Gara-gara Terpal, Kepala Desa di Maluku Nyaris Dibakar di Posko Pengungsian

Kompas.com - 05/10/2019, 16:23 WIB
Pengungsi gempa di Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Kabuopaten Maluku Tengah masih bertahan di lokasi ketinggian di desa tersebut, Sabtu (5/10/2019) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYPengungsi gempa di Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Kabuopaten Maluku Tengah masih bertahan di lokasi ketinggian di desa tersebut, Sabtu (5/10/2019)

AMBON,KOMPAS.com - Penyaluran bantuan untuk korban gempa di Maluku mulai dikeluhkan para pengungsi di sejumlah lokasi pengungsian.

Di Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, misalnya, para pengungsi nyaris membakar hidup-hidup kepala desa setempat lantaran terpal yang diminta warga tidak diberikan.

Dari informasi yang dihimpun Kompas.com, kejadian itu terjadi di posko pengungsian di perbukitan desa tersebut pada Jumat (4/10/2019) kemarin.

“Ada warga yang meminta terpal dari bapak raja (kepala desa) tapi tidak diberikan. Bapak raja minta agar yang mau terpal datang ambil sendiri, sehingga warga marah dan terjadi keributan,” kata Rudi, salah seorang pengungsi saat dihubungi, Sabtu (5/10/2019).

Menurut dia, karena kesal, salah satu pengungsi langsung menyiram kepala desa dengan bensin dan hendak membakarnya. Beruntung sang kepala desa langsung kabur.

"Masalahnya hanya terpal, tapi sudah selesai,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Salahutu, AKP Izaac Risambessy yang dikonfirmasi Kompas.com membenarkan keributan di posko pengungsian tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, ia membantah jika ada pengungsi yang hendak membakar kepala desa.

“Hanya keributan biasa, itu gara-gara tenda tapi sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” ujarnya.

Sementara Kepala Desa setempat, Zeth Bakarbessy mengaku, kejadian itu bermula saat seorang pengungsi datang meminta terpal darinya dengan alasan ada yang mau melahirkan.

Namun, warga yang datang itu meminta enam buah terpal sekaligus.

“Saya bilang ke dia agar suami yang istrinya mau melahirkan itu datang ambil sendiri karena sebelumnya saya sudah kasih ke dia, lalu mereka marah,” katanya.

Terkait masalah itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku, Farida Salempessy mengatakan, penyaluran bantuan telah menjadi kewenangan BPBD Kabupaten Kota.

“Untuk bantuan itu sudah menjadi tanggung jawab di kabupaten kota,” ujarnya di posko penangulangan bencana.

Sementara itu, menanggapi penyaluran bantuan korban pengungsi yang dinilai masih belum merata itu, Anggota DPRD Kabupaten Maluku Tengah, Subhan Nur Fata meminta BPBD dan pihak berwenang agar dapat menyalurkan bantuan bencana kepada seluruh pengungsi yang berhak menerima.

“Penyaluran bantuan harus sampai ke seluruh pengungsi, jangan pilih-pilih. Intinya semua pengungsi korban gempa harus mendapat haknya, jangan sampai ada pengungsi yang dapat lalu sebagian tidak,” kata politis PAN ini.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Regional
Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Regional
Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X