5 Fakta Diduga Aiptu P Tembak Istri lalu Bunuh Diri, Terlibat Cekcok hingga Warga Dengar 3 Kali Suara Tembakan

Kompas.com - 07/10/2019, 05:23 WIB
Ilustrasi penembakan. ShutterstockIlustrasi penembakan.

KOMPAS.com - Warga Desa Lidah Tanah, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara (Sumut), dihebohkan dengan ditemukannya seorang polisi berinisial Aiptu P yang bertugas di Satres Narkoba Polres Sergai dan istrinya F (45) tewas dengan luka tembak di kepala dikediamannya, Sabtu (5/10/2019) sekitar pukul 23.00 WIB.

Saat ditemukan warga, Aiptu P tewas tergeletak di depan pintu kamar sambil memegang pistol, sementara F ditemukan berada di ruangan tempat korban menonton televisi.

Kapolres Serdang Bedagai AKBP Juliarman Pasaribu mengatakan, kasus tersebut hingga kini masih diselidiki.

Dari keterangan anaknya, sebelum ditemukan tewas, Aiptu P dan istrinya F sempat cekcok di rumahnya, keduanya bahkan sempat tidak saling berkomunikasi.

Berikut ini fakta selengkapnya:

1. Warga dengar tiga suara tembakan dari rumah korban

Ilustrasi penembakan Ilustrasi penembakan

Seorang warga, Sugianto mengaku mendengar tiga kali suara tembakan dari rumah Aiptu P.

Tak lama mendengar suara tembakan tersebut, warga pun mendengar suara anak korban menangis.

Mendengar suara tembakan dan tangisan tersebut, warga pun langsung mendatangi kediaman Aiptu P dan menemukan keduanya tewas di kepala mengeluarkan darah.

Saat itu, tangan kanan Aiptu P masih menggengam senjata api.

Baca juga: Polisi dan Istrinya Ditemukan Tewas dengan Luka Tembak, Tangan Suami Memegang Pistol

2. Masih diselidiki

Ilustrasi olah TKP Ilustrasi olah TKP

Kapolres Serdang Bedagai AKBP Juliarman Pasaribu mengatakan, kasus tersebut hingga kini masih diselidiki.

"Sesuai prosedur yang berlaku masih dalam penyelidikan apa yang menjadi penyebab motif pelaku. Pas di lokasi ada di tangannya (pistol). Istri korban diduga ada dua lubang di bagian depan," kata Juliarman, Minggu (6/10/2019).

Ketika ditanya apakah ada percecokan sebelum kejadian, dia tidak membantah sebagaimana diterangkan oleh anaknya.

"Sehari-hari di kantor bagus, tak pernah ada masalah. Baik, supel, suka bercanda," ujarnya.

Baca juga: Polisi Tembak Pria yang Aniaya Istri dan Menantu

3. Diduga Aiptu P tembak istri sebelum bunuh diri

Ilustrasi pistolSHUTTERSTOCK Ilustrasi pistol

Aiptu P dan istrinya F ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala. Keduanya ditemukan tewas mengeluarkan banyak darah di rumahnya.

Diduga Aiptu P menembak F terlebih dahulu sebelum menembak dirinya.

"Sementara yang kita duga masih seperti itu, dari keterangan saksi anaknya sendiri," ujarnya.

Masih dikatakan Juliarman, ditemukan juga pistol di tangan P.

"Diduga ada dua tembakan (ke istri korban)," ujar Juliarman.

Baca juga: Diduga Aiptu P Tembak Istri Sebelum Bunuh Diri

4. Sempat terlibat cekcok

Ilustrasi marahThinkstockphotos.com Ilustrasi marah

Juliarman mengatakan, dari keterangan anak korban, sebelum ditemukan tewas Aiptu P dan istrinya F, sempat cekcok di ruang tengah mereka.

Sebelum cekcok, keduanya bahkan sempat tidak saling berkomunikasi.

