Normalisasi BKT Semarang Butuh Dana Rp 77 Miliar, Rampung Akhir 2020

Kompas.com - 04/10/2019, 18:26 WIB
Ilustrasi proyek infrastruktur Kementerian PUPRIlustrasi proyek infrastruktur

SEMARANG, KOMPAS.com - Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Ruhban Ruzziyatno mengatakan pihaknya sudah menuntaskan penertiban lahan di bantaran banjir kanal timur ( BKT) Semarang, Jawa Tengah.

Penertiban tersebut dilakukan guna mempercepat proyek normalisasi BKT yang hingga kini tak kunjung usai.

"Tahun 2019 ini memang kita sempat terkendala saat pembersihan bantaran untuk dibuat parapet. Karena ada konflik pas menertibkan hunian dan PKL di Barito. Tapi aktivitas penertibannya tetap dikerjakan dengan bantuan Satpol PP dan perangkat kelurahan setempat," ujar Ruhban kepada Kompas.com, Jumat (4/10/2019).

Baca juga: Gandeng Swasta, Pemkot Semarang Akan Cat Ulang Kampung Pelangi

Selain itu, pihaknya juga telah menertibkan 1.000 lebih pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini mangkal di sepanjang bantaran BKT.

Penertiban itu dilakukan mengingat kawasan tersebut merupakan daerah larangan bagi PKL. Tepatnya di sepanjang jalan Barito dan Sawah Besar.

"Kita minta agar PKL tak lagi beroperasi di sepanjang bantaran BKT. Warga sekitar jiga diminta awasi keberadaan PKL secara kontinyu. Karena lokasi itu jadi daerah larangan bagi PKL," jelasnya.

Normalisasi BKT

Proyek normalisasi BKT tersebut akan dilakukan serah terima tahap pertama pada akhir Desember 2019.

Ruhban mengungkapkan KemenPUPR akan mengucurkan dana yang diperkirakan mencapai Rp 77 miliar guna melanjutkan proyek normalisaai BKT pada tahun 2020 mendatang.

"Diantaranya untuk menggarap penataan di sepanjang kali bantaran, menata garis sempadan sungai, pembuatan jalan inspeksi lalu yang terakhir memasang pagar pembatas dari jembatan Jalan Majapahit sampai Tambakrejo," jelasnya.

Ruhban menjelaskan kebutuhan anggaran pada 2020 mengalami penurunan dibandingkan kondisi tahun ini yakni senilai Rp185 miliar untuk membiayai proyek penggalian alur sungai, pembuatan parapet hingga membangun tanggul muara.

Baca juga: Terdampak Pembangunan Tol Semarang-Batang, Nasib Gedung SMP N 16 Semarang Terkatung-katung

Solusi banjir

Kendati demikian, pihaknya menargetkan normalisasi BKT harus selesai akhir Desember 2020 sehingga nantinya bisa memberikan solusi dalam menanggulangi bencana banjir yang sering melanda kawasan Semarang bagian timur.

Selain itu, dengan cakupan lahan bantaran yang lebih luas ketimbang Sungai Banjir Kanal Barat (BKB), keberadaan BKT nantinya bisa juga dimanfaatkan sebagai sarana wisata bagi masyarakat sekitar.

BBWS telah mendesain bantaran BKT untuk penanggulangan banjir sekaligus tempat penunjang wisata air dengan memberi fasilitas taman bermain, jogging track dan sejumlah fasilitas lainnya.

"Nantinya kita lakukan penataan parkirnya supaya dapat membantu kegiatan yang dilakukan warga di sepanjang bantaran BKT. Ini tidak lepas dari peran Pemkot Semarang yang ikut mendukung proyek normalisasi ini," katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X