Kilas Daerah Semarang
KILAS DAERAH

Hendi: Tekan Kasus Bullying, Sekolah Harus Jadi Rumah Kedua Bagi Siswa

Kompas.com - 08/10/2019, 18:02 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memberi arahan tentang Sosialisasi Penerapan Program Pencegahan Bullying dan Disiplin Positif Tingkat SMP se-Kota Semarang di Balaikota, Senin (7/10/2019). DOK. IstimewaWali Kota Semarang Hendrar Prihadi memberi arahan tentang Sosialisasi Penerapan Program Pencegahan Bullying dan Disiplin Positif Tingkat SMP se-Kota Semarang di Balaikota, Senin (7/10/2019).


KOMPAS.com
- Wali Kota (Walkot) Semarang Hendrar Prihadi mengatakan untuk menekan kasus bullying atau perundungan sekolah harus benar-benar jadi rumah kedua bagi anak-anak.

Pasalnya, hampir separuh waktu anak-anak dihabiskan di sekolah. Untuk itu, sebagai orang tua, Hendi harus bisa mengikhlaskan anaknya diajari di sekolah.

Hal ini bisa berjalan dengan lancar jika anak-anak menganggap sekolah sebagai rumah kedua mereka.

“Sebenarnya tolok ukur kami para orang tua mudah, melihat anak kami pagi-pagi semangat berangkat ke sekolah, sekolahnya pasti ramah anak,” ujar Hendi sapaan akrab wali kota seperti dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga: Apa Itu Beauty Bullying, dan Bagaimana Menghentikannya

Hendi sendiri mengatakan itu saat membuka kegiatan Sosialisasi Penerapan Pencegahan Bullying dan Disiplin Positif Tingkat SMP Kota Semarang, di Gedung Balaikota, Senin (7/10/2019).

Sebagai orang tua, Hendi mengatakan bullying bisa terjadi dimulai dari ajakan siswa untuk mengejek siswa lain, atau bisa juga makian dari guru yang dilakukan secara tidak sadar kepada siswa.

Berangkat dari situ, Hendi mengajak para orang tua secara bersama-sama untuk mengevaluasi hubungan anak mereka dengan sesama temannya. Evaluasi hubungan guru dengan anak dan bahkan evaluasi kebijakan-kebijakan sekolah.

Data dari Dinas Pendidikan Kota Semarang menunjukkan adanya penurunan kasus bullying dari 60 persen pada 2013 menjadi 5 persen pada 2019.

 

Meski menurun, Hendi mengatakan ia akan tetap menjadi fokus menekan angka bullying di Kota Semarang. 

Peran pencegahan guru

Menurut Hendi, guru memiliki peran dalam pencegahan dan pengawasan kasus bullying di sekolah baik berbentuk fisik maupun verbal.

“Tugas pertama guru adalah mengingatkan. Misalnya tidak boleh ada anak diintimidasi oleh temannya yang badannya lebih besar, itu pasti dia terganggu,” ungkap Hendi.

Senada dengan Hendi, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri mengungkapkan perlunya peningkatan pengawasan yang dilakukan secara berjenjang di mana terdapat pengawas sendiri di setiap sekolah.

Baca juga: Hari Anak Nasional, KPAI Ingatkan Masyarakat Jangan Anggap Remeh Kasus Bullying

“Sifatnya jika ada laporan, maka kami panggil. Yang paling penting bagaimana menyangkut siswa, kami bisa memulihkan psikologi mereka,” ujar Gunawan.

Solusi lain, yakni perlunya guru untuk meningkatkan mutu pendidikan karakter kepada para siswa. Ia menilai peran guru berhasil apabila perundungan di sekolahnya tidak ada lagi.

Lebih jauh, Gunawan menuturkan pentingnya penerapan nilai-nilai pendidikan karakter maupun Pancasila dilakukan sejak jenjang PAUD.

"Sebenarnya di PAUD tak langsung diajari teori, namun lebih kepada praktik nilai sopan santun, disiplin, keberanian, yang merupakan penerapan Pancasila," imbuh Gunawan.

 

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

MLTR Mendapat Sambutan Hangat Saat Konser di Semarang

MLTR Mendapat Sambutan Hangat Saat Konser di Semarang

Regional
Fakta Lengkap Banjir dan Longsor di Agam, Diduga karena Pembalakan Liar hingga Tetapkan Status Tanggap Darurat

Fakta Lengkap Banjir dan Longsor di Agam, Diduga karena Pembalakan Liar hingga Tetapkan Status Tanggap Darurat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Respon Wishnutama soal Bali Tak Layak Dikunjungi | Driver Ojek Online Minta Maaf

[POPULER NUSANTARA] Respon Wishnutama soal Bali Tak Layak Dikunjungi | Driver Ojek Online Minta Maaf

Regional
Fakta Bali Disarankan Tak Dikunjungi Pada 2020, Tanggapan Pemerintah hingga Akan Kumpulkan Pelaku Pariwisata

Fakta Bali Disarankan Tak Dikunjungi Pada 2020, Tanggapan Pemerintah hingga Akan Kumpulkan Pelaku Pariwisata

Regional
Angin Puting Beliung di Enrekang, 6 Rumah Rusak, 1 Nyaris Roboh

Angin Puting Beliung di Enrekang, 6 Rumah Rusak, 1 Nyaris Roboh

Regional
Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Regional
Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Regional
Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Regional
Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Regional
Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Regional
Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Regional
Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Regional
Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Regional
Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Regional
Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Regional
komentar di artikel lainnya