Awal Oktober, Kawasan Puncak Bogor Rawan Bencana Longsor, Angin Kencang hingga Puting Beliung

Kompas.com - 30/09/2019, 20:35 WIB
Ilustrasi puting beliung KOMPAS.com/M WISMABRATAIlustrasi puting beliung

"Bisa lakukan mitigasi sedini mungkin misalnya dengan menyediakan tas siaga bencana yang berisi perlengkapan pertolongan pertama pada kecelakaan, menghubungi paramedis terdekat serta melakukan siaga dengan berkoordinasi dengan lembaga terkait (BNPB)," katanya.

Selain itu lanjut dia, di musim ini biasanya ditandai juga dengan mewabahnya berbagai penyakit disebabkan perubahan tekanan udara, fluktuasi suhu udara dan kelembaban yang tidak menentu.

Hal itu membuat tubuh bereaksi beragam terhadap perubahan cuaca sehingga berbagai penyakit melanda pada saat musim ini di antaranya asma, batuk, pilek, migrain, hingga nyeri pada persendian.

Adapun mitigasi yang dapat dilakukan untuk mengurangi resiko penyakit pada musim pancaroba ini antara lain, membawa jaket atau payung dan jas hujan ketika bepergian, memenuhi asupan makanan gizi seimbang, mengkonsumsi vitamin yang cukup dan berolahraga secara teratur.

Baca juga: Polri: Asli, Pelat Polisi Mobil Fortuner Ugal-Ugalan di Puncak Bogor

Perubahan suhu

Sementara itu, warga sekitar Exsi Mariani mengakui bahwa cuaca di Puncak Bogor mengalami perubahan secara tiba-tiba, hal itu ditandai dengan adanya angin kencang yang begitu dingin.

"Iya (terasa) hari ini terutama siang hari ya itu beda banget, arah angin tidak teratur kencang dan lebih dingin," ucapnya saat ditemui Kompas.com di Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

Wanita berusia 33 tahun ini juga menyaksikan sejumlah petugas mulai membangun turap tegak di sejumlah Jalan Raya Puncak Bogor.

"Iya itu bekas longsor beberapa bulan yang lalu, katanya sih mereka lagi bangun turap untuk antisipasi longsor, kan lokasinya dekat jalan raya," tuturnya.

Hal senada juga disampaikan seorang wisatawan, Arifal menyebut, cuaca di Puncak Bogor tak seperti biasanya.

Ia mengaku hembusan angin begitu kencang dan udaranya terasa lebih dingin pada siang hari.

"Hari ini agak beda, anginnya kencang ditambah udaranya lebih dingin aja," singkatnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Kepala Dinsos Yogyakarta Meninggal karena Corona, Sempat Buat Dapur Umum untuk Warga Terdampak Covid-19

Cerita Kepala Dinsos Yogyakarta Meninggal karena Corona, Sempat Buat Dapur Umum untuk Warga Terdampak Covid-19

Regional
Rumah Mahfud MD Didemo, Polisi: Hanya 5 Menit, Tidak Ada Kerusakan

Rumah Mahfud MD Didemo, Polisi: Hanya 5 Menit, Tidak Ada Kerusakan

Regional
Tak Terima dengan Putusan KPU, Rumah Calon Bupati Boven Digoel Dibakar Massa, Ini Faktanya

Tak Terima dengan Putusan KPU, Rumah Calon Bupati Boven Digoel Dibakar Massa, Ini Faktanya

Regional
Jalani Tes Covid-19 Menjelang Pilkada, 2 Anggota Polres Jember Terkonfirmasi Positif

Jalani Tes Covid-19 Menjelang Pilkada, 2 Anggota Polres Jember Terkonfirmasi Positif

Regional
Guru Honorer SMP Gelapkan dan Jual 17 Laptop Bantuan Milik Sekolah

Guru Honorer SMP Gelapkan dan Jual 17 Laptop Bantuan Milik Sekolah

Regional
Ruang ICU Covid-19 di Yogyakarta Tersisa 2 Tempat Tidur, Shelter 15

Ruang ICU Covid-19 di Yogyakarta Tersisa 2 Tempat Tidur, Shelter 15

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 1 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 1 Desember 2020

Regional
7 Warga Kupang Tersambar Petir, 3 Tewas, 4 Dirawat di Rumah Sakit

7 Warga Kupang Tersambar Petir, 3 Tewas, 4 Dirawat di Rumah Sakit

Regional
Video Viral Anak Pukuli Ibu karena Tak Diberi Uang untuk Beli Rokok dan Lem

Video Viral Anak Pukuli Ibu karena Tak Diberi Uang untuk Beli Rokok dan Lem

Regional
Gubernur DKI Jakarta Terpapar Covid-19, Ganjar: Saya Doakan Lekas Sembuh

Gubernur DKI Jakarta Terpapar Covid-19, Ganjar: Saya Doakan Lekas Sembuh

Regional
6.416 Surat Suara Rusak, KPU Lamongan Minta Percetakan Ganti

6.416 Surat Suara Rusak, KPU Lamongan Minta Percetakan Ganti

Regional
Rumah Wakil Bupati Boven Digoel Dibakar Massa, Ini Dugaan Penyebabnya

Rumah Wakil Bupati Boven Digoel Dibakar Massa, Ini Dugaan Penyebabnya

Regional
Rumah Calon Bupati Dibakar Massa, Polda Papua Kirim 2 Peleton Brimob ke Boven Digoel

Rumah Calon Bupati Dibakar Massa, Polda Papua Kirim 2 Peleton Brimob ke Boven Digoel

Regional
Chikungunya Merebak di Purbalingga, 116 Warga Terjangkit

Chikungunya Merebak di Purbalingga, 116 Warga Terjangkit

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 1 Desember 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 1 Desember 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X