KILAS DAERAH

Begini Cara Desa Peninggaran Minimalkan Risiko Kematian Ibu Melahirkan

Kompas.com - 02/10/2019, 11:48 WIB
Proses melahirkan seorang ibu hamil yang ditemani anggota ronda ibu hamil, di Desa Peninggaran Kecamatan Peninggaran Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. DOK. Kepala Desa Peninggaran Proses melahirkan seorang ibu hamil yang ditemani anggota ronda ibu hamil, di Desa Peninggaran Kecamatan Peninggaran Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Program desa

Proses pelaksanaan ronda ibu hamil di Desa Peninggaran terbilang tidak sulit. Setelah diadakan musyawarah desa yang diikuti oleh seluruh masyarakat, terutama kelompok perempuan dan ibu-ibu, diputuskan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu program prioritas desa.

Menurut Rusdiono, kegiatan sudah mulai dilakukan sejak 2014. Pada 2016, kegiatan ini disusun menjadi lebih baik dan baru pada 2017 pelaksanaannya telah terstruktur lebih baik.

Agar pelaksanaannya tidak terkendala, terutama persoalan pendanaan, diputuskan pula bahwa pendanaan ditanggung sepenuhnya dari dana desa.

Pada 2018, dianggarkan dana sekitar Rp 13 juta dengan realisasi Rp 11 juta. Pada 2019 ini, anggarannya naik menjadi Rp 18 juta. Menurut perkiraan Rusdiono, kemungkinan realisasinya sekitar Rp 15 juta.

Baca juga: Kisah Desa Sebangau Mulya 3 Tahun Cegah Karhutla dengan Dana Desa

Dana digunakan antara lain untuk biaya transportasi, biaya layanan seperti USG, dan honor kader. Kenaikan anggaran pada 2019 itu karena ada layanan yang tak lagi ditanggung BPJS, di antaranya USG.

Kegiatan ronda ibu hamil berjalan sukses karena dimasukkan menjadi program desa. Dengan demikian, partisipasi masyarakat dapat dipastikan karena diwajibkan. Aktivitas ronda dibuat terjadwal dan disusun oleh masyarakat bersama pemerintah Desa Peninggaran.

Sejak dijalankan, program ronda ibu hamil berhasil menurunkan angka kematian ibu hamil. Rusdiono mengatakan, sejak 2017, hingga kini sudah ada sekitar 60 ibu hamil yang ditangani. Sebanyak 20 di antaranya harus menjalani operasi.

Salah satu warga yang telah merasakan manfaat program ini adalah Nur Fauzah, ibu yang pada saat hamil berisiko tinggi karena faktor usia dan kondisi kesehatan.

Baca juga: Viral Seorang Ibu Melahirkan di Dalam Go-Car, Begini Cerita Sopir

"Saya ada kelainan, tensinya tinggi, HB-nya rendah. Saya didampingi di rumah sakit oleh kader dan Alhamdullilah melahirkan normal. Sampai sekarang saya mengikuti posyandu,” Nur Fauzah.

“Terima kasih kepada tenaga medis dari puskesmas dan RS, terutama para dokter spesialis kandungan yang telah banyak membantu dalam penanganan selama hamil dan proses kelahiran," tambah Nur Fauzah.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X