Cerita Warga Lereng Merapi Jual Ternak untuk Beli Air Bersih Saat Kemarau

Kompas.com - 04/10/2019, 09:35 WIB
Warga Dukuh Sudimoro, Desa Sangup, Kecamatan Tamansari, Boyolali, Jawa Tengah memberi pakan sapi miliknya, Kamis (3/10/2019). Sapi itu sebagian dijual untuk mencukupi kebutuhan air bersih selama musim kemarau. KOMPAS.com/LABIB ZAMANIWarga Dukuh Sudimoro, Desa Sangup, Kecamatan Tamansari, Boyolali, Jawa Tengah memberi pakan sapi miliknya, Kamis (3/10/2019). Sapi itu sebagian dijual untuk mencukupi kebutuhan air bersih selama musim kemarau.

KOMPAS.com - Kemarau panjang tahun ini membuat sejumlah warga di lereng Gunung Merapi, Boyolali, Jawa Tengah, terpaksa menjual hewan ternak mereka untuk memberi air bersih.

Sarwo (65), salah satu warga Dukuh Sudimoro, Desa Sangup, Kecamatan Tamansari, Boyolali, mengatakan, sumber mata air yang biasa warga gunakan selama kemarau pun sudah mengering.

Sementara itu, hasil penjualan ternak tersebut biasanya untuk membeli satu air bersih ukuran 6.000 liter dengan harga Rp 300.000.

Air tersebut cukup untuk kebutuhan sehari-hari warga selama kurang lebih 10 hari.

Berikut ini fakta dampak kekeringan di Boyolali:

1. Dampak kemarau sudah terjadi selama 6 bulan terakhir

ILUSTRASI KEMARAU  
KOMPAS/RINI KUSTIASIH ILUSTRASI KEMARAU

Menurut warga Desa Sudimoro, dampak kemarau sudah terjadi sejak enam bulan terakhir, terhitung Mei 2019.

Selama it, warga lereng Gunung Merapi itu mengandalkan pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari dari embung.

Namun, sejak kemarau panjang melanda, sumber mata air di desa tersebut menyusut sehingga pasokan air bersih yang dialirkan ke rumah warga pun berkurang.

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari selama musim kemarau, warga Desa Sudimoro harus merogoh kocek untuk membeli air bersih.

"Sejak kemarau ini sumber air menyusut. Jadi untuk kebutuhan air bersih beli saya beli. Satu tangki harganya Rp 300.000," ujar Sarwo.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X