Aktivasi KA Cibatu-Garut Jadi Ajang Nostalgia dan Pengalaman Baru

Kompas.com - 03/10/2019, 16:39 WIB
Puluhan warga tampak senang saat diberi kesempatan naik kereta meski hanya sebentar, Kamis (03/10/2019). KOMPAS.com/ARI MAULANA KARANGPuluhan warga tampak senang saat diberi kesempatan naik kereta meski hanya sebentar, Kamis (03/10/2019).

GARUT, KOMPAS.com – Puluhan warga Kampung Cikole, Desa Wanasari, Kecamatan Wanaraja, Jawa Barat, begitu antusias menantikan kedatangan kereta inspeksi PT KAI, Kamis (3/10/2019).

Meski cuaca panas dan matahari terik menyengat, anak-anak hingga orangtua berkumpul di Stasiun Wanaraja.

Kabar pengaktifan kembali rel kereta api Cibatu-Wanaraja memang sudah lama mereka dengar.

Apalagi, beberapa bulan ke belakang, mereka juga ikut menyaksikan persiapan pengaktifan kembali kereta api Cibatu- Garut.

Lokasi Stasiun Wanaraja yang dekat rumah mereka, membuat warga tiap hari menyaksikan puluhan pekerja melakukan pembangunan stasiun dan memperbaiki rel kereta.

Namun, beberapa hari ini mereka tampak lebih bahagia.

Sebab, sejak Minggu kemarin, PT KAI mulai melakukan uji coba menggunakan lokomotif.

Lokomotif seri CC 201menjajal rel dari Stasiun Cibatu hingga Wanaraja. Ada dua jembatan yang terbilang panjang, namun berhasil dilalui dengan aman.

Baca juga: Kembali Dibuka Setelah 36 Tahun, Uji Coba Jalur Cibatu-Wanaraja Membuat Warga Terkesima

Nostalgia masa lalu

Pada Kamis ini, kereta inspeksi pun diturunkan sambil membawa rombongan Direktur PT KAI Edi Sukmoro.

Kereta inspeksi tiba di Stasiun Wanaraja pukul 12.45 WIB.

Begitu kereta tiba, masyarakat pun langsung berkerumun di Stasiun untuk melihat kereta tersebut.

Melihat antusias masyarakat yang tinggi, PT KAI pun akhirnya mempersilakan masyarakat mencoba menaiki kereta tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pandemi Corona, Terminal Tirtonadi Solo Data Pemudik dari Jabotabek

Pandemi Corona, Terminal Tirtonadi Solo Data Pemudik dari Jabotabek

Regional
Tiga Bocah SD di Makassar Sumbang Uang Celengan untuk Beli APD Tenaga Medis

Tiga Bocah SD di Makassar Sumbang Uang Celengan untuk Beli APD Tenaga Medis

Regional
Bayi 4 Bulan yang Positif Covid-19 di Kulonprogo Dinyatakan Sembuh

Bayi 4 Bulan yang Positif Covid-19 di Kulonprogo Dinyatakan Sembuh

Regional
Kronologi Sopir Ambulans Curi Masker Stok Puskesmas dan Dijual Rp 5 Juta Per Dus

Kronologi Sopir Ambulans Curi Masker Stok Puskesmas dan Dijual Rp 5 Juta Per Dus

Regional
Driver Ojol 59 Tahun Tertipu Antarkan Purwokerto-Solo, Penumpang Hanya Tinggalkan Sandal

Driver Ojol 59 Tahun Tertipu Antarkan Purwokerto-Solo, Penumpang Hanya Tinggalkan Sandal

Regional
Hasil Rapid Test, Seorang Dokter di Batang Terindikasi Positif Corona

Hasil Rapid Test, Seorang Dokter di Batang Terindikasi Positif Corona

Regional
Sinkhole Muncul di Gunungkidul, Seorang Petani Terperosok dalam Lubang

Sinkhole Muncul di Gunungkidul, Seorang Petani Terperosok dalam Lubang

Regional
Satu PDP Corona dari Magetan Meninggal di RSUD Soedono Madiun

Satu PDP Corona dari Magetan Meninggal di RSUD Soedono Madiun

Regional
Pulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Besar Pilih Isolasi Diri di Hutan

Pulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Besar Pilih Isolasi Diri di Hutan

Regional
Ditipu Bayaran Rp 700 Ribu, Driver Ojol Antar Penumpang Purwokerto-Solo Sejauh 230 Km

Ditipu Bayaran Rp 700 Ribu, Driver Ojol Antar Penumpang Purwokerto-Solo Sejauh 230 Km

Regional
Hendak Tolong Ayah yang Jatuh ke Septic Tank, Ibu dan Anak Ikut Terperosok, Sekeluarga Tewas

Hendak Tolong Ayah yang Jatuh ke Septic Tank, Ibu dan Anak Ikut Terperosok, Sekeluarga Tewas

Regional
Puluhan Rumah di Agam Terendam Banjir Setinggi 1,5 Meter, 163 Warga Dievakuasi

Puluhan Rumah di Agam Terendam Banjir Setinggi 1,5 Meter, 163 Warga Dievakuasi

Regional
Macan Tutul yang Terjebak di Peternakan Ayam Sukabumi Mati di Taman Safari Indonesia

Macan Tutul yang Terjebak di Peternakan Ayam Sukabumi Mati di Taman Safari Indonesia

Regional
Dokter THT Berstatus PDP Corona di Makassar Meninggal, Diduga Terinfeksi dari Pasien

Dokter THT Berstatus PDP Corona di Makassar Meninggal, Diduga Terinfeksi dari Pasien

Regional
Imbas Corona, Ratusan Pekerja di Tegal Dirumahkan Tanpa Diberi Kompensasi

Imbas Corona, Ratusan Pekerja di Tegal Dirumahkan Tanpa Diberi Kompensasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X