soal Rizieq Shihab, Bupati Bogor Ade Yasin: Saya Sakit...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X