Jagung Warna-warni Bawa Petani Cianjur Jadi Pembicara di Depan Para Profesor Malaysia

Kompas.com - 07/10/2019, 07:24 WIB
Luki Lukmanulhakim (kedua dari kiri bersalaman), petani asal Cianjur, Jawa Barat saat diundang ke Terengganu, Malaysia untuk berbagai pengalaman dalam pengembangan pembudidayaan jagung warna-warni dan konsep pertanian lainnya. IstimewaLuki Lukmanulhakim (kedua dari kiri bersalaman), petani asal Cianjur, Jawa Barat saat diundang ke Terengganu, Malaysia untuk berbagai pengalaman dalam pengembangan pembudidayaan jagung warna-warni dan konsep pertanian lainnya.

CIANJUR, KOMPAS.com - Masih ingat Luki Lukmanulhakim (45), petani asal Cianjur, Jawa Barat yang sempat mencuri perhatian publik dengan jagung warna-warni yang dibudidayakannya?

Sejak ramai diberitakan, kebun miliknya di Kampung Lebak Saat, Desa Cirumput, Kecamatan Cugenang, Cianjur itu pun sontak menjadi destinasi wisata dadakan.

Hingga kini, kebun jagung warna-warni masih banyak dikunjungi. Ada yang hanya sekedar ingin menghilangkan rasa penasaran, ada juga yang memang berniat untuk bermitra mencari peluang usaha.

Bahkan, Luki baru saja kembali dari Malaysia, tepatnya dari Terengganu untuk memenuhi undangan sebuah perusahaan agrobisnis setempat.

Kunjungannya ke Malaysia selama lima hari itu tak terlepas dari kiprahnya dalam mengembangkan jagung warna-warni.

Di sana, Luki didapuk sebagai "expert" dan diminta untuk berbagi pengalaman di bidang pertanian di hadapan pejabat kementerian pertanian, pejabat otoritas setempat serta para doktor dan profesor dari Universitas Maritim Terengganu.

"Awalnya saya hanya diminta berbicara tentang budidaya jagung, tapi  mereka ternyata tertarik dengan konsep pertanian yang saya punya," kata Luki saat ditemui Kompas.com di kebunnya, Minggu (6/10/2019).

Baca juga: Kebun Jagung Warna-warni Cianjur Masih Diserbu Pengunjung

Konsep dimaksud berkaitan soal ecotourism dan inovasi-inovasi pertanian dan penerapan teknologi pertanian yang selama ini ia terapkan di kebunnya.

"Tidak pernah menyangka dan suatu kehormatan bagi saya bisa berbagi pengalaman di negeri orang,” ucap dia.

Dalam waktu dekat, Luki juga akan melakukan penandatanganan MoU dengan sebuah lembaga pendidikan yang konsen di bidang agroedukasi, yang juga berasal dari Malaysia, tepatnya dari Selangor.

"Sebelumnya perwakilan dari mereka memang pernah berkunjung ke sini (kebun) karena penasaran dengan jagung pelangi yang viral itu. Setelah kita berdiskusi panjang, mereka ternyata tertarik dengan konsep kebun ini hingga ditindaklanjuti dengan rencana kerjasama nanti," ujar Luki.

Baca juga: Mengenal Luki, Petani yang Sukses Budidayakan Jagung Warna-warni

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X