Pemprov Maluku Akan Bangun Hunian Sementara bagi Ribuan Pengungsi Korban Gempa

Kompas.com - 01/10/2019, 20:14 WIB
Kondisi pengungsi korban gempa Ambon yang mengungsi di kawasan Lembah Argo, Desa Passo, Kecamatan Baguala Ambon, Minggu (29/9/2019) KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTYKondisi pengungsi korban gempa Ambon yang mengungsi di kawasan Lembah Argo, Desa Passo, Kecamatan Baguala Ambon, Minggu (29/9/2019)

AMBON, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku akan membangun hunian sementara bagi ribuan pengungsi gempa bumi  yang saat ini masih bertahan di sejumlah lokasi pengungsian yang tersebar di Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat.

Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno mengatakan pembangunan hunian sementara itu hanya akan diprioritaskan bagi warga yang rumah-rumahnya hancur akibat gempa.

"Kita akan membangun hunian sementara bagi pengungsi yang rumahnya hancur akibat Gempa,”ujar Barnabas Orno kepada wartawan saat meninjau lokasi pengungsian di Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (1/10/2019).

Dia mengatakan banyak warga yang rumah-rumahnya rusak akibat gempa dan saat ini mengungsi di hutan-hutan dan perbukitan. Namun ada banyak juga yang rumahnya tidak mengalami kerusakan namun mereka mengungsi akibat trauma.

Baca juga: Melihat Lebih Dekat Taman Ceria di Pengungsian Korban Gempa Ambon

Karena itu, kata dia pihaknya akan melakukan identifikasi dan verifikasi terhadap warga yang mengungsi karena rumahnya rusak dan yang mengungsi karena trauma.

"Untuk yang mengungsi karena takut, semua pasti ikhtiar, kalau mungkin saatnya situasi sudah normal kembali menurut BMKG, mungkin yang mengungsi ini bisa kembali ke rumah. sedangkan pengungsi karena rumahnya hancur, maka akan ditempatkan di hunian sementara,”ujarnya.

Dia mengtakan pihaknya sudah meminta kepada posko-posko pengungsian yang terdiri dari Dinas PUPR dan BPBD agar segera mengiventarisir berapa para pengungsi yang rumahnya hancur agar  pembangunan hunian sementara secepatnya dibangun.

“Jadi sementara mereka menempati hunian yang disiapkan, maka proses pekerjaan rumah yang rusak sesuai klasifikasi, rusak besat, sedang dan ringan, juga mulai dilakukan,”sebutnya.

Baca juga: Wagub Maluku Minta Warga yang Rumahnya Tak Terdampak Gempa Tinggalkan Pengungsian

Gempa 6,8 magnitudo sebelumnya mengguncang Pulau Ambon dan Kabupaten Seram Bagian Barat pada Kamis (26/9/2019) tsekira pukul 08.46 Wit.

Adapun lokasi gempa berada pada titik koordinat 3.38 Lintang Selatan,128.43 Bujur Timur atau berjarak 40 km Timur Laut Ambon-Maluku dan 9 km Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat  dengan kedalaman 10 Km.

Akibat gempa tersebut tercatat 34 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami kuka-luka. Selain korban jiwa, gempa tersebut juga mengakibatkan kerusakan rumah-rimah warga, sekolah, rumah ibadah, perkantoran dan fasilitas publik lainnya.

 

 

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X