Kompas.com - 03/10/2019, 18:12 WIB
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menaiki menara Sudarmono di perbukitan tengah hutan di Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku, PPU, Rabu (2/10/2019). Dok. Biro Humas Pemprov KaltimMenteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menaiki menara Sudarmono di perbukitan tengah hutan di Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku, PPU, Rabu (2/10/2019).

SAMARINDA, KOMPAS.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro memastikan pembangunan ibu kota negara ke Kalimantan Timur tak merusak hutan.

Pembangunan dilakukan melalui kajian matang. Bappenas sudah memiliki desain khusus pembangunan ramah lingkungan.

"Kami pastikan hutan Kaltim tidak ada dirusak," kata Bambang melalui rilis resmi Biro Humas Pemprov Kaltim, Kamis (3/10/2019).

Bambang bersama Menteri Agraria Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil berkunjung ke lokasi ibu kota negara Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Rabu (2/10/2019).

Baca juga: Pemerintah Harus Antisipasi Soal Geostrategis di Ibu Kota Baru

Kedua menteri ini didampingi Gubernur Kaltim Isran Noor berkunjung ke beberapa desa dan kelurahan di Kecamatan Sepaku, PPU.

Ada beberapa konsep pembangunan ibu kota negara, salah satunya adalah hutan kota (forest city).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Konsep ini akan memadukan hutan dikawasan sekitar ibu kota negara sebagai hutan penyangga.

"Forest City memastikan kelestarian hutan sehingga Ruang Terbuka Hijau (RTH) minimal 50 persen dari total luas area," jelasnya.

Baca juga: Pemerintah Akan Manfaatkan Energi Terbarukan di Ibu Kota Baru

Forest city dan energi terbarukan

Konsep hutan kota juga memadukan ruang hijau, kebun binatang dengan bentang alam yang terintegrasi dengan kawasan berbukit, Daerah Aliran Sungai (DAS) dan struktur topografi.

Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto yang di wilayah Kutai Kertanegara berdekatan dengan ibu kota akan direhabilitasi dan dirawat menjadi hutan konservasi.

Nantinya wilayah Kutai Kertanegara akan lebih banyak hutan, sedang PPU hunian.

Sesuai kajian Bappenas, pembangunan ibu kota negara juga dilengkapi dengan pemanfaatan energi terbarukan, sistem transportasi hingga saluran drainase.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.