32 Warga Taiwan dan China Pelaku Penipuan Online Dideportasi

Kompas.com - 01/10/2019, 20:52 WIB
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam akan mendeportasi sebagian warga Negara Asing (WNA) asal Taiwan dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) pelaku penipuan online di Batam, Kepualauan Riau. KOMPAS.COM/HADI MAULANAKantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam akan mendeportasi sebagian warga Negara Asing (WNA) asal Taiwan dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) pelaku penipuan online di Batam, Kepualauan Riau.

BATAM, KOMPAS.com – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam akan mendeportasi 32 dari 47 warga asal Taiwan dan China, pelaku penipuan online di Batam, Kepulauan Riau.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam Lucky Agung Binarto mengatakan, 47 WNA asal Taiwan dan RRT ini sebelumnya ditangkap dan ditahan di Mapolresta Barelang.

Mereka selama di Batam telah melakukan penipuan online. Korban penipuan bukanlah warga Indonesia, melainkan warga Taiwan dan China.

Dari hasil pemeriksaan personel Wasdakim Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, ada 32 WNA dinyatakan tidak terkualifikasi di Pasal 122 huruf a UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian sehingga tidak bisa dilakukan penuntutan. 

Namun demikian, 32 WNA itu akan dideportasi ke negara asalnya dan namanya masuk daftar penangkalan.

“Mereka langsung kami deportasi dan kami kenakan penangkalan,” kata Lucky saat konferensi Pers di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Selasa (1/10/2019). 

Baca juga: Satu Lagi WN Australia yang Terlibat Demo di Sorong Papua Dideportasi

Sementara 15 WNA lainnya akan ditetapkan sebagai tersangka, karena telah melanggar pasal 75 ayat (1) UU Nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian, menyalahgunakan izin masuk.

Sebelum menetapkan tersangka, pihak Imigrasi menemukan dua alat bukti dan melakukan gelar perkara bersama JPU Kejaksaan Negeri Batam serta Polresta Barelang.

Saat melancarkan aksinya, para pelaku menggunakan sambungan video call di aplikasi media sosial.

“Jika mereka bisa dipidana, ya kami pidana. Artinya bisa memberikan efek jera terhadap WNA lain untuk tidak melakukan kegiatan yang sama. Karena jika tidak ada pidananya, otomatis orang asing akan bilang Indonesia lemah dalam penegakan hukum. Jadi kami harus jerat mereka sesuai dengan pelanggarannya,” ujar Lucky.

Baca juga: 6 Fakta Terbaru Pasca-kerusuhan di Jayapura, Polisi Tetapkan 62 Tersangka hingga 4 WN Australia Dideportasi

Saat ini baru 15 WNA asal Taiwan yang telah diberangkatkan melalui Bandara Soekarno-Hatta.

15 WNA dideportasi pada 29 September, dan namanya telah masuk daftar penangkalan untuk masuk ke Indonesia.

 “Untuk yang lainnya masih kami dalami,” ujar Lucky.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X