Kompas.com - 08/10/2019, 19:54 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti minum kopi usai menenggelamkan kapal asing pencuri ikan di Selat Lampa, Natuna, Kepulauan Riau, Senin (7/10/2019). KOMPAS.com/ FARID ASSIFAMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti minum kopi usai menenggelamkan kapal asing pencuri ikan di Selat Lampa, Natuna, Kepulauan Riau, Senin (7/10/2019).
Penulis Farid Assifa
|

NATUNA, KOMPAS.com - Gaya-gaya Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti selalu menarik untuk diperhatikan usai menenggelamkan kapal asing pencuri ikan.

Pada Oktober 2014 silam, Menteri Susi sempat melakukan pereggangan tangan dan kaki (stretching) saat menenggelamkan kapal Vietnam di perairan Natuna.

Kali ini, ia memiliki gaya lain usai menenggelamkan kapal pencuri ikan di Perairan Tanjung Datuk, Kalimantan Barat dan Selat Lampa di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Minggu hingga Senin (6-7/10/2019).

Pada Minggu, Menteri Susi menenggelamkan kapal-kapal asing di Perairan Datuk, Mempwah, Kalimantan Barat. Seperti biasa, ia memberi aba-aba untuk menenggelamkan kapal melalui pengeras suara di atas kapal.

"Tiga, dua, satu, tenggelamkan!," teriak Susi.

Baca juga: Menteri Susi: Tiga, Dua, Satu, Tenggelamkan!

Tenggelamkan ala Susi

Kata "tenggelamkan" menjadi populer sejak Susi menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan. Bahkan, kata-kata itu kerap dijadikan "meme" dan canda oleh netizen.

Menteri Susi bersama Satgas 115 menenggelamkan 7 kapal asing pelaku illegal fishing hasil tangkapan di Selat Lampa, Kabupaten Natuna, Kepaulauan Riau, Senin (7/10/2019).KOMPAS.com/FARID ASSIFA Menteri Susi bersama Satgas 115 menenggelamkan 7 kapal asing pelaku illegal fishing hasil tangkapan di Selat Lampa, Kabupaten Natuna, Kepaulauan Riau, Senin (7/10/2019).

Memang, Susi sendiri kerap mengatakan kata tenggelam di setiap kesempatan berbicara di hadapan khalayak umum. Baik secara serius maupun bercanda.

Misalnya, ketika berbicara di hadapan anak-anak SD di Selat Lampa, Natuna, pada rangkaian peresmian Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu, Minggu, Susi berseloroh bahwa jika tidak memakan ikan, akan ditenggelamkan.

"Ikan itu mengandung omega, jadi bagus untuk tubuh. Jadi harus makan ikan ya, jika tidak saya tenggelamkan," kata Menteri Susi disambut tepuk tangan anak-anak SD.

Baca juga: Menteri Susi: Pemusnahan Kapal Pencuri Ikan untuk Amankan Visi Misi Jokowi

 

Berpose sambil minum kopi

Gaya khas lain Susi saat memusnahkan kapal adalah berpose sambil minum kopi di atas kapal Pengawas Perikanan saat kapal-kapal asing itu tenggelam.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti istirahat sambil minum kopi di sela-sela mendayung di Pantai Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Selasa (8/10/2019).KOMPAS.com/ FARID ASSIFA Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti istirahat sambil minum kopi di sela-sela mendayung di Pantai Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Selasa (8/10/2019).

Hal itu ia lakukan saat memusnahkan kapal di Selat Lampa, Natuna. Usai memberi aba-aba menenggelamkan kapal pencuri ikan dari geladak atas kapal, Susi kemudian turun ke geladak bawah depan menemui puluhan jurnalis yang meliput.

Susi kemudian duduk di ujung geladak dengan latar belakang kapal asing yang dalam proses penenggelaman. Setelah menjawab sejumlah pertanyaan wartawan, Susi kemudian meminta kopi kepada ajudannya.

"Udah dulu ya, waktunya santai sambil minum kopi dulu," kata Susi.

Susi yang saat itu mengenakan kemeja warna merah dipadu celana kulot warna hitam tampak  berpose sambil minum kopi. Para wartawan pun mengabadikan momen itu.

Usai berpose, Susi kemudian menerima permintaan foto bersama, mulai dari wartawan, pejabat KKP, pejabat Polri dan jajaran pemda Natuna.

"Ayo mumpung saya masih menteri, siapa yang mau foto bareng saya," kata Susi.

Baca juga: Selama 2 Hari, Menteri Susi Tenggelamkan 40 Kapal Pencuri Ikan di Pontianak dan Natuna

 

Bermain dayung

Keesokan harinya, Selasa (8/10/2019), Susi bermain dayung di pantai depan rumahnya di Sahih, Natuna.

Menteri Susi Pudjiastuti bermain dayung sehari setelah menenggelamkan kapal, di Pantai Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Selasa (8/10/2019).KOMPAS.com/ FARID ASSIFA Menteri Susi Pudjiastuti bermain dayung sehari setelah menenggelamkan kapal, di Pantai Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Selasa (8/10/2019).

Susi memang memiliki rumah mungil dua tingkat di Natuna. Namun ia lebih suka menyebutkan basecamp daripada rumah.

"Ini bukan rumah ya, tapi basecamp," kata Susi sambil tersenyum.

Susi kemudian mengajak Kakopolairud Baharkam Polri Irjen Zulkarnain, beberapa pejabat KKP, dan wartawan untuk bermain dayung atau paddle.

"Ayo kita paddle. Saya lebih suka paddle karena free injury (bebas dari risiko terluka)," kata Susi.

Menurut Susi bermain dayung itu menyenangkan dan minim risiko terluka. Apalagi untuk usia di atas 45 tahunan, bermain dayung tidak akan melelahkan.

"Berbeda kalau naik sepeda, pinggang biasanya sakit," katanya sambil sesekali membersihkan meja dan kursi bersama para stafnya.

Setelah beberapa menit berbincang, Susi kemudian mulai mempersiapkan diri untuk mendayung.

Ia mengenakan baju selam warna hitam motif bunga putih dengan celana selam hitam.

Baca juga: Menteri Susi: 20 Oktober Saya Berakhir, Menarik Melihat Setelahnya...

 

Panjat tebing

Ia kemudian pergi ke pantai tepat depan rumahnya.

Pagi itu cuaca cerah sehingga cocok untuk bermain dayung. Susi mendayung ke tengah pantai menuju sebuah pulau kecil yang terdiri dari bebatuan tinggi atau tebing.

Menurut Susi, tebing ini cocok bagi mereka yang hobi memanjat tebing. Untuk mencapai pulau itu dari pinggir pantai sebenarnya bisa dilakukan dengan jalan kaki. Sebab, saat menjelang siang, air laut mulai surut.

"Tolong foto itu ya biar orang-orang tahu ada spot yang bagus untuk panjat tebing," kata Susi.

Sambil mendayung, Susi sedikit bercerita bahwa di perairan Natuna, tepatnya di pantai depan rumahnya, banyak kapal asing yang mencuri ikan.

"Dulu di sini itu ada sekitar 2.500 kapal asing mencuri ikan. Dulu ya dibiarkan begitu saja," katanya.

Namun kini, kapal-kapal itu sudah tiada. Sebagian besar sudah dimusnahkan oleh Menteri Susi.

Baca juga: OTT Direksi Perum Perindo: Dari Kuota Impor Ikan, Apresiasi Susi, hingga Uang Rp 400 Juta



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X