Sebanyak 133 Pengungsi Wamena Asal Sumbar Masih Tertahan di Jayapura

Kompas.com - 08/10/2019, 17:23 WIB
Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit memberi arahan kepada pengungsi Wamena asal Sumbar beberapa waktu lalu Dok: Humas Pemprov SumbarWakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit memberi arahan kepada pengungsi Wamena asal Sumbar beberapa waktu lalu

PADANG, KOMPAS.com - Sebanyak 133 pengungsi asal Sumatera Barat, yang keluar dari Wamena, Papua, masih menunggu keberangkatan dari Jayapura ke Padang.

Awalnya terdapat 155 pengungsi yang masih menunggu keberangkatan. Namun, 22 orang di antaranya sudah mendapatkan tiket keberangkatan hari ini.

"Hari ini ada 22 pengungsi Wamena asal Sumbar di Jayapura yang berangkat. Total yang masih menunggu keberangkatan ada 133 orang," kata Ketua Ikatan Keluarga Minang (IKM) Papua, Zul Sikumbang saat dihubungi Kompas.com, Selasa (8/10/2019).

Baca juga: Seluruh Pengungsi Asal NTB di Wamena Dipulangkan ke Kampung Halaman

Zul menyebutkan, jumlah tersebut masih bisa bertambah, karena ada sejumlah warga asal Sumbar di Wamena yang berkeinginan pulang ke kampung halaman.

Zul menyebutkan, 22 pengungsi Wamena asal Sumbar yang berangkat hari ini dibagi dalam dua gelombang.

Gelombang pertama berangkat pukul 08.00 WIT, sebanyak 8 orang.

Kemudian, 14 orang pada pukul 13.00 WIT dari Bandara Sentani Jayapura menuju ke Bandara Internasional Minangkabau.

Baca juga: Pangdam Cenderawasih Sebut Sudah Tak Ada Lagi Warga Eksodus dari Wamena

Zul mengatakan, warga yang mengungsi mayoritas rumah dan kiosnya di Wamena telah habis dirusak dan dibakar perusuh.

"Jalan keluar sementara para pengungsi tersebut pulang ke kampung halaman di Sumbar untuk menenangkan diri dari trauma. Karena perantau yang ingin pulang kampung ke Sumbar difasilitasi oleh Pemprov, ACT dan berbagai LSM lainnya yang ikut membantu," kata dia.

Menurut Zul, jika kondisi di Wamena sudah pulih dan aman kembali, akan ada warga perantau Sumbar yang akan datang lagi dan memulai kehidupan baru.

"Mereka yang pulang kampung ada hanya untuk sementara saja. Ada juga yang ingin menetap di kampung, karena sudah tidak ada apa-apa lagi di Wamena," kata Zul.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X