Mahasiswa Lanjutkan Demo di Aceh, Desak Transparansi Pupuk Bersubsidi

Kompas.com - 03/10/2019, 17:32 WIB
Mahasiswa dari berbagai kampus menggelar demonstrasi di Kota Lhokseumawe, Aceh, Kamis (4/10/2019) KOMPAS.com/MASRIADI Mahasiswa dari berbagai kampus menggelar demonstrasi di Kota Lhokseumawe, Aceh, Kamis (4/10/2019)


LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com – Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus negeri dan swasta menggelar aksi demonstrasi di Gedung DPRD Lhokseumawe dan DPRD Aceh Utara, Kamis (3/10/2019).

Aksi kali ini memuat isu lokal, berupa kelangkaan pupuk yang terjadi setiap musim panen di dua daerah tersebut.

Koordinator Aliansi Mahasiswa Pase Arisky RM menyebutkan, DPRD Aceh Utara dan DPRD Lhokseumawe harus membentuk panitia khusus untuk mengusut kelangkaan pupuk bersubsi yang terjadi selama ini.

Baca juga: Didesak Mahasiswa, Anggota DPRK Aceh Tengah Akhirnya Surati Jokowi Tolak UU KPK


Untuk Aceh, mahasiswa mendesak agar pemerintah mengumumkan kuota pupuk bersubsidi, sehingga masyarakat mengetahui penyebab kelangkaan.

“Soal irigasi juga harus diperhatikan. Ini masih banyak sawah tadah hujan, pemerintah harus pro petani,” kata Arisky.

Sementara itu, Manajer Hubungan Masyarakat PT Pupuk Iskandar Muda (PT PIM) Nasrun menyebutkan, masalah kelangkaan pupuk di Aceh Utara dikarenakan adanya pengurangan alokasi kuota pupuk untuk Aceh.

Hal itu berdampak untuk seluruh kabupaten/ kota yang ada di Aceh.

UU KPK dan RKUHP

Selain itu, mahasiswa juga meminta anggota Dewan di dua daerah itu mengawal petisi yang telah disampaikan pada demonstrasi pekan lalu.

“Kami juga minta dua DPRD ini mengawal petisi yang sudah kita sampaikan sebelumnya, yaitu mendesak Presiden Jokowi membatalkan UU KPK hasil revisi dan membatalkan pembahasan RKUHP,” kata Arisky.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

TKI di Hong Kong Minta Masker Melalui Medsos, Bupati Magetan Akan Kirim 20.000 Masker

TKI di Hong Kong Minta Masker Melalui Medsos, Bupati Magetan Akan Kirim 20.000 Masker

Regional
Penipuan CPNS di Kebumen, Mantan Dosen dan Pensiunan PNS Jadi Tersangka

Penipuan CPNS di Kebumen, Mantan Dosen dan Pensiunan PNS Jadi Tersangka

Regional
Ini Modus Ayah Perkosa Anak Tiri dan Keponakan di Lampung

Ini Modus Ayah Perkosa Anak Tiri dan Keponakan di Lampung

Regional
Api Muncul dari Bekas Longsoran Tanah Hebohkan Warga di NTT

Api Muncul dari Bekas Longsoran Tanah Hebohkan Warga di NTT

Regional
Lima Warga Diterjang Banjir dan Longsor di Pasaman, Satu Tewas dan Satu Hilang

Lima Warga Diterjang Banjir dan Longsor di Pasaman, Satu Tewas dan Satu Hilang

Regional
Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sungai Melawi, Satu Penambang Ditangkap Sisanya Kabur

Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sungai Melawi, Satu Penambang Ditangkap Sisanya Kabur

Regional
5 Fakta Penipuan Wedding Organizer di Cianjur, Tergiur Harga Murah hingga Korban Terus Bertambah

5 Fakta Penipuan Wedding Organizer di Cianjur, Tergiur Harga Murah hingga Korban Terus Bertambah

Regional
Tebing Longsor di Sukabumi, 5 Kepala Keluarga Diungsikan

Tebing Longsor di Sukabumi, 5 Kepala Keluarga Diungsikan

Regional
Dalam 4 Tahun, 81.686 Koperasi di Indonesia Dibubarkan, Ini Sebabnya

Dalam 4 Tahun, 81.686 Koperasi di Indonesia Dibubarkan, Ini Sebabnya

Regional
Riau Bakal Hadapi Kemarau Panjang, TNI Gunakan Alat Canggih Atasi Karhutla

Riau Bakal Hadapi Kemarau Panjang, TNI Gunakan Alat Canggih Atasi Karhutla

Regional
Bupati Bogor Tawarkan Liburan kepada Yusuf Sepulang dari Wuhan

Bupati Bogor Tawarkan Liburan kepada Yusuf Sepulang dari Wuhan

Regional
Bocah 2 Tahun Asal Aceh Diduga Dijual di Malaysia, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Asal Aceh Diduga Dijual di Malaysia, Ini Kronologinya

Regional
Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Tergiur Potongan Harga 50 Persen

Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Tergiur Potongan Harga 50 Persen

Regional
Di Balik Penonaktifan Dosen Unnes yang Diduga Hina Jokowi, Status 8 Bulan Lalu hingga Kasus Plagiarisme

Di Balik Penonaktifan Dosen Unnes yang Diduga Hina Jokowi, Status 8 Bulan Lalu hingga Kasus Plagiarisme

Regional
Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Terus Bertambah Jadi 24 Orang

Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Terus Bertambah Jadi 24 Orang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X