Gabungan Ormas Kebangsaan Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi Hoaks

Kompas.com - 02/10/2019, 14:51 WIB
Ketua Umum ISNU Ali Masykur Musa saat membuka Mukernas ISNU di Hotel Aryaduta, Jakarta, Sabtu (6/4/2019). DOK ISNU/ABASKetua Umum ISNU Ali Masykur Musa saat membuka Mukernas ISNU di Hotel Aryaduta, Jakarta, Sabtu (6/4/2019).

KOMPAS.com - Gabungan organiasasi masyarakat kebangsaan mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi berbagai informasi yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat diimbau untuk selektif dan mencari tahu sumber informasi yang akurat.

Imbauan itu merupakan salah satu pernyataan sikap gabungan ormas kebangsaan untuk merespons situasi terkini di Indonesia. 

Gabungan ormas tersebut terdiri dari Ikatan Sarjana Nadhatul Ulama (ISNU), Vox Point Indonesia, Gerakan Kasih Indonesia (Gerkindo), Asosiasi Pendeta Indonesia (API), Cipta Cendekia Indonesia (C2I), Forum Komunikasi Kristiani (FKK) dan Forkom Narwastu.

Mereka menilai, kehidupan kebangsaan dan kenegaraan di Indonesia sedang mengalami kemunduran.

Baca juga: Dinilai Sebarkan Hoaks, Wakil Ketua Bappilu PDI-P Kota Surakarta Diadukan ke Polisi

 

Nilai-nilai harmoni, sosial-budaya, kerukunan, dan saling menghormati sesama anak bangsa terus tergerus oleh kepentingan individu, kelompok dan golongan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Situasi kebangsaan beberapa hari terakhir ini menunjukkan bahwa kita masih mudah terpolarisasi dengan berbagai kepentingan tertentu. Padahal, sebagai negara demokrasi, semua persoalan dapat diatasi melalui jalur konstitusi," demikian pernyataan gabungan ormas kebangsaan dalam siaran pers diterima Kompas.com, Rabu (2/10/2019).

Berbagai peristiwa yang terjadi menunjukkan ketidakdewasaan dalam menyikapi berbagai persoalan. Masyarakat mudah terpancing informasi yang belum benar kepastiannya.

Hal ini tentu saja mengganggu dan mengancam hubungan baik sebagai sesama anak bangsa.

Selain imbauan untuk tidak mudah terprovokasi informasi hoaks, gabungan ormas juga menyampaikan pernyataan sikap lain terkait kondisi di Indonesia.

1. Meminta masyarakat, pemuda, mahasiswa dan pelajar dalam menyampaikan aspirasinya di negara demokrasi untuk tidak mudah terpengaruh dengan ajakan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

2. Masyarakat diminta untuk tetap menjaga keamanan di lingkungan sekitar. Tetap mewaspadai berbagai situasi yang mencurigakan serta yang mengganggu keamanan dan ketertiban umum.

3. Meminta aparat TNI dan Polri untuk tetap bersatu mengkawal seluruh aspirasi masyarakat dan melindungi masyarakat dari berbagai anacaman disintegrasi bangsa. Serta menindak tegas para aktor dan pelaku yang mencoba mengganggu keamanan nasional.

5. Mendukung proses demokrasi sesuai dengan konstitusi yang berlaku.

6. Mengajak seluruh anak bangsa untuk memberikan dukungan kepada TNI dan Polri supaya tegas dan bijak menjaga keamanan dan ketertiban serta dukungan kepada pemerintah agar semua persoalan bangsa dapat diselesaikan dengan cara-cara konstitusi.

7. Mengajak semua elemen bangsa membangun dialog dan kerja sama untuk memperkuat jati diri bangsa demi terwujudnya cita-cita bersama sesuai pembukaan UUD 1945.

8. Mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan menjelang dan sesudah pelantikan presiden dan wakil presiden Republik Indonesia Periode 2019-2024 pada 20 Oktober 2019 mendatang sebagai hasil pemilihan presiden yang sah dan demokratis.

Pernyataan sikap yang dibuat pada 1 Oktober 2019 itu ditandatangi para ketua ormas gabungan ormas kebangsaan. Antara lain Ketua Umum ISNU Ali Masykur Musa, Ketua Umum Vox Point Indonesia Yohanes Handojo Budhisedjati dan Ketua Umum Gerakan Kasih Indonesia Pdt Yerry Tawalujan.

Baca juga: 6 Fakta Demo Mahasiswa di Daerah, Bandung Rusuh hingga Hoaks Usai #GejayanMemanggil2

 

Lalu Ketua Umum Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Pdt Brigjen TNI Purn Harsanto Adi, Ketua Dewan Pembina Cipta Cendekia Indonesia (C21) Uung Sendana, Ketua Forum Komunikasi Kristiani Pdt Didi S Natha, Ketua Forkom Nawasatu Marthen Napang.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Umum ISNU Ali Masykur Musa membenarkan pernyataan sikap dari ormas kebangsaan tersebut.

Ali mengatakan, pernyataan sikap itu dibuat untuk mencegah perpecahan bangsa di Indonesia.

"Ini sebagai bentuk keprihatinan kami atas kondisi bangsa Indonesia saat ini," kata Ali.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.