Orangutan Korban Karhutla: Hindari Api, Pilih Dekati Pemukiman Warga untuk Cari Makan

Kompas.com - 30/09/2019, 19:50 WIB
Satu individu orangutan yang diberi nama Jerit diselamatkan dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Senin (23/9/2019). dok IAR IndonesiaSatu individu orangutan yang diberi nama Jerit diselamatkan dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Senin (23/9/2019).

KETAPANG, KOMPAS.com - Satu individu orangutan yang menjadi korban kebakaran hutan dan lahan ( karhutla) kembali diselamatkan tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama IAR Indonesia.

Orangutan yang diberi nama Junai, berjenis kelamin jantan dan diperkirakan berusia lebih dari 20 tahun ini ditemukan di Desa Tanjungpura, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Sabtu (28/9/2019).

Argitoe Ranting, Manager Lapangan IAR Indonesia mengatakan, kebakaran habitat adalah salah satu ancaman terbesar bagi kehidupan orangutan.

Orangutan yang kehilangan habitat membuatnya sukar mencari makan, sehingga mereka sering kali masuk di areal kebun atau pemukiman masyarakat dan akibatnya akan menjadi konflik antara manusia dan orangutan.

"Kerja sama dari masyarakat untuk melaporkan keberadaan orangutan sangat penting untuk proses penyelamatannya," kata Argitoe, Senin (30/9/2019).

Baca juga: Pembalakan Liar dan Api Kebakaran Hutan Ditemukan di Pusat Rehabilitasi Orangutan

Argitoe menerangkan, kegiatan penyelamatan orangutan di Tanjung Pura ini berawal dari laporan masyarakat kepada Tim Mitra di Desa Tanjungpura. Menindaklanjuti laporan ini, tim Orangutan Protection Unit (OPU) IAR Indonesia melakukan verifikasi pada hari Selasa (24/9).

Orangutan jantan dewasa berada di sepetak hutan yang telah terfragmentasi karena sebagian sudah terbakar.

Karena dari hasil pengamatan Tim OPU serta analisis vegetasi dan pemetaan melalui drone yang dilakukan, dinyatakan bahwa orangutan ini tidak bisa digiring kembali ke habitatnya karena hutan yang ada sudah terfragmentasi akibat kebakaran sehingga ditranslokasi terpaksa dilakukan sebagai satu-satunya jalan untuk menyelamatkannya.

Menurut dia, ketika diselamatkan, Junai ditemukan sedang berada di salah satu pohon tinggi dan dia tidak bisa berpindah ke pohon lain. Karena orangutan ini merupakan orangutan liar, maka tim penyelamat menggunakan senapan bius untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Proses pembiusan berjalan lancar. Pada saat dilakukan pemeriksaan medis, diketahui bahwa mata kanan orangutan ini mengalami kebutaan. Saat ini Junai sudah berada di dalam penanganan tim medis IAR Indonesia.

"Mereka melakukan perawatan dan pengobatan yang diperlukan dan akan memastikan kondisi kesehatannya sudah pulih total sebelum orangutan ini dilepas kembali ke alam," jelasnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X