7 Fakta Demo Mahasiswa di Tanah Air, Ibu Hamil Tertembak hingga 3 Anggota DPRD Dikurung Massa

Kompas.com - 01/10/2019, 05:45 WIB
Ratusan mahasiswa dari berbagai universitas kembali menggelar aksi unjuk rasa menolak pengesahan revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).  Mereka memenuhi halaman depan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/9/2019) sekitar pukul 14.00 WIB.  Secara bergantian, perwakilan mahasiswa Unindra, UI, UPN, Trisakti, ITB, Paramidana dan Moestopo memberikan orasi.  Mereka mengkritik sikap DPR dan pemerintah yang akan mengesahkan rancangan undang-undang yang dinilai tidak berpihak pada kepentingan masyarakat. KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTORatusan mahasiswa dari berbagai universitas kembali menggelar aksi unjuk rasa menolak pengesahan revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Mereka memenuhi halaman depan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/9/2019) sekitar pukul 14.00 WIB. Secara bergantian, perwakilan mahasiswa Unindra, UI, UPN, Trisakti, ITB, Paramidana dan Moestopo memberikan orasi. Mereka mengkritik sikap DPR dan pemerintah yang akan mengesahkan rancangan undang-undang yang dinilai tidak berpihak pada kepentingan masyarakat.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Sejumlah demo menolak Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan rancangan undang-undang (RUU) yang dianggap bermasalah dilakukan di sejumlah daerah.

Saat demo di Kendari pada Kamis (26/9/2019), seorang ibu hamil tertembak di bagian paha sebelah kanan saat tidur di rumahnya yang berjarak tiga kilometer dari gedung DPRD Sulawesi Tenggara, tempat para demonstran menggelar aksi unjuk rasa.

Sementara di Samarinda, tiga anggota DPRD Kalimantan Timur dikurung massa saat aksi demo di depan Gedung DPRD Kalimantan Timur, Senin (30/9/2019).

Ketiganya kemudian lolos dari kurungan massa dan masuk ke areal gedung dewan.

Berikut 7 fakta demo mahasiswa di sejumlah wilayah di Tanah Air:

 

1. Anak punk dan pelajar ikut demo di Salatiga

Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Salatiga Bergerak menolak penetapan undang-undang yang kontroversialKOMPAS.com/Dian Ade Permana Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Salatiga Bergerak menolak penetapan undang-undang yang kontroversial
Gabungan mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), STIE AMA, dan IAIN Salatiga dan puluhan anak punk menggelar aksi unjuk rasa di gedung DRPD Kota Salatiga, Senin (30/9/2019).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah seorang anak punk yang turut berorasi, Yuka menyoroti tindakan represif aparat dan pasal pemidanaan gelandangan.

"Negara terlalu campur tangan dalam urusan pribadi rakyatnya. Sementara hal-hal yang menguras kekayaan negara diserahkan kepada korporasi hingga kapitalisme menggurita," ucapnya.

Sementara itu, Kristian Prabowo, salah satu pelajar mengaku memanfaatkan libur sekolah dengan ikut aksi bersama mahasiswa.

"Saya ingin belajar berdemokrasi secara langsung, apalagi aksi ini sesuai dengan aspirasi saya," kata Kristian Prabowo.

Baca juga: Anak Punk dan Pelajar Ikut Demo di Depan DPRD Salatiga

 

2. Ibu hamil tertembak saat demo di Kendari

Putri, wanita hamil yang terkena peluru nyasar saat dirawat di RS Bhayangkara Kendari.KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATI Putri, wanita hamil yang terkena peluru nyasar saat dirawat di RS Bhayangkara Kendari.
Putri (23) yang sedang hamil 6 bulan tertembak di bagian paha belakang sebelah kanan saat tidur di rumahnya di Jalan Suppu Yusuf, Kelurahan Lahundape, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (26/9/2019).

Di hari yang sama, aksi unjuk rasa di gedung DPRD Sulawesi Tenggara berakhir ricuh.

Zainal Arifin, suami dari Putri mengatakan saat kejadian di sedang di bengkel depan rumah.

Ia mengaku hanya mendengar bunyi seng, lalu disusul suara teriakkan istri dari dalam rumah.

"Saya masuk kamar dan lihat betis istriku berdarah, dan saya cuci ternyata ada lubang betis bagian kanan belakang lutut dengan kedalaman 4 sentimeter dan sebesar kelingking dan panjang 1 sentimeter, dan warna kuning emas," kata Zainal saat dihubungi Kompas.com, Senin (30/9/2019).

