Kekeringan di Karawang Meluas, Hujan Diperkirakan Baru Turun Desember

Kompas.com - 07/10/2019, 19:04 WIB
Penampakan Sungai Cibeet dan Bendungan Cibeet di Karawang yang mengering, Sabtu (5/10/2019). KOMPAS.com/FARIDA FARHANPenampakan Sungai Cibeet dan Bendungan Cibeet di Karawang yang mengering, Sabtu (5/10/2019).

KARAWANG, KOMPAS.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang mencatat kekeringan yang melanda kota lumbung padi semakin melebar.

Sebanyak 22 desa dari tujuh kecamatan terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini.

Kepala Bagian Kedaruratan dan Logistik BPBD Karawang Ruchimat mengatakan, sebagian besar wilayah yang terdampak kekeringan parah berada di Kecamatan Pangkalan dan Tegalwaru, yang sebagian besar daerah pegunungan.

Selain itu, wilayah lain yang terdampak yakni Kecamatan Ciampel, Kecamatan Telukjambe Barat, Kecamatan Tirtajaya, Kecamatan Pakisjaya, Kecamatan Cilebar, dan Kecamatan Pakisjaya.

"Wilayah yang terdampak kekeringan melebar hingga Pakisjaya," kata Ruchimat kepada Kompas.com, Senin (7/10/2019).

Baca juga: Ini Strategi Pemkab Karawang Cegah Kebocoran Pendapatan dari PBB

Ruchimat mengatakan, berdasarkan prakiraan Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang diterima pihaknya, Karawang bagian selatan sudah melewati puncak kemarau pada Juli dasarian ke dua. Kemudian Karawang bagian utara dan Agustus dasarian pertama.

Biasanya, kata dia, dari puncak kekeringan ke munculnya hujan sekitar dua bulan. Pada masa ini masuk musim pancaroba. Musim penghujan diperkirakan terjadi pada Desember-Januari.

"Dari Juli hingga saat ini belum ada hujan sama sekali," katanya.

Ruchimat menyebutkan, jumlah jiwa yang terdampak sebanyak 35.474 warga 22 desa dari 7 kecamatan di Karawang.

Baca juga: Dedi Mulyadi Ingin Purwakarta, Karawang, dan Kabupaten Bekasi Terintegrasi

Untuk membantu kebutuhan air bersih warga yang terdampak, pihaknya sudah mengirim 120 rit air ke wilayah terdampak sejak 1 juli 2019.

Pengiriman dilakukan pada Senin sampai Jumat berdasarkan jadwal yang disusun seminggu sebelumnya. Jadwal disusun berdasarkan permohonan dari warga.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tragedi Longsor Proyek Double Track Sukabumi-Grobokan, Perginya Sang Tulang Punggung Keluarga...

Tragedi Longsor Proyek Double Track Sukabumi-Grobokan, Perginya Sang Tulang Punggung Keluarga...

Regional
Urai Antrean di SPBU, Pertamina Tambah Pasokan Solar di Sulsel

Urai Antrean di SPBU, Pertamina Tambah Pasokan Solar di Sulsel

Regional
Lahirkan Banyak Pahlawan Nasional, Gowa Jadi Suri Teladan Daerah Lain

Lahirkan Banyak Pahlawan Nasional, Gowa Jadi Suri Teladan Daerah Lain

Regional
Kata Mandor 'Double Track' Sukabumi-Bogor: Proyek Sudah Dipastikan Aman, tapi Takdir Berkata Lain

Kata Mandor "Double Track" Sukabumi-Bogor: Proyek Sudah Dipastikan Aman, tapi Takdir Berkata Lain

Regional
Cerita Penumpang Batik Air Asal Kupang, Tak Tahu Jika Pilot Pingsan

Cerita Penumpang Batik Air Asal Kupang, Tak Tahu Jika Pilot Pingsan

Regional
Gempa Magnitudo 5,1 Rusak 94 Rumah Warga di Ambon

Gempa Magnitudo 5,1 Rusak 94 Rumah Warga di Ambon

Regional
Fakta Paranormal Ditemukan Membusuk di Rumahnya, Hidup Sendiri dan Meninggal karena Sakit

Fakta Paranormal Ditemukan Membusuk di Rumahnya, Hidup Sendiri dan Meninggal karena Sakit

Regional
Saksi: Pelempar Sperma Remaja Bermotor, Dia Dekati Saya dan Berkata Jorok...

Saksi: Pelempar Sperma Remaja Bermotor, Dia Dekati Saya dan Berkata Jorok...

Regional
Antisipasi Telur Berdioxin, Khofifah Sidak Peternakan Ayam Petelur, Ini Hasilnya

Antisipasi Telur Berdioxin, Khofifah Sidak Peternakan Ayam Petelur, Ini Hasilnya

Regional
[POPULER NUSANTARA] Teror Lempar Sperma di Tasikmalaya | Letusan Gunung Merapi

[POPULER NUSANTARA] Teror Lempar Sperma di Tasikmalaya | Letusan Gunung Merapi

Regional
Fakta Pesawat Mendarat Darurat di Kupang karena Pilot Sakit, Pusing Berat, hingga Dikomando Kopilot

Fakta Pesawat Mendarat Darurat di Kupang karena Pilot Sakit, Pusing Berat, hingga Dikomando Kopilot

Regional
Cerita Warga Saat Terduga Teroris Cilacap Ditangkap: Ada Orang Asing Tanya soal Merpati

Cerita Warga Saat Terduga Teroris Cilacap Ditangkap: Ada Orang Asing Tanya soal Merpati

Regional
Pasca-digeledah Densus 88, Rumah Terduga Teroris S di Cilacap Tertutup Rapat

Pasca-digeledah Densus 88, Rumah Terduga Teroris S di Cilacap Tertutup Rapat

Regional
Warga Cilacap yang Ditangkap Densus 88 Dikenal sebagai Tukang Pijat

Warga Cilacap yang Ditangkap Densus 88 Dikenal sebagai Tukang Pijat

Regional
Kronologi Oknum Kepala Desa Tewas di Dalam Mobil, Serangan Jantung Saat Hendak Mesum

Kronologi Oknum Kepala Desa Tewas di Dalam Mobil, Serangan Jantung Saat Hendak Mesum

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X