KLHK Segel Lahan Perusahaan Sawit Asal Singapura di Sumsel

Kompas.com - 04/10/2019, 12:58 WIB
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan penyegelan di lahan PT DGS di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, lantaran diduga melakukan pembakaran lahan di wilayah konsesi, Kamis (4/10/2019). KOMPAS.com/AJI YK PUTRAKementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan penyegelan di lahan PT DGS di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, lantaran diduga melakukan pembakaran lahan di wilayah konsesi, Kamis (4/10/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Lahan perusahaan perkebunan sawit asal Singapura di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, disegel oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( KLHK), Jumat (4/10/2019).

Penyegelan dilakukan, karena lahan perusahaan tersebut diduga menjadi penyumbang asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sebelumnya, KLHK menemukan adanya indikasi pembukaan lahan dengan cara membakar di wilayah tersebut, sehingga menimbulkan dampak kabut asap di Sumatera Selatan. 

Baca juga: KLHK: Korporasi Asing dan Dalam Negeri Terlibat Karhutla Tetap Disegel

Selama penyegelan berlangsung, pihak perusahaan dilarang melakukan aktivitas produksi.

Sementara itu, KLHK akan terus melanjutkan penyelidikan.

Direktur Pengaduan, Pengawasan dan Sanksi Administrasi Ditjen Penegakkan Hukum (Gakkum) KLHK Sugeng Priyanto mengatakan, sudah tujuh perusahaan yang mereka segel di wilayah Sumatera Selatan, termasuk PT LPI.

Tujuh perusahaan yang semuanya memproduksi sawit dan tebu itu diduga lalai, sehingga lahan konsesi menjadi terbakar hebat dan menimbulkan kabut asap.

Menurut Sugeng, pemerintah tak akan pandang bulu dalam menegakkan hukum terhadap perusahaan asing maupun perusahaan dalam negeri. 

Bahkan, jika ditemukan unsur kesengajaan yang dilakukan oleh tujuh perusahaan tersebut, KLHK akan memberikan sanksi terberat hingga pencabutan izin.

"Kalau instrumennya masuk ke perdata, maka perusahaan itu akan digugat dan dituntut ganti rugi, karena kerusakan ekosistem. Selama masa penyegelan akan dilihat prosesnya di mana, apakah perdata atau pidana,"kata Sugeng.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Obat Corona yang Didapatkan Pemprov Maluku dari China Hanya untuk Pasien Gejala Ringan

Obat Corona yang Didapatkan Pemprov Maluku dari China Hanya untuk Pasien Gejala Ringan

Regional
Angka Reproduksi Covid-19 di Jabar Terus Menurun

Angka Reproduksi Covid-19 di Jabar Terus Menurun

Regional
Kaget Dapat Bantuan Lagi, Risma: Saya Bersyukur, BIN Bantu Selesaikan Covid-19 di Surabaya

Kaget Dapat Bantuan Lagi, Risma: Saya Bersyukur, BIN Bantu Selesaikan Covid-19 di Surabaya

Regional
BNPB Merilis 3 Daerah di Kepri yang Boleh Melaksanakan New Normal

BNPB Merilis 3 Daerah di Kepri yang Boleh Melaksanakan New Normal

Regional
Batal Berangkat, Calon Jemaah Haji Asal Cianjur Maklum dengan Kondisi

Batal Berangkat, Calon Jemaah Haji Asal Cianjur Maklum dengan Kondisi

Regional
8.328 Calon Jemaah Haji di Sumut Batal Berangkat, Uang Bisa Dikembalikan

8.328 Calon Jemaah Haji di Sumut Batal Berangkat, Uang Bisa Dikembalikan

Regional
Kronologi Video Viral Suami Aniaya Istri, Diduga karena Uang Belanja

Kronologi Video Viral Suami Aniaya Istri, Diduga karena Uang Belanja

Regional
Bukan PSBB, Kota Ambon Akan Terapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat

Bukan PSBB, Kota Ambon Akan Terapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat

Regional
Risma Pamit, Ada 19 Nama Mendaftar ke PDI-P yang Siap Menggantikan

Risma Pamit, Ada 19 Nama Mendaftar ke PDI-P yang Siap Menggantikan

Regional
Ridwan Kamil Sebut Aktivitas di Sekolah Diprediksi Mulai Januari 2021

Ridwan Kamil Sebut Aktivitas di Sekolah Diprediksi Mulai Januari 2021

Regional
Seorang Warga Tergencet Batu Saat Mencari Pohon Serut, Proses Evakuasi 10 Jam, Korban Meninggal di Rumah Sakit

Seorang Warga Tergencet Batu Saat Mencari Pohon Serut, Proses Evakuasi 10 Jam, Korban Meninggal di Rumah Sakit

Regional
Suami Istri Kerja Sama Jebak Temannya lalu Dibunuh, Jasadnya Dibuang ke Parit

Suami Istri Kerja Sama Jebak Temannya lalu Dibunuh, Jasadnya Dibuang ke Parit

Regional
PSBB Palembang Diperpanjang, Tempat Ibadah Boleh Digunakan

PSBB Palembang Diperpanjang, Tempat Ibadah Boleh Digunakan

Regional
Cerita Bimo, Sapi Penurut Berbobot 900 Kg, Ditunggangi ke Minimarket, Laku Rp 85 Juta

Cerita Bimo, Sapi Penurut Berbobot 900 Kg, Ditunggangi ke Minimarket, Laku Rp 85 Juta

Regional
Ridwan Kamil Tegaskan Belum Izinkan Obyek Wisata Jabar Dibuka

Ridwan Kamil Tegaskan Belum Izinkan Obyek Wisata Jabar Dibuka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X