Tragedi Aiptu P tewas Bersama Istri, 3 Suara Tembakan hingga Disusul Jeritan Anak

Kompas.com - 07/10/2019, 18:43 WIB
Ilustrasi olah TKP Ilustrasi olah TKP

KOMPAS.com - Pada hari Sabtu (5/10/2019), Aiptu P ditemukan tewas dengan luka parah di kepala. Saat itu, jasad Aiptu P tampak masih mengenggam senjata api miliknya.

Sementara itu, tak jauh dari jasad Aiptu P, terkapar istriya F, yang juga mengalami luka di bagian kepala.

Menurut Sugiarto, salah satu warga Desa Lidah Tanah, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, ada suara tembakan tiga kali lalu disusul jeritan anak-anak dari rumah pasangan Aiptu P dan F tersebut.

Sementara itu, Kapolres Serdang Bedagai AKBP Juliarman Pasaribu menduga, Aiptu P menembak istrinya terlebih dahulu sebelum mengakhiri hidupnya sendiri.

"Sementara yang kita duga masih seperti itu, dari keterangan saksi anaknya sendiri," ujar Kapolres Serdang Bedagai AKBP Juliarman Eka Putra Pasaribu, saat dikonfirmasi, Minggu (6/10/2019).

Baca juga: Diduga Aiptu P Tembak Istri Sebelum Bunuh Diri

Seperti diketahui, Aiptu P dan F memiliki tiga anak. Saat kejadian, hanya ada dua di rumah, satu anak sedang keluar rumah.

Selain itu, Aiptu P diketahui merupakan personel dari Satuan Reserse Narkoba Polres Serdang Bedagai. 

Jasad Aiptu P ditemukan warga tergelatak di depan kamar, sedangkan jasad F berada di ruang televisi.

Dari keterangan sejumlah saksi, termasuk anak Aitpu P, kedua orangtua mereka sempat terlibat cekcok sebelum terjadi kejadian naas tersebut.

Sementara itu, menurut Kapolres Serdang Bedagai, sosok Aiptu P adalah pribadi yang baik dan supel.

"Sehari-hari di kantor bagus, tak pernah ada masalah. Baik supel, suka bercanda," ujar dia.

Sumber: KOMPAS.com (Dewantoro)

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Babi yang Mati di TTU Bertambah Menjadi 440 Ekor

Babi yang Mati di TTU Bertambah Menjadi 440 Ekor

Regional
Kepala BNPB Ingin Hulu Sungai Jadi Daerah Konservasi

Kepala BNPB Ingin Hulu Sungai Jadi Daerah Konservasi

Regional
Tak Pernah Kalah Saat Mencalonkan Diri, Ini Saran Gubernur Sutarmidji untuk Para Petarung Pilkada

Tak Pernah Kalah Saat Mencalonkan Diri, Ini Saran Gubernur Sutarmidji untuk Para Petarung Pilkada

Regional
Ayahnya Meninggal Saat Jasad Ibunya Dimandikan, Begini Nasib 6 Anak yang Ditinggalkan

Ayahnya Meninggal Saat Jasad Ibunya Dimandikan, Begini Nasib 6 Anak yang Ditinggalkan

Regional
Delapan Kecamatan di Subang Terendam Banjir, 2.819 Jiwa Mengungsi

Delapan Kecamatan di Subang Terendam Banjir, 2.819 Jiwa Mengungsi

Regional
Daftar dari Independen, Eks Staf Ahli Ahok Rian Ernest Ajak Warga Kawal Proses Demokrasi

Daftar dari Independen, Eks Staf Ahli Ahok Rian Ernest Ajak Warga Kawal Proses Demokrasi

Regional
Fakta di Balik Video Viral Kakek Ditandu 6 Kilometer untuk Berobat

Fakta di Balik Video Viral Kakek Ditandu 6 Kilometer untuk Berobat

Regional
Kisah Nenek Miha di Bengkulu, Idap Penyakit Komplikasi hingga Tak Bisa Berobat karena Buruknya Akses Jalan

Kisah Nenek Miha di Bengkulu, Idap Penyakit Komplikasi hingga Tak Bisa Berobat karena Buruknya Akses Jalan

Regional
Berdiri Sejak 1980, Restoran Rindu Alam di Puncak Bogor Resmi Ditutup

Berdiri Sejak 1980, Restoran Rindu Alam di Puncak Bogor Resmi Ditutup

Regional
Pria Nekat Hadang Bus Salah Jalan di Gresik, Polisi Berikan Apresiasi

Pria Nekat Hadang Bus Salah Jalan di Gresik, Polisi Berikan Apresiasi

Regional
Sosok-sosok Heroik di Balik Tragedi Susur Sungai, Mbah Diro hingga Kodir Pertaruhkan Nyawa

Sosok-sosok Heroik di Balik Tragedi Susur Sungai, Mbah Diro hingga Kodir Pertaruhkan Nyawa

Regional
Dampak Banjir Jakarta, Kereta Terlambat Datang hingga 13 Jam di Madiun

Dampak Banjir Jakarta, Kereta Terlambat Datang hingga 13 Jam di Madiun

Regional
Kemunculan Ribuan Ulat Bulu yang Bikin Resah Warga di Kediri

Kemunculan Ribuan Ulat Bulu yang Bikin Resah Warga di Kediri

Regional
Gubernur Viktor: Harus Ada Terobosan yang Radikal untuk Bangun NTT

Gubernur Viktor: Harus Ada Terobosan yang Radikal untuk Bangun NTT

Regional
Masuk Daerah Rawan Politik Saat Pilkada 2020, Ini Langkah Bawaslu Makassar

Masuk Daerah Rawan Politik Saat Pilkada 2020, Ini Langkah Bawaslu Makassar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X