Baca juga: Ibu Hamil 6 Bulan Tertembak Saat Demo Rusuh di Kendari

 

3. Siswa ditolak gabung demo mahasiwa di Aceh

Puluhan pelajar yang sempat bergabung dengan barisan mahasiswa yang akan beruniukrasa menolak pengesahan sejumlah RUU di Aceh Tengah mendengarkan intruksi dari Koordinator Lapangan, Senin (30/9/2019) pagi. Mahasiswa menolak mengikutsertakan pelajar untuk aksi yang akan dilakukan saat itu.KOMPAS.com/ IWAN BAHAGIA SP Puluhan pelajar yang sempat bergabung dengan barisan mahasiswa yang akan beruniukrasa menolak pengesahan sejumlah RUU di Aceh Tengah mendengarkan intruksi dari Koordinator Lapangan, Senin (30/9/2019) pagi. Mahasiswa menolak mengikutsertakan pelajar untuk aksi yang akan dilakukan saat itu.
Puluhan siswa SMKN 1 Bener Meriah ikut berkumpul bersama massa dari mahasiswa di kompleks Lapangan Panjat Tebing di Musara Alun, Takengon, Aceh Tengah, Senin (30/9/2019).

Namun, para siswa tanpak kecewa saat koordinator lapangan Agung mempertanyakan kehadiran para siswa ke lokasi itu.

"Adik-adik kami para siswa, kakak-kakak mahasiswa yang mau berunjuk rasa, ini sudah memasukkan surat ke polisi. Jadi, polisi tahu mahasiswa akan turun, apakah adik-adik siswa punya penanggung jawab?" kata Agung dengan menggunakan alat pengeras suara.

Pihaknya tidak setuju jika para siswa melanggar peraturan sekolah dengan membolos dari jam pelajaran, sementara mereka tidak mendapatkan izin dari pihak sekolah.

"Kami menghargai aspirasi adik-adik, tetapi jika sesuatu terjadi di antara kalian, misalnya saja dengan polisi, sudah pasti akan melibatkan para orangtua," ungkap dia.

Baca juga: Mahasiswa Tolak Puluhan Siswa yang Ingin Bergabung Demo

 

4. Di Palopo, satu polisi luka di bagian mata

Aksi mahasiswa di depan gedung DPRD Kota Palopo, berakhir ricuh, saling serang mahasiswa dan aparat kepolisian terjadi hingga ke dalam lapangan Pancasila, akibatnya satu orang Polisi mengalami luka bagian mata, Senin (30/09/2019)Muh. Amran Amir Aksi mahasiswa di depan gedung DPRD Kota Palopo, berakhir ricuh, saling serang mahasiswa dan aparat kepolisian terjadi hingga ke dalam lapangan Pancasila, akibatnya satu orang Polisi mengalami luka bagian mata, Senin (30/09/2019)
Petugas mengamankan seorang pengunjuk rasa yang diduga provokator saat demo di depan gedung DPRD Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Senin (30/9/2019).

Bentrokan terus memanas di Lapangan Pancasila, petugas pun berhasil menghalau mahasiswa.

Saat ricuh, seorang polisi mengalami luka bagian mata akibat lemparan batu.

Korlap aksi Algazali mengatakan, unjuk rasa ini dilakukan untuk menolak Undang-Undang KPK, bubarkan BPJS Kesehatan, dan meminta Presiden RI mengevaluasi Kapolri serta Menkopolhukam.

“Kami meminta tolak Undang-Undang KPK, tolak RKUHP, dan bubarkan BPJS Kesehatan dan kami meminta untuk mencopot Menkopulhukam, mencopot Kapolri, dan mencopot Kapolda Sulsel karena dianggap tidak mampu menuntaskan kasus HAM,” katanya saat dikonfirmasi di lokasi.

Baca juga: Demo Mahasiswa Ricuh, Satu Polisi Luka di Bagian Mata

 

5. Di Samarinda, tiga anggota DPRD dikurung massa

Anggota DPRD Kaltim Rusman Yakuq berhasil lolos dari barikade mahasiswa dalam aksi demo di depan Kantor DPRD Kaltim, Senin (30/9/2019).KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATON Anggota DPRD Kaltim Rusman Yakuq berhasil lolos dari barikade mahasiswa dalam aksi demo di depan Kantor DPRD Kaltim, Senin (30/9/2019).
Tiga anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) dikurung dalam kerumunan massa saat aksi demo di depan gedung DPRD Kalimantan Timur, Samarinda, Senin (30/9/2019).

