Ini yang Harus Dilakukan Nenek Sebatang Kara di Magetan agar Punya KTP

Kompas.com - 05/10/2019, 11:46 WIB
Mbah Siah (85), nenek sebatangkara di Desa Kleco yang tak memiliki KTP karena dokumen pindah domisilinya hilang. Karen atak menrima bantuan dari pemerintah, mabh siah teraksa beerja mencari sisa padi maupun kacang di awah milik warg ayang panen. KOMPAS.COM/SUKOCOMbah Siah (85), nenek sebatangkara di Desa Kleco yang tak memiliki KTP karena dokumen pindah domisilinya hilang. Karen atak menrima bantuan dari pemerintah, mabh siah teraksa beerja mencari sisa padi maupun kacang di awah milik warg ayang panen.

MAGETAN, KOMPAS.com  -  Lebih dari 10 tahun tak memiliki kartu identitas karena dokumen pindah domisili yang dimilikinya hilang, Mbah Siah (85) harus mengurus kembali sejumlah dokumen, di antaranya surat keterangan lahir.

Sekertaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Magetan Andik Purnawirawan saat ditemui dikantornya mengatakan, surat keterangan lahir nantinya berfungsi untuk melacak data terkait yang bersangkutan.

"Itu untuk ngecek di sini apakah terhapus. Kalau masih ada kami akan memberikan surat pindah yang dituju," ujarnya Jumat (4/10/2019).

Andik menambahakn, jika data tidak ditemukan, maka Mbah Siah harus mengurus surat keterangan domisili dan surat kenal lahir dari desa Kleco di mana selama lebih dari 10 tahun Mbah Siah menumpang hidup.  

Jika data yang diperlukan sudah dinyatakan benar, maka Dinas Kependudukan Kabupaten Magetan akan memberikan identitas baru kepada nenek sebatangkara tersebut.

Baca juga: Tak Punya KTP, Nenek yang Hidup Sebatang Kara Ini Tak Pernah Dapat Bantuan

Mbah Siah juga harus membuat surat pernyataan bahwa dirinay belum pernah terdata di daerah lain.

"Di form KK itu tanda tangan RT, RW, kepala desa dan camat. Kerena identitas baru harus mengetahui RT," kata Andik.

Permaslahan warga yang tidak memiliki identitas, menurut Andik, sudah dilakukan sosialisasi kepada kepala desa agar membuat surat kepada dinas terkait warganya yang tidak memiliki identitas, belum melakukan perekaman, maupun orang dengan gangguan kejiwaan yang belum ber- KTP.

"Sudah kami sosialisasikan, tapi pihak desa jarang melapokan," ucapnya.

Sebelumnya, Mbah Siah (85) yang yang hidup sebatang kara terpaksa mengais rezeki dengan menjadi pemungut sisa-sisa panen padi maupun kacang di sawah milik warga yang panen.

Baca juga: Mari Bantu Nenek Sadinah, Hidup Sebatang Kara Terpaksa Jual 3 Sendok demi Makan

Selama lebih 10 tahun terkahir Mbah Siah menumpang hidup kepada Sunarti, warga Desa Kleco.

Selama lebih dari 10 tahun pula Mbah Siah tak memiliki KTP karena dokumen pindah domisili yang dimilikinya hilang sehingga nenek sebatangara tersebut tak pernah tersentuh bantuan dari pemerintah.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Geger, Sesosok Mayat Ditemukan di Kebun Teh Kayo Aro Kerinci

Geger, Sesosok Mayat Ditemukan di Kebun Teh Kayo Aro Kerinci

Regional
Cerita Warga Berlebaran Lewat 'Video Call', Kadang Kesal Lantaran Hilang Sinyal

Cerita Warga Berlebaran Lewat "Video Call", Kadang Kesal Lantaran Hilang Sinyal

Regional
Kisah Perwira Polda Bengkulu Berjuang Sembuh dari Covid-19, Lari-lari Kecil agar Berkeringat

Kisah Perwira Polda Bengkulu Berjuang Sembuh dari Covid-19, Lari-lari Kecil agar Berkeringat

Regional
Kepada Warga, Pemudik Asal Jakarta yang Telantar 3 Hari di Tasikmalaya Sempat Mencari Neneknya hingga Pasar Cikurubuk

Kepada Warga, Pemudik Asal Jakarta yang Telantar 3 Hari di Tasikmalaya Sempat Mencari Neneknya hingga Pasar Cikurubuk

Regional
Video Ucapan Selamat Idul Fitri Berbahasa Arab Uskup Purwokerto Viral

Video Ucapan Selamat Idul Fitri Berbahasa Arab Uskup Purwokerto Viral

Regional
Potret Kacaunya Data Bansos di NTT, ASN dan 2 Anaknya Masuk Daftar, Ketua RT Protes Keras

Potret Kacaunya Data Bansos di NTT, ASN dan 2 Anaknya Masuk Daftar, Ketua RT Protes Keras

Regional
Kasus Positif Covid-19 dari Klaster Baru Salatiga Bertambah 6

Kasus Positif Covid-19 dari Klaster Baru Salatiga Bertambah 6

Regional
Rayakan Idul Fitri di Tengah Pandemi, Warga Semarang Tetap Jalankan Tradisi Ziarah Makam

Rayakan Idul Fitri di Tengah Pandemi, Warga Semarang Tetap Jalankan Tradisi Ziarah Makam

Regional
Duduk Perkara Ibu dan Anak Sewa Ambulans untuk Mudik, Ternyata Bukan Sakit Covid-19

Duduk Perkara Ibu dan Anak Sewa Ambulans untuk Mudik, Ternyata Bukan Sakit Covid-19

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ganjar Puji Suster Katolik Nyanyi Idul Fitri | Ibu dan Anak Sewa Ambulans untuk Mudik

[POPULER NUSANTARA] Ganjar Puji Suster Katolik Nyanyi Idul Fitri | Ibu dan Anak Sewa Ambulans untuk Mudik

Regional
Kisah Pilu Mbah Deman, Belasan Tahun Hidup Segubuk Bareng Ayam dan Bebek

Kisah Pilu Mbah Deman, Belasan Tahun Hidup Segubuk Bareng Ayam dan Bebek

Regional
Fakta di Balik Benda Misterius di Langit Gunungkidul dan Solo Saat Idul Fitri, Ternyata...

Fakta di Balik Benda Misterius di Langit Gunungkidul dan Solo Saat Idul Fitri, Ternyata...

Regional
Pasien Covid-19 Klaster Pasar Pinasungkulan Manado Bertambah 5 Orang

Pasien Covid-19 Klaster Pasar Pinasungkulan Manado Bertambah 5 Orang

Regional
Tambah 12, Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 di Kaltim Jadi 117 Orang

Tambah 12, Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 di Kaltim Jadi 117 Orang

Regional
Warga Kerap Salah Paham dengan Petugas, Posko Covid-19 ini Dibongkar Kepala Desa

Warga Kerap Salah Paham dengan Petugas, Posko Covid-19 ini Dibongkar Kepala Desa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X