Lelang Proyek Macet, Serapan APBD Jabar Masih Rendah

Kompas.com - 08/10/2019, 13:22 WIB
Plh. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Daud Ahmad, saat membuka Rapat Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Dekonsentrasi, serta Tugas Pembantuan oleh Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat Tahun 2019 di Hotel Grandia, Kota Bandung, Senin (5/8/19). Dok. Pemprov Jawa BaratPlh. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Daud Ahmad, saat membuka Rapat Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Dekonsentrasi, serta Tugas Pembantuan oleh Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat Tahun 2019 di Hotel Grandia, Kota Bandung, Senin (5/8/19).

BANDUNG, KOMPAS.com - Serapan anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih rendah.

Hal itu disebabkan terhambatnya proses lelang sejumlah proyek.

Penjabat (Pj) Sekda Jabar Daud Ahmad mengatakan, dari APBD 2019 sebesar Rp 37,1 triliun, hingga bulan September baru Rp 20,337 triliun atau 54,72 persen yang terserap.

Daud tak menampik rendahnya serapan anggaran disebabkan proses lelang yang terlambat.

Padahal, ujar Daud, proses pencairan anggaran belanja barang dan jasa seharusnya bisa dilakukan pada Agustus 2019.

"Selain itu pencairan bantuan keuangan ke daerah juga sempat terhenti saat pemilu. Ada surat dari Mendagri yang melarang pencairan dana hibah, artinya setelah pemilu baru kita proses," kata Daud, Selasa (8/10/2019).

Baca juga: Ridwan Kamil Minta Unpad Kembangkan Pusat Studi Jabar, Ini Jawaban Rektor Terpilih

Karena itu, Daud meminta agar organisasi perangkat daerah mendorong para pejabat pembuat komitmen (PPK) mempercepat proses lelang dibantu asistensi dari Biro Pengadaan Barang dan Jasa.

"Akhir tahun penyerapan di atas 90 persen kami optimis tercapai, berkaca dari pengalaman tahun sebelumnya," ucap dia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X