3 WNA Tewas dalam Kecelakaan Tunggal di Kilometer 69 Tol Japek

Kompas.com - 05/10/2019, 15:59 WIB
Polisi tengah mengatur lalu lintas di lokasi kecelakaan tunggal di tol Jakarta-Cikampek kilometer 69.200 B, Sabtu (5/10/2019). HANDOUTPolisi tengah mengatur lalu lintas di lokasi kecelakaan tunggal di tol Jakarta-Cikampek kilometer 69.200 B, Sabtu (5/10/2019).

KARAWANG, KOMPAS.com - Tiga warga negara asing (WNA) meninggal akibat kecelakaan tunggal di Tol Jakarta-Cikampek kilometer 69.200 B, Karawang, Sabtu (5/10/2019).

"Tiga orang meninggal, semuanya WNA. Kemudian satu orang luka berat," kata Kasatlantas Polres Karawang, AKP Bariu Bawana, saat dihubungi, Sabtu (5/10/2019).

Bariu mengungkapkan, kecelakaan bermula saat Sutrisno (33) mengemudikan Toyota Innova dengan nomor polisi F 1379 RZ. Ia membawa tiga orang WNA dari arah Cikampek menuju Jakarta.

Tiba di KM 69, kendaraan oleng ke kiri dan masuk row sebelah kiri jalan. Kecelakaan itu menyebabkan Krishnan Kesavan, Vikraman Kasinathan dan Lee Kyung Hwan tewas seketika.

Baca juga: Kronologi Kecelakaan Beruntun 8 Kendaraan yang Tewaskan Satu Orang dan Hancurkan Rumah

"Pengemudi dan penumpang dibawa ke RS Thamrin Purwakarta karena lokasi lebih dekat," tutur Bariu.

Bariu mengatakan, penyebab sementara ditengarai akibat pengemudi kurang berhati-hati dan kurang konsentrasi.

Minibus warna hitam yang dikemudikan Sutrisno kini diamankan di Unit Laka Lantas Polres Karawang.

Sementara, kerugian materi akibat kecelakaan tersebut ditaksir mencapai Rp 200.000.000

Berikut identitas korban kecelakaan yang meninggal dalam tersebut:

1. Krishnan Kesavan (50), WNA

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

Regional
Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

Regional
7 Hal Penting Kasus 'Pembubaran' Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

7 Hal Penting Kasus "Pembubaran" Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

Regional
Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

Regional
Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

Regional
Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

Regional
Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

Regional
BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

Regional
Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

Regional
28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

Regional
Fakta Para Calon Kades Sediakan 'Doorprize' Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

Fakta Para Calon Kades Sediakan "Doorprize" Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

Regional
Fakta Upacara Piodalan di Bantul 'Dibubarkan' Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

Fakta Upacara Piodalan di Bantul "Dibubarkan" Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

Regional
Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Regional
4 Fakta Gempa Bumi M 7,1 di Maluku Utara, Tsunami 10 Cm hingga 19 Kali Gempa Susulan

4 Fakta Gempa Bumi M 7,1 di Maluku Utara, Tsunami 10 Cm hingga 19 Kali Gempa Susulan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Calon Kades Sediakan 'Doorprize' Mobil | Acara Piodalan 'Dibubarkan' Warga

[POPULER NUSANTARA] Calon Kades Sediakan "Doorprize" Mobil | Acara Piodalan "Dibubarkan" Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X