Pesawat Berbadan Lebar Mulai Beroperasi di Bandara Kulon Progo

Kompas.com - 05/10/2019, 16:51 WIB
Pesawat Airbus A330-200 milik maskapai Garuda Indonesia mendarat di Bandar Udara Yogyakarta International Airport di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (05/10/2019). DOKUMEN HUMAS YIA - AP IPesawat Airbus A330-200 milik maskapai Garuda Indonesia mendarat di Bandar Udara Yogyakarta International Airport di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (05/10/2019).

KULON PROGO, KOMPAS.com - Pesawat berbadan lebar (wide body) mulai beroperasi di Bandar Udara Yogyakarta International Airport (YIA) di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Maskapai penerbangan Garuda Indonesia merintisnya dengan pesawat A330 Seri 200. Garuda memanfaatkan pesawat Airbus ini untuk rute dari Bandara Soekarno Hatta (CGK) ke YIA, kembali ke CGK.

"Garuda menggunakan pesawat berbadan lebar untuk penerbangan berjadwal tiap Jumat dan Minggu," kata GM YIA dari PT Angkasa Pura I (Persero), Agus Pandu Purnama melalui  keterangan tertulisnya, Sabtu (5/10/2019).

Baca juga: Pembangunan Bandara YIA Dikebut untuk Melayani Natal dan Tahun Baru

Bandara YIA memiliki landasan dengan panjang 3.250 meter yang memang dirancang untuk bisa dilintasi jenis pesawat wide body maupun terbesar, seperti A380, bahkan Boeing 747 maupun 777.

Landasan juga memiliki kekerasan PCN (pavement classification number) 107. Kualifikasi kekerasan ini memungkinkan pesawat terberat melintas di atasnya.

Berbeda dengan bandara lain, seperti Bali dan Soekarno Hatta hanya bisa pesawat terberat dengan batasan muatan. 

Dengan beroperasinya pesawat wide body dari maskapai Garuda, AP I  meyakini pesawat-pesawat serupa bahkan lebih besar dari luar negeri juga bisa beroperasi di sini dalam waktu dekat.

Pandu optimis permintaannya besar. "Penumpang bisa memilih ingin merasakan penerbangan dengan pesawat yang mana," kata Pandu.

Dengan demikian, maka sudah sekitar 30 penerbangan yang dilayani YIA setiap hari. Mereka berasal dari maskapai Citilink, Batik Air, Lion Air, Airasia dan kini Garuda Indonesia sendiri.

Baca juga: Per September, Penumpang Bisa Pesan GrabCar di Adisutjipto dan YIA

Kehadiran armada besar seperti ini memberikan pilihan penerbangan yang lebih banyak kepada pengguna jasa bandara. 

"Selain itu juga diharapkan mampu ikut mendorong kemajuan pariwisata, khususnya di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah,” kata Pandu.

YIA beroperasi mulai akhir April 2019 lalu. Bandara ini melayani penerbangan pertama pada awal Mei 2019.

Kini, okupansi bandara menyentuh angka 2.000 penumpang per hari, melebihi target sebelumnya hanya 600 penumpang. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buntut Konflik Tanah di Flores Timur: Polisi dan Istri Disandera, Rumah Rohaniawan Dirusak, 7 Orang Ditangkap

Buntut Konflik Tanah di Flores Timur: Polisi dan Istri Disandera, Rumah Rohaniawan Dirusak, 7 Orang Ditangkap

Regional
Derita Nenek Theresia, Tinggal di Gubuk Bekas Toilet Warga Tanpa Listrik

Derita Nenek Theresia, Tinggal di Gubuk Bekas Toilet Warga Tanpa Listrik

Regional
Ketika Trayek Angkot di Tasikmalaya Jadi Istilah Transaksi Narkoba

Ketika Trayek Angkot di Tasikmalaya Jadi Istilah Transaksi Narkoba

Regional
Jenazah Tersangka Teroris Abu Alfat Dimakamkan di Medan, Sang Ibu Tak Sanggup Turun dari Mobil

Jenazah Tersangka Teroris Abu Alfat Dimakamkan di Medan, Sang Ibu Tak Sanggup Turun dari Mobil

Regional
Pabrik Sepatu Hengkang ke Jateng, Penganggurann Berpotensi Naik hingga Gubernur Banten Janjikan Investasi Baru

Pabrik Sepatu Hengkang ke Jateng, Penganggurann Berpotensi Naik hingga Gubernur Banten Janjikan Investasi Baru

Regional
Franz Magnis Suseno: Negara Harus Intoleran terhadap Intoleransi

Franz Magnis Suseno: Negara Harus Intoleran terhadap Intoleransi

Regional
Fakta Sidang Suap Bupati Muara Enim: Minta Mobil Lexus, Wakil Bupati dan 22 Anggota DPRD Ikut Terlibat

Fakta Sidang Suap Bupati Muara Enim: Minta Mobil Lexus, Wakil Bupati dan 22 Anggota DPRD Ikut Terlibat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita di Balik Perjuangan Hidup Dewi | 10 Pabrik Sepatu Pilih Hengkang ke Jateng

[POPULER NUSANTARA] Cerita di Balik Perjuangan Hidup Dewi | 10 Pabrik Sepatu Pilih Hengkang ke Jateng

Regional
Korban Robohnya Aula SMKN 1 Miri Dapat Bantuan Pengobatan dari Pemkab Sragen

Korban Robohnya Aula SMKN 1 Miri Dapat Bantuan Pengobatan dari Pemkab Sragen

Regional
Waspada, 'The Silent Killer' Penurunan Muka Tanah Ancam Wilayah Semarang

Waspada, "The Silent Killer" Penurunan Muka Tanah Ancam Wilayah Semarang

Regional
Fakta Pria 70 Tahun Ditemukan Tewas di Balikpapan, Diduga Korban Pembunuhan hingga Masih Diselidiki

Fakta Pria 70 Tahun Ditemukan Tewas di Balikpapan, Diduga Korban Pembunuhan hingga Masih Diselidiki

Regional
Batal Jadi Pembicara di Seminar Sesko TNI, Menhan Prabowo Rapat Terbatas dengan Presiden

Batal Jadi Pembicara di Seminar Sesko TNI, Menhan Prabowo Rapat Terbatas dengan Presiden

Regional
Dituding Rugikan Mitra Individu, Grab dan PT TPI Jalani Sidang di KPPU Medan

Dituding Rugikan Mitra Individu, Grab dan PT TPI Jalani Sidang di KPPU Medan

Regional
Ini Reaksi Umar Patek Saat Istrinya Resmi Jadi WNI, Tanda Cinta 'Saranghae' hingga 2,5 Tahun Menunggu

Ini Reaksi Umar Patek Saat Istrinya Resmi Jadi WNI, Tanda Cinta "Saranghae" hingga 2,5 Tahun Menunggu

Regional
Akhir Perjalanan SN, Pelaku Pelemparan Sperma dan Begal Payudara di Tasikmalaya

Akhir Perjalanan SN, Pelaku Pelemparan Sperma dan Begal Payudara di Tasikmalaya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X