153 Warga Toraja yang Mengungsi dari Wamena Tiba di Toraja

Kompas.com - 06/10/2019, 13:11 WIB
Sebanyak 153 warga asal Toraja Utara, Sulawesi Selatan, yang mengungsi akibat kerusuhan di Wamena, Jayapura, Papua, tiba di Rantepao, Toraja Utara, Minggu (6/10/2019) pagi. Rombongn pengungsi itu diterima Pemerintah Kabupaten Toraja Utara dan Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja di Posko Kemanusiaan Peduli Papua. Muh. Amran AmirSebanyak 153 warga asal Toraja Utara, Sulawesi Selatan, yang mengungsi akibat kerusuhan di Wamena, Jayapura, Papua, tiba di Rantepao, Toraja Utara, Minggu (6/10/2019) pagi. Rombongn pengungsi itu diterima Pemerintah Kabupaten Toraja Utara dan Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja di Posko Kemanusiaan Peduli Papua.

TORAJA UTARA, KOMPAS.com – Sebanyak 153 warga Toraja Utara yang mengungsi dari Wamena, Jayapura, Papua, karena ada kerusuhan telah tiba di Rantepao, Toraja Utara, Minggu (6/10/2019) pagi.

Rombongn pengungsi itu diterima Pemerintah Kabupaten Toraja Utara dan Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja di Posko Kemanusiaan Peduli Papua. 

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dinas Sosial Toraja Utara, Yola Rangga Papalangi mengatakan, posko kemanusiaan itu akan tetap dibuka hingga para pengungsi Wamena asal Toraja dinyatakan tiba semuanya.

Baca juga: Pemprov Sumbar Pulangkan Pengungsi Wamena Asal Sumbar Hari Ini

"Yang tiba hari ini ada 153 orang. Kami akan terus berkoordinasi dengan posko di Makassar, dan masih ada sekitar 400 pengungsi asal Toraja yang akan tiba," kata Yola, Minggu.

Menurut dia, dalam melayani para pengungsi, Dinas Sosial Toraja Utara menurunkan Tagana dan Karang Taruna untuk pelayanan komsumsi, pengantaran ke kampung halaman, dan trauma healing.

"Selanjutnya Dinas Sosial segera melakukan penanganan trauma healing kepada keluarga tersebut, termasuk juga dengan penangganan nasib pendidikan anak-anak pengungsi," ujarnya.

Menurut dia, anak-anak para pengunsi akan difasilitasi untuk masuk sekolah.

Pemulangan warga korban kerusuhan di Wamena asal Toraja ikut dibantu Pemerintah Propinsi Sulawesi Selatan bersama TNI-Polri. Untuk pemulangan ke daerah atau kampung asal , difasilitasi pemerintah kabupaten bekerja sama dengan Persatuan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) Sulawesi Selatan.

Salah seorang pengungsi yang juga guru sekolah dasar (SD) di Wamena Selvy Marimbunna terlihat kelelahan dan trauma dengan kejadian yang dialaminya. Ia mengatakan, saat terjadi kerusuhan dirinya menyelamatkan diri ke kantor Koramil lalu melanjutkan ke Kodim.

“Waktu itu kami dievakuasi ke Koramil, setelah beberapa hari belum ada jemputan, kami dievakuasi kembali ke Kodim Wamena dengan diantar oleh aparat TNI ke Jayapura dan melanjutkan naik kapal laut baru ke sini,” ujar dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X