Kisah Parlin, Kakak-beradik Penjual Bakso Legendaris di Kantin ITS

Kompas.com - 07/10/2019, 12:45 WIB
Suasana kantin/warung Bakso Pak Parlin tampak rindang. KOMPAS.com/GHINAN SALMANSuasana kantin/warung Bakso Pak Parlin tampak rindang.

Letak kantin yang berada di tengah-tengah kampus, membuat mahasiswa semua jurusan di ITS memilih makan bakso Pak Parlin.

"Mahasiswa selalu ramai ke sini. Tapi, kalau libur memang agak sepi, tapi saya tetap jualan karena masih ada yang beli. Termasuk alumni-alumni masih cari saya, sampai sekarang pun kadang-kadang masih kangen katanya. Kangen baksonya Pak Parlin," ujar dia.

Semenjak jualan bakso menetap di ITS, ia membebaskan para pembeli untuk mengambil makanan sendiri.

Parlin juga menuliskan harga pentol, tahu goreng, siomai, gorengan hingga lontong, di samping gerobak baksonya.

Baca juga: Bakso Pak Dhi, Makanan Legendaris Mahasiswa dan Alumni ITS

Harga pentol kecil Rp 1.000 rupiah, pentol besar puyuh Rp 2.000, pentol besar kasar Rp 2.000, pentol besar keju Rp 2.000, tahu goreng, siomai, dan gorengan Rp 5.000, serta lontong atau ketupat Rp 2.000.

Namun, karena mahasiswa sudah mengetahui harga macam-macam pentol dan turunannya, papan harga kemudian tidak lagi dipasang.

"Kadang-kadang setelah membayar, mahasiswa ambil kembalian sendiri. Karena kadang saya repot cuci piring, jadi tak suruh ambil kembalian sendiri, sudah saya siapin," kata Parlin.

Ia mengaku, tidak khawatir ada yang berbuat curang, karena ia berjualan dengan ikhlas dan tidak memiliki prasangka buruk terhadap para pembeli.

"Ya, mungkin ada yang lupa satu dua orang ya, tapi sudah wajar. Namanya orang itu enggak ada yang sempurna. Bagi saya ikhlas saja," tutur Parlin.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tidak Benar, Isu yang Menyebut WN China di Surabaya Terjangkit Virus Corona

Tidak Benar, Isu yang Menyebut WN China di Surabaya Terjangkit Virus Corona

Regional
Seorang Ibu di Jepara Tewas Terseret Banjir Saat Kendarai Sepeda Motor

Seorang Ibu di Jepara Tewas Terseret Banjir Saat Kendarai Sepeda Motor

Regional
Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak Tiga Rumah di Cirebon

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak Tiga Rumah di Cirebon

Regional
Pilkada Surabaya, 5 Partai Deklarasi Dukung Mantan Kapolda Jatim

Pilkada Surabaya, 5 Partai Deklarasi Dukung Mantan Kapolda Jatim

Regional
12 Mahasiswa Aceh di Wuhan Butuh Stok Makanan dan Masker Khusus

12 Mahasiswa Aceh di Wuhan Butuh Stok Makanan dan Masker Khusus

Regional
Longsor di Sumedang, Dua Orang Tewas dan Dua Lainnya Kritis

Longsor di Sumedang, Dua Orang Tewas dan Dua Lainnya Kritis

Regional
Sunda Empire Dilaporkan Roy Suryo, Ki Ageng Rangga: Maling Teriak Maling

Sunda Empire Dilaporkan Roy Suryo, Ki Ageng Rangga: Maling Teriak Maling

Regional
RSUP Sanglah Pulangkan 2 Turis China yang Sempat Diduga Terinfeksi Virus Corona

RSUP Sanglah Pulangkan 2 Turis China yang Sempat Diduga Terinfeksi Virus Corona

Regional
4 Fakta Warga Jambi Diduga Terjangkit Corona, Pulang dari China hingga Kini Diisolasi

4 Fakta Warga Jambi Diduga Terjangkit Corona, Pulang dari China hingga Kini Diisolasi

Regional
RSUP Wahidin Makassar Periksa Pasien yang Baru Pulang dari China, Hasilnya Negatif Virus Corona

RSUP Wahidin Makassar Periksa Pasien yang Baru Pulang dari China, Hasilnya Negatif Virus Corona

Regional
Hindari Virus Corona, 12 Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya di Wuhan Diisolasi

Hindari Virus Corona, 12 Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya di Wuhan Diisolasi

Regional
Wabah Virus Corona, 150 Turis China Tetap Diterima di Sumbar

Wabah Virus Corona, 150 Turis China Tetap Diterima di Sumbar

Regional
Geng Donki, Pelajar Pelaku Begal Pamitnya Belajar Kelompok

Geng Donki, Pelajar Pelaku Begal Pamitnya Belajar Kelompok

Regional
Gara-gara Bakar Lahan, Seorang ASN di Riau Ditahan

Gara-gara Bakar Lahan, Seorang ASN di Riau Ditahan

Regional
Ini Tanggapan Petinggi Sunda Empire Setelah Dilaporkan Roy Suryo ke Polisi

Ini Tanggapan Petinggi Sunda Empire Setelah Dilaporkan Roy Suryo ke Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X