Kilas Daerah Semarang
KILAS DAERAH

Di Semarang, Anak Berkebutuhan Khusus Dapat Hidup Lebih Nyaman

Kompas.com - 07/10/2019, 08:55 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat menghadiri peringatan Hari Cerebral Palsy Sedunia di Ruang Difabel Semar Cakep (Semarang Penyandang Cacat Kepedulian), Semarang Barat, Minggu (6/10/2019). Dok. Pemkot SemarangWali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat menghadiri peringatan Hari Cerebral Palsy Sedunia di Ruang Difabel Semar Cakep (Semarang Penyandang Cacat Kepedulian), Semarang Barat, Minggu (6/10/2019).

KOMPAS.com - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi optimis anak-anak berkebutuhan khusus dapat semakin nyaman tinggal dan tumbuh di kota yang ia pimpin.

Hal tersebut disampaikan Hendi, sapaan akrab wali kota, saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Cerebral Palsy Sedunia di Ruang Difabel Semarang Penyandang Cacat Kepedulian (Semar Cakep), Semarang Barat, Minggu (6/10/2019).

Ia mengatakan, adanya peringatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran banyak pihak untuk lebih memberi perhatian kepada masyarakat berkebutuhan khusus.

"Pemerintah memiliki komitmen yang tinggi dalam mendukung dan memfasilitasi kebutuhan para penyandang cerebral palsy agar mereka senantiasa tumbuh berkembang kuat dan mandiri," katanya.

Baca juga: Derita Gizi Buruk dan Celebral Palsy, Tubuh Azizah Kurus, Kakinya Mengecil

Hendi menekankan bahwa semangat dari pemerintah pusat, provinsi, dan kota bukan lagi pada aktivitas memberi bantuan tetapi lebih ke arah penyetaraan anak difabel seperti anak lainnya.

Dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima dijelaskan, Semar Cakep hadir di Kota Semarang sejak Mei 2018. Tempat ini menjadi wadah sharing lowongan pekerjaan untuk para difabel dan penyuluhan bagi mereka.

Kini, anggota di Semar Cakep sudah mencapai 83 orang dengan puluhan relawan yang tergabung untuk mendampingi aktivitas mereka.

Dengan aktivitas seperti itu, Hendi berharap pelayanan Semar Cakep di Kantor Kecamatan Semarang Barat ini bisa menjadi role model untuk kecamatan lain di seluruh Kota Semarang.

Baca juga: Kemnaker: Buka Akses Lapangan Kerja untuk Difabel

Ia pun tak lupa mengapresiasi para orangtua, relawan, jajaran kecamatan Semarang Barat, dan tenaga medis Puskesmas Karangayu yang telah mendukung aktivitas anak-anak difabel dengan ikhlas, kuat dan sabar

Di sisi lain, salah satu pegiat komunitas difabel, Vita Maryunani berterima kasih atas kepedulian serta semangat semua pihak, khususnya jajaran Pemkot Semarang.

Vita berharap perhatian tersebut bisa terus diberikan sebagai dukungan terhadap keberlangsungan ruang difabel Semar Cakep dan anak-anak penyandang cerebral palsy.

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sukacita Orangtua Bayi Kembar Siam Setelah Setahun dan 10 Jam yang Berat

Sukacita Orangtua Bayi Kembar Siam Setelah Setahun dan 10 Jam yang Berat

Regional
Kisah Ibu Digugat Anak Kandung, Punya Fortuner tapi Dianggap Sewa

Kisah Ibu Digugat Anak Kandung, Punya Fortuner tapi Dianggap Sewa

Regional
Fakta Pasien Mesum di Ruang Isolasi Covid-19 RSUD Dompu, Viral di Medsos hingga Polisi Lakukan Penyelidikan

Fakta Pasien Mesum di Ruang Isolasi Covid-19 RSUD Dompu, Viral di Medsos hingga Polisi Lakukan Penyelidikan

Regional
Dedi Mulyadi Siapkan Advokat untuk Ibu yang Digugat Anaknya karena Fortuner

Dedi Mulyadi Siapkan Advokat untuk Ibu yang Digugat Anaknya karena Fortuner

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ibu Digugat Anak Kandung Soal Mobil Fortuner | Temuan Bagian Tubuh Diduga Milik Penumpang Sriwijaya Air

[POPULER NUSANTARA] Ibu Digugat Anak Kandung Soal Mobil Fortuner | Temuan Bagian Tubuh Diduga Milik Penumpang Sriwijaya Air

Regional
Kisah Bule Asal Belanda Jualan Mi Ayam di Yogya, Harganya Rp 7000 Semangkuk

Kisah Bule Asal Belanda Jualan Mi Ayam di Yogya, Harganya Rp 7000 Semangkuk

Regional
Video Viral Mobil Patroli Kejar Truk di Tol, Sopir Tetap Melaju Kencang Saat Dihentikan Polisi

Video Viral Mobil Patroli Kejar Truk di Tol, Sopir Tetap Melaju Kencang Saat Dihentikan Polisi

Regional
Mengungkap Fakta Mayat Perempuan Setengah Telanjang yang Ditemukan Tewas di Tengah Sawah, Diduga Dibunuh

Mengungkap Fakta Mayat Perempuan Setengah Telanjang yang Ditemukan Tewas di Tengah Sawah, Diduga Dibunuh

Regional
Terjangkit Covid-19 Setelah Divaksinasi, Ini Kata Bupati Sleman

Terjangkit Covid-19 Setelah Divaksinasi, Ini Kata Bupati Sleman

Regional
Sederet Kisah Anak Laporkan Ibu Kandung, Gegara Harta hingga Luka Terkena Kuku

Sederet Kisah Anak Laporkan Ibu Kandung, Gegara Harta hingga Luka Terkena Kuku

Regional
Cerita Pria Cianjur Hidup Lagi Setelah 2 Kali Dikira Mati, Dede: Saya Ingat Betul Bawa jasadnya

Cerita Pria Cianjur Hidup Lagi Setelah 2 Kali Dikira Mati, Dede: Saya Ingat Betul Bawa jasadnya

Regional
Protes Sikap Ketua DPRD, Anggota Dewan Segel Ruangan: Jangan Anggap Kami Seperti Anak Buah

Protes Sikap Ketua DPRD, Anggota Dewan Segel Ruangan: Jangan Anggap Kami Seperti Anak Buah

Regional
Tak Ada Gugatan Hasil Pilkada, Eistianah Ditetapkan sebagai Bupati Demak Terpilih

Tak Ada Gugatan Hasil Pilkada, Eistianah Ditetapkan sebagai Bupati Demak Terpilih

Regional
KPU Tetapkan Wabup Petahana sebagai Bupati Blora Terpilih

KPU Tetapkan Wabup Petahana sebagai Bupati Blora Terpilih

Regional
Rumah Warga Roboh dan Ubin RSUD Talaud Pecah akibat Gempa di Sulawesi Utara

Rumah Warga Roboh dan Ubin RSUD Talaud Pecah akibat Gempa di Sulawesi Utara

Regional
komentar di artikel lainnya