Kompas.com - 07/10/2019, 16:43 WIB
Seorang lansia yang juga pengungsi korban gempa tidur dalam kondisi sakit tanpa penanganan medis di tenda darurat di Dusun Kelapa Dua, Desa Kairatu, Seram Bagian Barat, Maluku, Minggu (6/10/2019) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYSeorang lansia yang juga pengungsi korban gempa tidur dalam kondisi sakit tanpa penanganan medis di tenda darurat di Dusun Kelapa Dua, Desa Kairatu, Seram Bagian Barat, Maluku, Minggu (6/10/2019)

AMBON, KOMPAS.com - Ribuan pengungsi korban gempa bumi yang saat ini masih bertahan di sejumlah lokasi pengungsian di Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, dalam kondisi memprihatinkan.

Meski sudah 11 hari mengungsi, namun banyak dari pengungsi yang belum juga mendapat bantuan berupa tenda, selimut dan kebutuhan lainnya.

Kondisi itu membuat banyak pengungsi terserang berbagai macam penyakit di lokasi pengungsian.

Pantauan Kompas.com di sejumlah titik lokasi pengungsian tampak banyak pengungsi yang terus jatuh sakit akibat kondisi sanitasi yang buruk di lokasi pengungsian.

Baca juga: Kisah Pengungsi Gempa Ambon, Takut Kembali ke Rumah hingga Tinggal Terpencar di Gunung

 

Kondisi itu semakin di perparah lantaran posko kesehatan yang disediakan sangat jauh dari lokasi pengungsian yang berada di hutan-hutan dan gunung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejumlah pengungsi yang ditemui mengaku sejak mereka mengungsi hingga saat ini kebutuhan yang sangat mereka harapkan seperti tikar, selimut dan juga tenda belum juga didapat.

“Belum ada bantuan tenda, jadi kami bangun tenda sendiri, di sini kami ada 9 kepala keluarga berdesakan di satu tenda,” kata Wati Seknun (35), kepada Kompas.com di kawasan perbukitan Dusun Kepala Dua, Desa Kairatu, Minggu (6/10/2019).

Wati menuturkan, banyak keluarganya kini yang terserang penyakit karena harus tidur beralaskan tanah dalam kondisi trauma.

Selain tenda, selimut dan bahan makanan yang minim, para pengungsi juga sangat membutuhkan popok untuk lansia dan bayi.

“Itu di dalam (tenda) ada keluarga, orangtua kami yang sakit, kalau mau buang air besar kita gali tanah karena tidak ada MCK, tidak ada popok untuk mereka,” ujar dia.

Pengungsi lainnya, Hapsa Rahayaan mengaku, saat ini mereka masih sangat membutuhkan bantuan tenda, selimut, obat-obatan dan juga kebutuhan pokok.

“Beberapa hari ini hujan kami tidak bisa tidur karena air tergenang dalam tenda, banyak yang demam dan mulai gatal-gatal,” kata dia.

Menurut dia, bantuan dari pemerintah daerah memang sudah disalurkan kepada para pengungsi.

Namun, mereka hanya mendapat jatah beras dua kg dan dan mie instan dua bungkus, itu pun dihitung per tenda dan bukan per kepala keluarga.

“Saya dan anak saya (bayi) serta ponakan saya yang sana itu juga sedang sakit, tapi mau gimana lagi. Di sini juga tidak ada air bersih, kalau mau buang air atau mandi kami harus turun ke kampung dan itu jauh sekali,” ujar dia.

Baca juga: Pengungsi Gempa Ambon Terserang Berbagai Penyakit, Dinkes Akui Sanitasi Buruk

Kepala Dusun Kelapa Dua Abdu Rakib Narahaubun yang ditemui Kompas.com di lokasi pengungsian mengakui bahwa stok bantuan untuk para pengungsi saat ini sudah sangat menipis.

Padahal, di lokasi pengungsian itu ada sebanyak 1.216 pengungsi yang bertahan di lokasi tersebut.

“Di sini ada banyak ibu hamil, manula dan juga anak-anak, ada satu tenda itu rata-rata lebih dari 3 kepala keluarga, jadi kami memang masih membutuhkan tenda, selimut dan kebutuhan lainnya, juga obat-obatan,” ujar dia.

Dusun Kepala Dua sendiri sesuai pantauan Kompas.com menjadi salah satu kawasan terparah di Desa Kairatu yang terkena dampak gempa pada Kamis pekan lalu.

Banyak rumah warga yang rusak parah termasuk juga sekolah yang mengalami retak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Regional
Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Regional
Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.