Mereka adalah Rusman Yakuq (PPP), Sarkowi (Golkar), dan Syafruddin (PKB) yang menyambangi massa yang tengah berorasi.

Karena tidak diberi kesempatan bicara, mereka kembali ke areal gedung dewan. Di saat yang bersamaan, massa membuat barisan barikade dan berdiri bersimpul menutup jalur untuk mereka.

"Jangan kasih jalan," teriak orator. Beberapa personel polisi dan satpam DPRD keluar dari barisan menjemput ketiganya dari kerumunan massa.

Baca juga: Demo Mahasiswa di Samarinda, 3 Anggota DPRD Kaltim Dikurung Massa

 

6. Di Bandung, demonstran robohkan pagar gedung dewan

Salah seorang demonstran dibawa petugas medis usai mengalami luka di bagian wajah dalam aksi unjuk rasa di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (30/9/2019).KOMPAS.COM/DENDI RAMDHANI Salah seorang demonstran dibawa petugas medis usai mengalami luka di bagian wajah dalam aksi unjuk rasa di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (30/9/2019).
Aksi unjuk rasa di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jawa Barat, kembali ricuh, Senin (30/9/2019).

Sekitar pukul 17.10 WIB, massa gabungan terlibat gesekan dengan aparat keamanan yang berada di gedung DPRD Jabar.

Kericuhan terjadi setelah para demonstran merobohkan pagar gedung DPRD Jabar. Insiden itu mirip dengan aksi unjuk rasa yang terjadi pekan lalu.

Setelah pagar roboh, para demonstran langsung melemparkan batu ke aparat. Polisi pun membalas dengan menembakkan gas air mata.

"Adik-adik tolong jangan melempar, kami mohon," ujar petugas kepolisian melalui pengeras suara.

Namun, imbauan itu tak dihiraukan massa.

Baca juga: Demo di Bandung Ricuh, Demonstran Robohkan Pagar Gedung DPRD Jabar

 

7. Hendak demo, 24 pelajar Samarinda diamankan 

Polisi dan TNI mengamankan para pelajar di saat berkumpul di Islamic Center Masjid Baitul Muttaqien Jalan Slamet Riyadi Jalan Slamet Riyadi, Senin (30/9/2019) pukul  10.10 WITA.KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATON Polisi dan TNI mengamankan para pelajar di saat berkumpul di Islamic Center Masjid Baitul Muttaqien Jalan Slamet Riyadi Jalan Slamet Riyadi, Senin (30/9/2019) pukul 10.10 WITA.
Jajaran Polresta Samarinda dan TNI mengamankan tiga mahasiswa dan 24 pelajar saat hendak mengikuti demonstrasi di depan kantor DPRD Kalimantan Timur di Samarinda, Senin (30/9/2019).

Mereka diamankan saat berkumpul di Islamic Center Masjid Baitul Muttaqien, Jalan Slamet Riyadi.

Mereka kemudian dibawa ke kantor Polresta Samarinda sekitar pukul 10.10 Wita.

"Iya, kami bawa ke kantor dan menghubungi pihak sekolah dan orangtua untuk menjemput pulang," katanya saat dikonfirmasi.

Darwoko menjelaskan, pengamanan para pelajar berkaitan dengan surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy yang ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.

"Kami hanya amankan mereka (pelajar) biare nggak terlibat aksi," katanya.

Baca juga: Aparat Amankan 3 Mahasiswa dan 24 Pelajar yang Hendak Demo di Samarinda

SUMBER: KOMPAS.com (Dian Ade Permana, Kiki Andi Pati, Iwan Bahagia, Amran Amir, Zakarias Demon Daton, Dendi Ramdhani)



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Regional
Dapat Kejutan, Ganjar Pranowo Terima Baju Adat dari Masyarakat Tobelo

Dapat Kejutan, Ganjar Pranowo Terima Baju Adat dari Masyarakat Tobelo

Regional
Antusiasme Warga Pulau Parang Sambut Ganjar Pranowo

Antusiasme Warga Pulau Parang Sambut Ganjar Pranowo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.