KPK Perpanjang Penahanan Pengusaha Penyuap Gubernur Kepri Nonaktif

Kompas.com - 01/10/2019, 16:46 WIB
Di Batam, KPK Gelegah Rumah Ajudan Staf Gubernur Kepri Nonaktif dan pengusaha bernama Kock Meng, terkait OTT Gubernur Kepri. KOMPAS.com/HADI MAULANADi Batam, KPK Gelegah Rumah Ajudan Staf Gubernur Kepri Nonaktif dan pengusaha bernama Kock Meng, terkait OTT Gubernur Kepri.

Baca juga: KPK Tetapkan Tersangka Baru Kasus Dugaan Suap Gubernur Kepri

Seperti diketahui KPK menyita uang Rp 6,1 miliar diduga suap dan gratifikasi.

Uang tersebut terdiri dari berbagai pecahan, mulai dari dollar AS, Singapura, ringgit Malaysia, riyal Arab Saudi, dollar Hong Kong serta rupiah.

Jumlah uang diduga gratifikasi yakni Rp 3,7 miliar dengan rincian 180.935 dollar Singapura, 38.553 dollar AS, 527 ringgit Malaysia, 500 riyal Arab Saudi, 30 dollar Hong Kong dan 5 euro serta Rp 132.610.000.

KPK Periksa Kadis Pariwisata Kepri dan 3 Pengusaha Batam

Lebih jauh Febri mengatakan pihaknya kembali melakukan pemeriksaan terhadap 6 saksi, yakni 3 pengusaha Batam dan 3 ASN dilingkungab Prov Kepri, salah satunya Kepal Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar.

Adapun 6 saksi tersebut, yakni Buralimar, Kadis Pariwisata Kepri, Senja yang merupakan Bendahara Pengeluaran Dispar Kepri dan Haryanti Shintia Dewi yang merupakan Kepala Bagian UKPN (Unit Kerja Pengenalan Nasabah) Divisi Kepatuhan PT Bank Riau-Kepri.

Kemudian Akim dari PT Bianglala Karya Utama, Simin dari PT Harapan Panjang serta Johan dari PT Karimun Sejati.

"Mereka diperiksa dalam TPK suap terkait dengan izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kepulauan Riau Tahun 2018/2019 untuk tersangka Nurdin Basirun," pungkas Febri.

Baca juga: Ketua Nasdem Kepri Masih Kosong Pasca-OTT Gubernur Kepri Nurdin Basirun

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X