2 Pelajar Dikeluarkan dari Sekolah karena Ikut Demo, Ini Penjelasannya

Kompas.com - 02/10/2019, 18:20 WIB
Sejumlah pelajar yang teejaring penyekatan tiba si Mapolres Sukabumi Kota, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (30/9/2019) KOMPAS.COM/BUDIYANTOSejumlah pelajar yang teejaring penyekatan tiba si Mapolres Sukabumi Kota, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (30/9/2019)

SEMARANG, KOMPAS.com - Dua pelajar SMK di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, berinisial MAH (17) dan ATS (17), dikabarkan telah dikeluarkan oleh pihak sekolah lantaran mengikuti aksi demonstrasi di Magelang pada Kamis (25/9/2019).

Diketahui salah satu dari dua siswa kelas XI dan kelas XII SMK Purworejo ini kedapatan membawa pisau lipat saat diamankan saat aksi demo.

Saat dikonformasi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng Jumeri membantah kabar bahwa keduanya dikeluarkan dari sekolah karena ikut demo.

Jumeri menyampaikan, dua pelajar tersebut sebenarnya tidak dikeluarkan, tapi dengan kesadaran sendiri ditarik atas inisiatif dari orangtua masing-masing.

Baca juga: Fakta Pelajar Ikut Demo, Ibu Cari Anaknya di Kantor Dewan hingga 2 Pelajar Positif Narkoba

Dua pelajar itu memang sudah beberapa kali dipanggil guru bimbingan konseling (BK) karena kerap melanggar tata tertib sekolah sejak April lalu.

Sekolah sudah melakukan berbagai upaya mulai dari home visit, pemanggilan orangtua, pembinaan, hingga dibuatkan surat pernyataan tidak mengulangi lagi kepada kedua pelajar itu.

"Mereka sudah ditangani pihak sekolah sejak April, tapi berulang kali selalu dilanggar. Padahal sudah buat surat pernyataan. Akhirnya orangtuanya dipanggil kemudian ditarik anaknya," ujar Jumeri kepada Kompas.com, Rabu (2/10/2019).

Terkait terlibatnya pelajar dalam aksi demo, Jumeri mengaku tengah melakukan upaya pencegahan terhadap para siswa.

Baca juga: Survei: Aksi Mahasiswa Disambut Positif, tetapi Tak Setuju Pelajar Ikut-ikutan

 

Salah satunya akan meminta perwakilan sekolah turun saat aksi demo berlangsung untuk memantau para pelajar.

"Sedang kita pertimbangkan, bisa saja nanti Wakasek turun saat demo untuk mengawasi kalau ada siswa yang melihat gurunya, pasti mereka akan pulang," ujar Jumeri.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasien Positif Corona Keluar Rumah Pakai Ojek, Diisolasi di RS dan Keluarga Bantah Dijemput Paksa

Pasien Positif Corona Keluar Rumah Pakai Ojek, Diisolasi di RS dan Keluarga Bantah Dijemput Paksa

Regional
Tragedi Satu Keluarga Tewas Terperosok Lobang Septic Tank Sedalam 20 Meter

Tragedi Satu Keluarga Tewas Terperosok Lobang Septic Tank Sedalam 20 Meter

Regional
Kisah Driver Ojol Ditinggal Kabur Pelanggan, Mengantar Purwokerto-Solo hingga Solidaritas Sesama Ojol

Kisah Driver Ojol Ditinggal Kabur Pelanggan, Mengantar Purwokerto-Solo hingga Solidaritas Sesama Ojol

Regional
Bantu Mbah Mul yang Ditipu Penumpang Tempuh Purwokerto-Solo, Driver Ojol Patungan hingga Dapat Jutaan

Bantu Mbah Mul yang Ditipu Penumpang Tempuh Purwokerto-Solo, Driver Ojol Patungan hingga Dapat Jutaan

Regional
Misteri Mayat Perempuan Berdaster Motif Bunga Mengapung di Sungai, Ada Luka di Wajah

Misteri Mayat Perempuan Berdaster Motif Bunga Mengapung di Sungai, Ada Luka di Wajah

Regional
Satu Keluarga di Timika Diserang OTK, Bapak Tewas, Anak Terluka, Ibu Selamat

Satu Keluarga di Timika Diserang OTK, Bapak Tewas, Anak Terluka, Ibu Selamat

Regional
Cerita Pilu Driver Ojol Ditipu Rp 700.000 Usai Antar dari Purwokerto ke Solo...

Cerita Pilu Driver Ojol Ditipu Rp 700.000 Usai Antar dari Purwokerto ke Solo...

Regional
Petugas Haji di Pamekasan Positif Covid-19

Petugas Haji di Pamekasan Positif Covid-19

Regional
WN Bulgaria PDP Corona di Lombok Kabur dari RS, Ditangkap di Villa

WN Bulgaria PDP Corona di Lombok Kabur dari RS, Ditangkap di Villa

Regional
7 PDP Corona di Kabupaten Bogor Meninggal, 21 Pasien Positif Masih Dirawat

7 PDP Corona di Kabupaten Bogor Meninggal, 21 Pasien Positif Masih Dirawat

Regional
Pria di Minahasa Tewas Ditusuk Tombak, Pelaku Masih Pelajar

Pria di Minahasa Tewas Ditusuk Tombak, Pelaku Masih Pelajar

Regional
Bertambah 8, Jumlah Pasien Positif Corona di Papua Jadi 26 Orang

Bertambah 8, Jumlah Pasien Positif Corona di Papua Jadi 26 Orang

Regional
Dua Pasien Positif Corona di RSUP Kandou Manado Mulai Membaik

Dua Pasien Positif Corona di RSUP Kandou Manado Mulai Membaik

Regional
Dalam 2 Hari, 3 PDP Virus Corona di Kota Tegal Meninggal Dunia

Dalam 2 Hari, 3 PDP Virus Corona di Kota Tegal Meninggal Dunia

Regional
Pasien Positif Corona di Sumbar Jadi 17, Satu Meninggal Dunia

Pasien Positif Corona di Sumbar Jadi 17, Satu Meninggal Dunia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X