"Kata anaknya mereka tidak saling komunikasi," ungkapnya.

Baca juga: Sebelum Ditemukan Tewas dengan Luka Tembak di Kepala, Aiptu P dan Istri Terlibat Cekcok

5. Masih menunggu hasil visum

Ilustrasi.THINKSTOCK Ilustrasi.

Juliarman mengungkapkan, saat ini pihaknya masih menyelidiki penyebab pasti tewasnya pasangan suami istri itu.

Untuk melengkapi penyelidikan, kedua jenazah tengah divisum.

"Kita masih menunggu hasil visum ini. Dari kasat mata ada tiga luka di kepala. Artinya memang ada tiga kali letusan senjata api," kata Juliarman.

Baca juga: Polisi Temukan Tanda Kekerasan di Tubuh Jenazah Wanita Dalam Karung

Sumber: KOMPAS.com (Dewantoro)



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Status PDP Dicabut, Jenazah Dimakamkan Tanpa Protokol Covid-19 Ternyata Positif Corona

Status PDP Dicabut, Jenazah Dimakamkan Tanpa Protokol Covid-19 Ternyata Positif Corona

Regional
Kasus Terbanyak, Sehari 20 Warga Grobogan Terkonfirmasi Positif Covid-19

Kasus Terbanyak, Sehari 20 Warga Grobogan Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
Ratusan Kali Merampok, 2 Orang Berseragam TNI Ditangkap di Bandung

Ratusan Kali Merampok, 2 Orang Berseragam TNI Ditangkap di Bandung

Regional
Jenazah Positif Covid-19 di Samarinda Dibawa Keluar Provinsi, Ini Penjelasan Wali Kota

Jenazah Positif Covid-19 di Samarinda Dibawa Keluar Provinsi, Ini Penjelasan Wali Kota

Regional
Pengenalan Sekolah, SD di Palembang Ini Gunakan Sistem 'Drive Thru'

Pengenalan Sekolah, SD di Palembang Ini Gunakan Sistem "Drive Thru"

Regional
3 Karyawan Metro TV di Surabaya Positif Covid-19

3 Karyawan Metro TV di Surabaya Positif Covid-19

Regional
Simental dan Limosin, 2 Jenis Sapi yang Akan Dipilih Jokowi untuk Kurban

Simental dan Limosin, 2 Jenis Sapi yang Akan Dipilih Jokowi untuk Kurban

Regional
Demi Konten dan Terkenal, YouTuber Seret Biawak Hidup-hidup di Aspal dengan Motor

Demi Konten dan Terkenal, YouTuber Seret Biawak Hidup-hidup di Aspal dengan Motor

Regional
Harimau Sumatera yang Masuk Pemukiman Warga Berhasil Ditangkap

Harimau Sumatera yang Masuk Pemukiman Warga Berhasil Ditangkap

Regional
Miliki Riwayat Perjalanan ke Zona Hitam, Nenek Positif Covid-19 di Wonogiri Meninggal

Miliki Riwayat Perjalanan ke Zona Hitam, Nenek Positif Covid-19 di Wonogiri Meninggal

Regional
Disdik Kabupaten Bogor Akui Belajar secara Daring Kurang Efektif

Disdik Kabupaten Bogor Akui Belajar secara Daring Kurang Efektif

Regional
Ridwan Kamil: Kalau Tak Bisa Bayar Denda, Pilihannya Kurungan atau Kerja Sosial

Ridwan Kamil: Kalau Tak Bisa Bayar Denda, Pilihannya Kurungan atau Kerja Sosial

Regional
Kadernya Jadi Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah, PKS Belum Tentukan Sikap

Kadernya Jadi Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah, PKS Belum Tentukan Sikap

Regional
850 Penghuni Pondok Gontor 2 Jalani Rapid Tes Covid-19, 60 Orang Dinyatakan Reaktif

850 Penghuni Pondok Gontor 2 Jalani Rapid Tes Covid-19, 60 Orang Dinyatakan Reaktif

Regional
Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X