Kompas.com - 04/10/2019, 20:23 WIB
Founder & CEO PT Solusi Duka Indonesia, William Liem Coln menunjukkan platform marketplace solusiduka.com KOMPAS.COM/A. FAIZALFounder & CEO PT Solusi Duka Indonesia, William Liem Coln menunjukkan platform marketplace solusiduka.com

 

SURABAYA, KOMPAS.com - Tidak hanya makanan dan minuman yang bisa diperoleh secara online, saat ini kebutuhan kematian juga bisa dicari dan diperoleh melalui dunia maya.

Sebuah perusahaan marketplace asal Surabaya memperkenalkan solusiduka.com untuk masyarakat yang membutuhkan kebutuhan keluarganya yang meninggal.

Founder & CEO PT Solusi Duka Indonesia, William Liem Coln, mengklaim jika produknya adalah yang pertama memberikan layanan untuk kebutuhan kematian.

"Selama ini yang marketplace hanya memenuhi kebutuhan manusia yang hidup, sementara kita menyiapkan untuk orang yang sudah meninggal," katanya kepada KOMPAS.com, Jumat (4/10/2019).

Baca juga: Ridwan Kamil Sebut Bayar Pajak Kendaraan Bisa di Retail dan Marketplace

Platform yang dikembangkannya setahun terakhir itu mempertemukan calon pengguna dan penyedia barang dan jasa di bidang kedukaan atau kematian.

Selama ini kata dia, belum pernah ada kesempatan bagi vendor untuk mengadakan pameran peti mati atau barang dan jasa kedukaan di muka umum seperti pameran rumah atau pameran pernikahan.

"Jadi selain membantu masyarakat, platform kami juga sebagai wadah promosi layanan penyedia kebutuhan kematian, termasuk di dalamnya pelaku UKM," jelasnya.

Baca juga: Marketplace Ralali.com Berdayakan Warga Senior Jadi Agen

solusiduka.com menyajikan beragam layanan seperti lokasi makam, peti mati, kremasi, rumah abu, persemayaman, makanan dan minuman, karangan bunga, dokumentasi, persewaan meja kursi AC hingga toilet portabel yang bisa digunakan untuk kerabat yang sedang bertakziah.

Selain itu juga dilengkapi dengan fitur Quick Start yang memungkinkan pengguna dapat memantau layanan apa saja yang telah dipilih sesuai kebutuhan.

"Juga ada fitur Compare List untuk dapat membandingkan berbagai produk sesuai spesifikasinya masing-masing, seperti: harga, tebal, finishing, kemasan, halal/tidaknya makanan, ijin PiRT, hingga layanan pembayaran," ujarnya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.