Perburuan Harta Karun Kerajaan Sriwijaya Marak, Gubernur Sumsel Bakal Lapor ke Mendikbud

Kompas.com - 07/10/2019, 18:30 WIB
Gubernur Sumsel Herman Deru saat berada di Griya Agung Palembang, Selasa (4/9/2019). KOMPAS.COM/AJI YK PUTRAGubernur Sumsel Herman Deru saat berada di Griya Agung Palembang, Selasa (4/9/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru angkat bicara soal banyaknya temuan perhiasan emas yang diduga merupakan harta karun peninggalan kerajaan Sriwijaya di Kecamatan Cengal Kabupaten OganKomering Ilir (OKI).

Herman mengatakan, ia akan melaporkan langsung temuan tersebut ke Kementerian Pendidikan dan Kebupayaan (Kemendikbud). Laporan tersebut diharapkannya agar ada tindak lanjut atas temuan tersebut.

"Kita akan kerjasama dengan Kemendikbud. Malam ini saya akan bertemu langsung dengan Kemendikbud untuk membahasa temuan tersebut, arkeolog juga nanti akan dibawa (ke lokasi),"kata Herman, Senin (7/10/2019).

Baca juga: BERITA FOTO: Hasil Perburuan Harta Karun Kerajaan Sriwijaya di Tangan Kolektor

Herman mengaku, temuan perhiasan tersebut belum bisa di klaim sebagai peninggalan pada masa kerajaan Sriwijaya. Sebab, hal itu harus lebih dulu dilakukan penelitian lebih lanjut.

Namun, Herman mengimbau agar masyarakat tak menjual barang tersebut ke luar negeri karena dapat menghilangkan identitas kerajaan Sriwijaya.

"Kita tidak berani mempersepsikan diri, membuat asumsi sendiri peninggalan tahun berapa, era kerajaan siapa. Yang pasti itu (barang penemuan) identitas Sriwijaya,"tegasnya.

Menurut Herman, masyarakat harus melaporkan setiap temuan benda kepada dinas Kebudayaan setempat.

Laporan tersebut, dibutuhkan agar peneliti bisa menindak lanjuti hasil dari barang temuan tersebut.

"Jangan dijual ke luar negeri, masyarakat kalau menemukan harus lapor,"jelasnya.

Baca juga: Perburuan Harta Karun Kerajaan Sriwijaya, Putusnya Mata Rantai Penyambung Sejarah

Diberitakan sebelumnya, kejadian kebakaran hutan dan lahan di OKI membuat harta karun peninggalan kerajaan Sriwijaya menjadi bermunculan.

Warga pun berbondong-bondong memburuh harta Karun yang ditemukan di lokasi tersebut, karena tak jarang mendapatkan perhiasan berbahan emas

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X