KPK Perpanjang Penahanan Pengusaha Penyuap Gubernur Kepri Nonaktif

Kompas.com - 01/10/2019, 16:46 WIB
Di Batam, KPK Gelegah Rumah Ajudan Staf Gubernur Kepri Nonaktif dan pengusaha bernama Kock Meng, terkait OTT Gubernur Kepri. KOMPAS.com/HADI MAULANADi Batam, KPK Gelegah Rumah Ajudan Staf Gubernur Kepri Nonaktif dan pengusaha bernama Kock Meng, terkait OTT Gubernur Kepri.

BATAM, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan tersangka pengusaha Kock Meng dalam perkara suap dan gratifikasi tersangka Gubernur Kepri Nonaktif, Nurdin Basirun.

Perpanjangan penahanan ini dilakukan selama 40 hari ke depan untuk kepentingan penyidikan dan terhitung sejak hari ini, Selasa (1/10/2019).

Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) yang juga dikenal juru bicara KPK mengatakan perpanjangan ini dilakukan untuk keperluan penyidikan terhadap tersangka Nurdin Basirun.

Sebab Kock Meng sendiri juga merupakan salah satu tersangka dalam perkara tindak pidana korupsi suap terkait Penerbitan Peraturan Daerah Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) di Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2019/2019.


Baca juga: Kasus Gratifikasi Gubernur Kepri Nonaktif, KPK Lanjut Geledah BPKAD Kepri

Febri menjelaskan, dalam pengembangan penyidikan KPK menemukan bukti permulaan yang cukup tentang keterlibatan Kock Meng dalam kasus tersangka Nurdin Basirun.

Dimana tersangka Kock Meng dengan bantuan tersangkan Abu Bakar mengajukan izin prinsip pemanfaatan ruang laut di Tanjungpiayu, Kecamatan Sei Beduk, Batam sebanyak tiga kali.

Bahkan untuk mempermudah pengurusan, tersangka Kock Meng memberikan imbalan kepada Nurdin Basirun.

"Setelah penyidikan maka penyidik meningkatkan status Kock Meng sebagai tersangka," kata Febri melalui telepon, Selasa (1/10/2019).

Peruntukan rencana reklamasi yang diajukan Kock Meng melalui Abu Bakar seharusnya adalah untuk budidaya dan termasuk kawasan hutan lindung (hutan bakau).

Namun dikamuflase untuk pariwisata dengan perizinan membangun restoran dan resort di wilayah yang diajukan.

Ada pun pasal yang disangkakan kepada tersangka Kock Meng, yakni Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999, sebagai mana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X